TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ada Sejak Zaman Romawi, Ternyata Begini Sejarah Tukar Kado Natal

Sudah lama juga ya ternyata!

ilustrasi memberi kado (unsplash.com/kadh)

Perayaan Natal tinggal menghitung hari lagi. Sejumlah persiapan pun dilakukan untuk merayakan hari raya umat Kristiani tersebut. Salah satu yang tak boleh terlewat adalah bertukar kado. Namun, apakah kamu tahu bahwa tradisi ini telah ada sejak lama? Biar gak penasaran ada baiknya kamu menyimak sejarahnya berikut ini.

1. Perjalanan Para Majus menemui Yesus

pixabay/Angeleses

Sejarah tukar kado Natal berakar pada kisah para Majus atau dikenal juga sebagai Wise Man. Para Majus melakukan perjalanan untuk menemui Yesus yang baru lahir di Betlehem di tanah Yudea saat raja Herodes berkuasa.

Menurut tradisi, para Majus diyakini berasal dari timur tepatnya Persia. Mereka melakukan perjalanan dari timur dengan mengikuti sebuah bintang yang dikenal sebagai bintang Natal. Perjalanan mereka bertujuan untuk menyembah Yesus yang baru saja lahir ke dunia.

Baca Juga: 7 Barang Unik Ini Bisa Jadi Ide untuk Kado Natal Millennials

2. Persembahkan tiga hadiah

wikipedia.org

Setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh risiko para Majus akhirnya dapat bertemu dengan Yesus. Sebagai bentuk persembahan mereka pada Yesus ada tiga hadiah yang diberikan yakni emas, kemenyan dan mur. Ketiga persembahan ini punya makna masing-masing.

Emas disimbolkan sebagai sebuah kekayaan atau kekuasaan. Dalam konteks ini para Majus memberikan emas karena diyakini bayi Yesus kelak akan menjadi raja Agung. Kemenyan diasosiasikan sebagai salah satu elemen penting dalam penyembahan. Benda ini menyiratkan bahwa suatu hari nanti Yesus akan menjadi imam Agung dan disembah oleh umat.

Sementara itu, mur merupakan damar wangi yang ada dalam upacara pemakaman . Benda yang diberikan para Majus saat bersua dengan bayi Yesus diyakini bermakna bahwa kelak Yesus akan mati dan menebus dosa umatNya yang terkasih.

3. Telah ada sejak kerajaan Romawi

pexels/daria-shevtsova

Kisah para Majus bertemu Yesus yang baru lahir di Betlehem memang jadi awal mula tradisi memberikan hadiah saat natal bermula. Namun, jauh sebelum peristiwa itu tradisi tukar kado sudah ada saat kerajaan Romawi lho.

Tradisi tukar kado pada orang Romawi dikenal dengan nama Saturnalia. Nama upacara ini diambil dari nama Dewa Saturnus. Orang Romawi ketika itu meyakini bahwa Dewa Saturnus membawa kemakmuran bagi mereka yang tinggal di semenanjung Italia. Dewa Saturnus inilah yang dipercaya mengajari orang Romawi cara bercocok tanam.

4. Berbagi hadiah agar tetap makmur di kemudian hari

wikipedia.org

Dalam perayaan Saturnalia, rakyat Romawi saling bertukar kado satu sama lain. Diyakini dengan bertukar hadiah pada perayaan yang dikenal pula sebagai hari raya 'perpindahan musim' ini mereka akan mendapatkan kebaikan dan kemakmuran di tahun yang akan datang. Pemberian hadiah ini dilakukan di akhir rangkaian perayaan Saturnalia yang diberi nama Sigillaria.

Ada hal unik dalam perayaan Saturnalia yakni pemutarbalikan sementara status sosial yang melekat ketika itu. Para budak yang kedudukannya dibawah, pada perayaan itu berada setara seperti yang lain. Mereka dipersilahkan menikmati jamuan dan berpakaian bagus.

Baca Juga: Jawab Pertanyaan Ini dan Lihat Kado Natal Apa yang Cocok Buatmu!

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya