Pernah gak, kamu lagi asyik scrolling media sosial terus tiba-tiba berakhir di aplikasi e-commerce dan melakukan check-out barang yang sebenarnya gak masuk daftar kebutuhan? Padahal niat awalnya cuma mau lihat-lihat, tapi jari rasanya gatal kalau gak klik tombol "beli sekarang" apalagi pas lihat label diskon. Apa alasan psikologis kamu sering kalap belanja barang gak penting?
Kalau kebiasaan ini terus dibiarkan, saldo tabungan kamu bisa menangis di pojokkan sebelum akhir bulan tiba, lho. Kamu mungkin merasa senang sesaat, tapi setelah barangnya sampai, biasanya muncul rasa bersalah atau malah bingung mau ditaruh di mana lagi barang tersebut. Dengan memahami apa yang terjadi di dalam pikiranmu saat berbelanja, ini jadi langkah pertama kamu bisa lebih bijak mengelola keuangan pribadi. Disimak, ya!
