Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ruang tamu minimalis
ilustrasi ruang tamu minimalis (pexels.com/dada_design)

Dalam beberapa tahun terakhir, gaya interior dengan nuansa earthy semakin digemari. Warna-warna ini terinspirasi dari nuansa alam. Seperti cokelat tanah, beige, krem, hijau zaitun, terracotta, hingga abu-abu batu. Warna ini dianggap mampu menciptakan suasana ruang yang hangat sekaligus menenangkan.

Tak hanya soal estetika, ruangan earthy juga dikenal lebih nyaman dipandang dalam waktu lama dan tidak membuat mata cepat lelah. Berikut enam alasan mengapa ruangan dengan nuansa earthy cenderung tenang dan ramah bagi mata. Tertarik menerapkan warna tersebut untuk dekorasi rumah?

1. Warna earthy lebih dekat dengan spektrum alami mata

ilustrasi ruangan warm neutral (pexels.com/Hello Pipcke)

Mata manusia secara alami lebih mudah beradaptasi dengan warna-warna yang sering ditemui di alam. Warna earthy berasal dari elemen dasar seperti tanah, kayu, batu, dan dedaunan. Karena spektrum warnanya familiar, mata tidak perlu bekerja keras untuk menyesuaikan diri.

Berbeda dengan warna neon atau kontras tinggi, ini bisa memicu ketegangan visual. Warna earthy hadir dengan saturasi yang lebih rendah dan lembut. Inilah yang membuat pandangan terasa lebih stabil dan tidak cepat lelah. Terutama jika ruangan digunakan untuk aktivitas panjang seperti bekerja, membaca, atau bersantai.

2. Transisi warna yang lembut dan tidak kontras

ilustrasi ruangan warm neutral (pexels.com/Ansar Muhammad)

Salah satu ciri utama ruangan earthy adalah transisi warna yang halus. Palet earthy biasanya terdiri dari gradasi warna senada. Misalnya perpaduan krem, cokelat muda, dan cokelat tua, atau hijau sage dengan beige.

Transisi yang lembut ini membuat mata tidak terkejut saat berpindah fokus dari satu elemen ke elemen lain. Tanpa kontras tajam, otak juga menerima sinyal visual yang lebih tenang. Hasilnya, ruangan terasa harmonis dan tidak menciptakan kelelahan visual meski dipandang lama.

3. Pengaruh dari efek psikologis yang menenangkan

ilustrasi ruangan industrial (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Selain berdampak secara visual, warna earthy juga memiliki efek psikologis yang kuat. Warna-warna ini sering dikaitkan dengan rasa aman, stabilitas, dan ketenangan. Ketika pikiran berada dalam kondisi lebih rileks, mata pun ikut beristirahat. Stres mental sering kali berbanding lurus dengan ketegangan mata.

Dengan suasana ruang yang menenangkan secara emosional, tubuh secara keseluruhan menjadi lebih rileks. Inilah sebabnya ruangan earthy kerap dipilih untuk kamar tidur, ruang keluarga, hingga area outdoor untuk bersantai.

4. Pencahayaan lebih terdistribusi dengan baik

ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Spacejoy)

Ruangan earthy biasanya dipadukan dengan pencahayaan hangat dan tidak terlalu terang. Warna-warna seperti beige dan krem memiliki kemampuan memantulkan cahaya secara lembut tanpa silau. Pantulan cahaya yang merata membantu mata beradaptasi dengan lebih nyaman.

Berbeda dengan dinding putih terang atau permukaan mengilap yang memantulkan cahaya secara agresif. Palet earthy menciptakan pencahayaan yang terasa jatuh dengan natural. Ini sangat membantu mengurangi ketegangan mata, terutama di malam hari atau ruangan dengan pencahayaan buatan.

5. Minim visual noise dan terlihat lebih rapi

ilustrasi backdrop TV (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Visual noise atau gangguan visual sering muncul dari penggunaan warna terlalu banyak dan tidak selaras. Ruangan earthy cenderung menghindari hal tersebut. Palet warnanya sederhana dan konsisten. Sehingga mata tidak harus memproses terlalu banyak informasi visual sekaligus.

Ruang pun terasa lebih rapi dan terorganisir. Ketika mata tidak dipaksa untuk terus menyesuaikan diri dengan detail yang berlebihan, kelelahan visual dapat diminimalkan. Inilah mengapa ruangan earthy sering terasa lega meski tidak selalu berukuran besar.

6. Selaras dengan material alami yang ramah mata

ilustrasi backdrop TV (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Nuansa earthy hampir selalu berjalan seiring dengan penggunaan material alami. Seperti kayu, rotan, linen, batu alam, atau tanah liat. Material ini memiliki tekstur yang lembut secara visual dan tidak memantulkan cahaya secara berlebihan.

Tekstur alami memberi variasi visual yang menenangkan, bukan mengganggu. Mata dapat menikmati detail tanpa merasa terforsir. Kombinasi warna earthy dan material alami menciptakan keseimbangan antara visual dan tekstur yang membuat ruangan terasa hidup, namun tetap nyaman dipandang.

Ruangan dengan nuansa earthy bukan sekadar tren. Melainkan solusi desain yang berpihak pada kenyamanan visual dan emosional. Kedekatannya dengan warna alam, transisi yang lembut, efek psikologis yang menenangkan, pencahayaan yang ramah mata, minimnya visual noise, serta dukungan material alami menjadikan ruangan earthy terasa tenang dan tidak melelahkan mata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team