6 Sikap Menghargai Roommate biar Betah Sekamar Sama Kamu

Punya teman sekamar di asrama atau kos-kosan bisa menyenangkan maupun menyebalkan tergantung dari kecocokanmu dengannya. Namun, di awal tentu saja kalian perlu saling beradaptasi. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan kalian tidak cocok atau roommate gak baik.
Mungkin kalian cuma belum cukup saling mengenal sehingga komunikasi kurang lancar dan mudah terjadi kesalahpahaman. Dari dirimu juga wajib selalu belajar menghargainya. Ingat, bukan cuma kamu yang bisa tidak nyaman dengannya.
Ia pun dapat merasakan hal yang sama kalau sikapmu semaunya sendiri selama tinggal sekamar dengannya. Bila kamu mampu mematuhi enam peraturan tak tertulis ini, kalian tidak hanya menjadi teman sekamar yang rukun melainkan dapat seperti saudara. Praktikkan setiapnya, ya!
1. Jangan pernah membuka-buka HP atau laptopnya

Apakah kamu selalu gak tahan bila melihat gadget siapa pun tergeletak begitu saja? Kamu pasti mengambilnya bukan untuk mencuri bendanya melainkan ingin tahu apa saja yang ada di dalam HP atau laptop itu. Tindakan seperti ini sangat tidak sopan.
Di dalamnya mungkin ada dokumen penting atau percakapan teman dengan orang lain yang tidak boleh diketahui oleh siapa pun selain dirinya. Gak ada alasan pinjam HP atau laptop apabila kamu juga memilikinya. Jika pun dirimu sungguh-sungguh memerlukan pinjaman, gunakan sesuai dengan kebutuhanmu serta izin yang diberikan pemiliknya.
Jangan malah memanfaatkannya buat hal-hal lain, termasuk memuaskan rasa kepomu. Keinginan untuk tahu isi gadget orang gak akan berhenti dengan dirimu menurutinya. Ke depan pasti kamu selalu ingin melakukannya lagi bahkan pada gawai siapa pun.
2. Jangan suka meminjam uang atau barang pribadi

Kalau kepepet, tentu kamu boleh saja meminjam sesuatu pada teman sekamarmu. Misalnya, sepatu yang hanya akan dipakai di satu acara daripada kamu membelinya. Begitu pula jika dompetmu hilang sehingga dirimu memerlukan pinjaman uang sekadar buat makan sementara waktu.
Kawanmu juga pasti mau menolong. Akan tetapi, jangan menjadikan pinjam ini itu sebagai kebiasaan. Kurangi ketergantunganmu pada roommate sampai serendah mungkin. Dia bukan orang yang berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhanmu.
Maka kamu gak boleh sakit hati atau menyebutnya pelit bila terkadang dia tak bisa menolongmu. Kembalikan pula semua benda yang dipinjam dalam keadaan baik. Untuk uang, jangan meminjam terlalu besar dibandingkan dengan kemampuannya.
3. Jangan berisik

Walaupun kawan sekamarmu bukan introver, ketenangan di kamar wajib tetap dijaga. Sebab di asrama atau kos-kosan, kamar biasanya menjadi tempat beristirahat atau belajar. Beberapa orang bahkan bekerja dari kamar.
Jangan terus membuat kegaduhan, misalnya dengan menyetel musik atau film keras-keras. Jika kamu perlu menelepon seseorang pun sebaiknya keluar dulu dari kamar bila dia sedang tidur, belajar, atau dirimu hendak mengobrol lama. Suasana kamar yang tenang lebih disukai orang daripada kamar yang berisik.
Suara ribut yang terus-menerus akan memecah konsentrasi, meningkatkan stres, dan membuat orang merasa lelah. Bahkan meski dia hanya mendengarkan keributan itu tanpa melakukan kegiatan lain yang berarti. Jadikan kamar kalian sebagai tempat mengisi ulang energi, bukan menghabiskannya.
4. Menjaga kebersihan kamar

Walaupun di kamar ada dua tempat tidur, kejorokanmu bakal mengganggu teman juga. Jika kamu sering makan dengan menjatuhkan remah-remahnya di lantai misalnya, semut akan menyebar sampai ke mana-mana. Kebiasaanmu yang gak bersih pun dapat menimbulkan bau tidak sedap yang tak mungkin dibendung.
Oleh sebab itu, berapa pun tempat tidur yang tersedia jangan dijadikan alasan untuk malas bersih-bersih. Tetaplah rutin mengganti seprai dan sarung bantalmu karena bau tidak sedapnya dapat mengusik kawan. Apabila kamar mandinya di dalam, buat jadwal untuk kalian bergantian membersihkannya.
Sampah basah wajib segera dikeluarkan dari kamar. Jangan biarkan sampah itu terus berada di kamar sekalipun kamu telah membungkusnya di dalam plastik. Lepas alas kaki sebelum memasuki kamar sebab kamar juga bisa menjadi tempat beribadah.
5. Simpan hal-hal privasinya yang kamu ketahui

Sebagai kawan sekamar, kamu pasti tahu tentang dirinya lebih banyak daripada orang lain. Ketika dia bertelepon dan membicarakan masalah dengan pacar atau keluarganya, dirimu tentu mendengarnya. Begitu pula tempat ia biasa menyimpan barang berharga mungkin diketahui olehmu.
Pastikan kamu gak punya niat buruk sekecil apa pun terkait privasinya. Bila hal-hal yang seharusnya hanya diketahui olehmu sampai tersebar ke mana-mana, ia akan segera tahu siapa pelakunya. Meski kalian begitu dekat dan setiap hari bersama, tetaplah mengambil jarak dari bagian-bagian kehidupannya yang pribadi.
Jangan sering menanyakannya dan tunggu keinginannya sendiri buat memberi tahu kamu mengenai sesuatu. Apa-apa yang disebutnya rahasia berarti cuma berhenti di kamu, bukan untuk diteruskan pada orang lain. Kamu pun kudu punya kepekaan agar tidak gampang menyebarkan apa pun terkait dirinya walau dia gak menyebutnya wajib dirahasiakan.
6. Jangan bawa teman atau pacar ke kamar

Roommate mungkin juga sahabatmu. Akan tetapi, di luar sana kamu barangkali masih punya sejumlah teman dekat bahkan seorang pacar. Bila mereka datang ke asrama atau kos-kosan, jangan pernah membawanya ke kamar. Bahkan sekalipun roommate lagi pergi.
Kamu tidak mampu menjamin tamumu bisa bersikap sangat sopan selama di kamar. Jangan-jangan nanti mereka gak cuma berisik, melainkan menggunakan atau memindah barang-barang roommate. Punya teman sekamar berarti kamu harus siap menemui semua tamumu di teras atau ruang tamu.
Kalau tidak memungkinkan, misalnya teras dan ruang tamu juga dipenuhi anak kos lain, lebih baik kamu bertemu teman-teman di luar asrama atau kos-kosan. Apabila menemui tamu saja tidak dianjurkan di dalam kamar, berarti kamu gak boleh mengizinkan siapa pun menginap. Dirimu mesti bisa bersikap tegas untuk menolak permintaan kawan yang ingin menginap.
Cocok atau tidaknya kalian sebagai roommate sangat dipengaruhi oleh besarnya rasa saling percaya. Perbedaan latar belakang daerah, agama, pendidikan, bahkan kepribadian tak terlalu menjadi masalah. Selama kalian mampu saling menjaga kepercayaan yang diberikan, biasanya baik kamu maupun dia sudah gak ingin ganti teman sekamar.