Pernahkah kamu mengalami hal ini: niatnya cuma mau icip-icip gorengan saat buka puasa, eh tahu-tahu sepiring ludes sendiri? Atau setelah hari yang melelahkan, kamu merasa pantas “balas dendam” dengan es manis, kue, dan camilan tanpa henti? Nah, bisa jadi itu bukan karena lapar semata, melainkan karena emotional eating.
Selama bulan puasa, pola makan berubah total. Jam makan terbatas, energi naik turun, ditambah aktivitas tetap padat. Kombinasi ini membuat emosi lebih sensitif. Sedikit stres atau lelah saja, rasanya pengen dilampiaskan lewat makanan. Padahal, kalau dibiarkan, emotional eating bisa bikin berat badan naik, perut tidak nyaman, bahkan bikin puasa terasa lebih berat. Supaya Ramadan tetap sehat dan tidak kebablasan, yuk coba beberapa tips mengurangi emotional eating selama bulan puasa berikut ini.
