Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pertanyaan untuk Mengaudit Hubungan Romantismu di Akhir Tahun

5 Pertanyaan untuk Mengaudit Hubungan Romantismu di Akhir Tahun
ilustrasi pasangan bergandengan tangan (pecels.com/TranStudios Photography)

Hubungan romantis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas kesehatan mentalmu. Memiliki hubungan romantis yang baik akan membuatmu merasa nyaman. Sebaliknya, hubungan romantis yang buruk bisa mengganggumu.

Kabar baiknya, hubungan romantis adalah salah satu pilihanmu. Berbeda dengan hubungan keluarga, kamu bisa memilih untuk melanjutkan, memperbaiki atau bahkan memutuskannya.

Ingin tahu apakah hubungan romantis membawa pengaruh baik bagi kehidupanmu? Yuk, ajukan beberapa pertanyaan ini.

1. Apa dampak hubungan romantis terhadap kebahagiaanmu?

ilustrasi seseorang mendapatkan hadiah (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi seseorang mendapatkan hadiah (pexels.com/SHVETS production)

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family di tahun 2016, pengalaman berharga bersama orang-orang terdekat akan meningkatkan kebahagiaan dan kualitas kesehatan mental seseorang. Sebaliknya, hubungan yang terus menerus mengirimkan mixed signal atau justru perasaan negatif akan merusak kesehatan mental.

Penting bagi seseorang untuk melakukan audit hubungannya bersama pasangan. Apakah hubungan tersebut masih memberikan kebahagiaan, atau justru sebaliknya.

Cara termudah untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan meneliti perasaan yang muncul ketika kamu sedang bersama pasangan. Jika yang muncul justru perasaan tidak nyaman, berarti ada yang perlu diperbaiki dari hubunganmu, nih.

2. Apakah kalian berdua sama-sama berusaha?

ilustrasi pasangan yang tertawa (pexels.com/Samson Katt)
ilustrasi pasangan yang tertawa (pexels.com/Samson Katt)

Hubungan romantis adalah tentang kerja sama dua belah pihak untuk menjaga komitmen. Satu hal yang perlu kamu audit dalam hubunganmu adalah usaha kedua belah pihak untuk menjaga hubungan tersebut.

Mark Travers seorang psikolog menulis dalam majalah Forbes, "Hubungan yang sehat dibangun atas dasar keseimbangan. Meskipun tidak semua interaksi akan sama, harus ada rasa timbal balik secara umum dari waktu ke waktu."

Keseimbangan peran dalam hubungan berpengaruh terhadap kualitas hubunganmu, pada akhirnya hal tersebut juga berpengaruh pada kesehatan mentalmu. Yuk, coba nilai lagi bagaimana peranmu dan pasangan dalam hubungan kalian.

3. Apakah batasanmu dihormati?

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Min An)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Min An)

Salah satu tanda hubungan yang sehat adalah adanya rasa hormat terhadap batasan masing-masing. Selain sebagai pasangan, kamu juga merupakan pribadi yang utuh. Ada hal-hal yang dianggap berharga dan harus dijaga olehmu. Batasan di sini misalnya kamu ingin bekerja dari Senin sampai Jumat tanpa diganggu karena menyukai pekerjaanmu, atau kamu menginginkan waktu khusus bersama sahabatmu.

Mark Travers mengungkapkan, "Batasan sangat penting untuk kesehatan emosional dan psikologis karena membantu individu melindungi identitas dan otonomi mereka dalam hubungan, khususnya dalam keluarga dan kemitraan."

Sama seperti hubungan romantis yang bersifat dinamis, batasan ini bukanlah sesuatu yang kaku. Namun, ketika berusaha mengubah batasan masing-masing individu, perlu dilakukan diskusi antar kedua belah pihak, ya. Jika batasan pribadi tersebut akhirnya berubah karena dinamika hubungan romantismu, maka pastikan keduanya mengubahnya dengan sukarela dan saling menghormati.

4. Apakah kamu bisa bersikap terbuka dan jujur?

ilustrasi pasangan yang tertawa (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi pasangan yang tertawa (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Komunikasi adalah salah satu poin penting dalam sebuah hubungan. Dalam hubungan romantis yang sehat, pasangan bisa dengan mudah mengungkapkan apa yang ia pikirkan secara terbuka dan jujur.

Di sisi lain kepura-puraan akan menimbulkan beban emosional bagi kedua belah pihak. Beban emosi yang terus bertambah setiap mengungkapkan ketidakjujuran, lama-lama akan menggerogoti hubungan. 

Melakukan audit komunikasi akan membantumu menentukan apakah hubungan romantismu memberikan dampak positif atau justru menguras tenagamu. Kamu harus meneliti, apakah kamu dan pasangan sudah bisa sama-sama jujur?

5. Bagaimana hubungan ini mendukung pertumbuhan pribadimu?

still cut drakor Dear Hyeri (instagram.com/channel.ena.d)
still cut drakor Dear Hyeri (instagram.com/channel.ena.d)

Manusia haruslah berkembang menjadi semakin baik dari hari ke hari. Hubungan romantis yang sehat bukan hanya fokus pada perkembangan koneksi, namun juga memastikan masing-masing bertumbuh secara individu. Untuk memastikan masing-masing mengalami perubahan yang baik secara pribadi, diperlukan pembicaraan dari hati ke hati, nih.

Lima pertanyaan di atas bisa kamu bicarakan dengan serius bersama pasangan, ya. Luangkan waktu yang cukup untuk saling terbuka. Semoga resolusi audit hubungan di akhir tahun ini bermanfaat bagi kebahagiaan dan kesehatan mentalmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anita Hadi Saputri
EditorAnita Hadi Saputri
Follow Us