Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Cegah Cemas Menjelang Akhir Tahun, Optimis Sambut New Chapter
ilustrasi meditasi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Apa yang kamu rasakan setiap menjelang akhir tahun? Apakah dirimu antusias karena akan ada libur panjang dan perayaan tahun baru yang meriah? Atau, justru mendekati Desember kamu sudah mulai merasa buruk? Bila kecemasanmu meningkat jelang tahun baru, sebagian orang juga merasakannya kok.

Tidak perlu menganggap dirimu aneh yang bakal meningkatkan rasa tak nyaman menjelang pergantian tahun. Namun, kecemasan seperti ini sebaiknya jangan dipelihara sehingga dari tahun ke tahun terus terulang. Cobalah untuk melalui pergantian tahun kali ini dengan perasaan serta pikiran yang lebih tenang.

Sebab jika kecemasan terus terjadi, kamu akan memulai tahun yang baru nanti dengan perasaan sarat beban. Akibatnya, perjalanan panjang 12 bulan di tahun mendatang bakal terasa lebih berat daripada yang seharusnya. Redakan bahkan hilangkan kecemasan yang mulai terasa di akhir tahun ini dengan tujuh cara berikut.

1. Jangan membandingkan pencapaian diri dengan orang lain

ilustrasi seorang pria (pexels.com/armağan başaran)

Jelang akhir tahun biasanya sebagian orang mulai membuat daftar pencapaiannya di tahun ini. Bahkan ada pula temanmu yang sampai mengunggahnya di media sosial. Hal ini dilakukan tidak selalu karena dorongan untuk pamer. Bisa pula sebatas buat mengumpulkan alasan mereka perlu mengapresiasi hasil kerja kerasnya.

Sekaligus untuk memotivasi mereka supaya bekerja lebih baik lagi di tahun yang baru nanti. Bila kebetulan dirimu mendengar atau melihat orang yang membuat daftar pencapaian begini, tak perlu membandingkannya dengan prestasimu sendiri. Kalau kamu ingin melihat kemajuanmu, perbandingannya cukup dengan pencapaian diri sendiri di tahun lalu.

2. Lebih mensyukuri proses dan apa pun yang berhasil diraih sejauh ini

ilustrasi seorang pria (pexels.com/Mario Amé)

Kamu tahu bahwa berproses dalam hal apa pun tidak mudah. Maka terlepas dari hasilnya, mensyukuri proses juga penting. Bersyukurlah karena ada banyak kesempatan yang datang sekalipun hanya sebagiannya yang bisa dimanfaatkan olehmu dengan baik. Bersyukurlah lantaran karaktermu tak seakan-akan alergi terhadap proses serta ingin langsung berhasil.

Gak semua orang punya mental baja sepertimu. Pun meski hasil terbaik yang diharapkan belum tercapai, tidak mungkin proses itu gak memberimu apa-apa. Kamu masih sanggup bertahan dan berjuang lagi di tengah kegagalan bertubi-tubi juga merupakan keberhasilan dalam bentuk yang berbeda. Kegigihan ini yang nantinya menjadi modal terbesarmu untuk mencapai kesuksesan.

3. Tak artikan akhir tahun sebagai tamat, melainkan bersambung

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Tahun demi tahun yang ada dalam hidup ini tidak sama dengan sebuah novel. Pada novel, jika dirimu sudah sampai di halaman terakhir berarti ceritanya telah tamat. Kalaupun kamu membaca novel lain dari penulis yang sama, kisahnya pasti berbeda. Namun, tahun yang berganti tak mengenal kata tamat.

Minggu, bulan, tahun, abad, dan sebagainya merupakan waktu yang akan terus berjalan selama dunia belum kiamat. Oleh sebab itu, kamu tidak perlu merasa khawatir seakan-akan nyaris kehabisan waktu sebab sebentar lagi ganti tahun.

Anggaplah ini tak ubahnya pergantian bulan dan hari. Apa pun yang belum selesai dikerjakan tahun ini termasuk mengejar suatu target dapat dilanjutkan di tahun depan.

4. Jangan sedih kalaupun gak memperoleh bonus akhir tahun

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Jin H)

Apakah sumber kecemasanmu sebenarnya berkaitan dengan uang? Di akhir tahun, banyak orang di sekitarmu senang bukan main sebab mendapatkan bonus besar. Bahkan besarannya dapat melebihi gaji bulanan mereka. Sementara itu, dirimu sama sekali tidak memperolehnya. Padahal, akhir tahun juga bertepatan dengan libur sekolah.

Kamu bingung kalau-kalau tidak bisa lebih menyenangkan anak-anak karena keterbatasan dana. Jangankan dirimu yang telah berkeluarga, seandainya kamu masih jomlo pun dapat merasa kurang nyaman gara-gara ketiadaan bonus akhir tahun. Meski demikian, syukuri saja dirimu masih gajian karena tahun ini angka PHK sedang tinggi.

5. Tidak menghubungkan akhir tahun dengan wajib berlibur yang jauh

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Caleb Oquendo)

Selain soal bonus, mungkin kamu juga merasa gelisah lantaran libur panjang akhir tahun. Banyak orang berbondong-bondong berlibur ke berbagai daerah. Bahkan teman-temanmu saja sudah membicarakan rencana liburan akhir tahun mereka.

Sementara dirimu mungkin gak bisa ke mana-mana karena berbagai alasan. Seperti ketiadaan bujet liburan atau harus merawat orangtua di rumah.

Tarik nafas dalam-dalam dan embuskan perlahan-lahan. Walaupun banyak orang memanfaatkan momen pergantian tahun untuk berlibur ke luar pulau bahkan luar negeri, di rumah saja juga gak salah.

Ambil sisi positifnya, yaitu dirimu terhindar dari kemacetan serta lonjakan tarif transportasi dan akomodasi. Liburannya bisa kapan-kapan ketika dananya ada serta situasimu lebih memungkinkan.

6. Hindari menyimpulkan secara ekstrem kamu gagal atau berhasil

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/CJ Graglia)

Akhir tahun juga bukan seperti bab terakhir dalam skripsi yang mengharuskanmu untuk membuat kesimpulan terkait hipotesis yang diajukan di awal. Jangan berpikir terlalu jauh tentang apakah kamu masuk kategori gagal atau berhasil. Di dalam kegagalan bisa terdapat keberhasilan.

Demikian pula di balik pencapaian yang tampaknya mengagumkan boleh jadi terdapat kegagalan. Contohnya,  jika kamu mencapai kesuksesan dengan cara curang sesungguhnya kamu gagal mengandalkan kemampuan diri sendiri.

Sebaliknya, walau dirimu terlihat gagal tetapi kalau sudah berproses dengan jujur, sebetulnya kamu berhasil menjaga integritasmu yang lebih berharga.

7. Istirahat dan relaksasi di tengah kesibukan yang meningkat

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Thắng Văn)

Kecemasan juga dapat muncul lantaran kesibukan menjelang pergantian tahun yang meningkat. Untukmu yang mesti berpacu dengan target pekerjaan, carilah waktu buat tetap beristirahat dan relaksasi. Kalau di hari kerja kamu sudah lembur terus, akhir pekan kudu dimanfaatkan buat beristirahat total.

Gak usah bepergian di hari libur apabila kamu sudah sangat lelah. Bersantai saja dirumah biar energi pelan-pelan terisi kembali. Katakan pada diri sendiri bahwa meski pekerjaan menumpuk, semuanya masih dapat dikendalikan olehmu. Sadari bahwa hal ini juga dialami oleh banyak pekerja biar dirimu tak merasa paling menderita di dua bulan terakhir tahun ini. 

Kecemasan tinggi di akhir tahun dapat menggerus semangatmu di tahun baru. Intinya sih, hidup harus terus berjalan baik di tahun ini maupun tahun mendatang. Gak usah menghabiskan energimu untuk mencemaskan apa pun.

Jalani saja minggu-minggu terakhir di tahun ini seperti biasa. Nikmati dan syukuri menjadi dua kata kunci untukmu merasa positif melalui pergantian tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team