TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

4 Upaya Cerdas Pemprov Jabar untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan

Ini salah satunya yang bikin Jabar Juara! 

Curug Cikaso, Kabupaten Sukabumi (disparbud.jabarprov.go.id)

Bumi dan setiap sudut alam di dalamnya adalah lingkungan tempat kita tinggal dan bernaung. Karena itulah, sudah sepatutnya setiap manusia memiliki kesadaran untuk memelihara kelestarian lingkungan. Jika lingkungan bersih dan sehat, umat manusia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup dengan aman dan nyaman.

Melalui berbagai program nyata dan cerdas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya untuk mewujudkannya. Sejumlah upaya tersebut dieksekusi melalui berbagai program. Dengan program yang ada, diharapkan Jawa Barat bisa menjadi tempat yang lebih indah dan sehat untuk bermukim ataupun menjadi destinasi wisata. Kita tengok sejumlah upaya cerdas Pemprov Jabar dalam memelihara kelestarian lingkungan, yuk!

 

1. Citarum Harum

Sungai Citarum (citarumharum.jabarprov.go.id)

Mengalir sepanjang 297 KM dari hulunya yang berada di Gunung Wayang, Kab. Bandung, Sungai Citarum adalah salah satu pembangkit listrik dan penyedia irigasi air bagi ratusan ribu sawah, khususnya di Jawa Barat. Karena itulah, dalam upaya untuk mengatasi pencemaran air di Sungai Citarum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melahirkan sebuah program bertajuk Citarum Harum. Mengusung konsep penthahelix, Pemdaprov Jabar berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari level pusat, daerah, dan kelembagaan lain.

Ada 13 program rencana aksi dalam Citarum Harum. Setiap program yang ada berpusat pada tujuan Pemprov Jabar untuk mengembalikan ekosistem dan daya dukung sungai. Tak hanya itu, guna mencegah adanya praktik penanganan limbah dan sampah domestik yang salah kembali, dibentuk Satgas PPK yang secara garis besar memiliki tugas untuk menetapkan kebijakan PPK DAS (Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai) secara terintegrasi dan berkelanjutan serta memberikan arahan dalam pelaksanaan tugasnya.

Lima tahun sudah program ini berjalan. Selama itu jugalah, kebersihan Sungai Citarum jauh lebih terjaga. Tak hanya itu, program Citarum Harum juga dinobatkan sebagai inovasi terbaik dari Penghargaan Bhumandala pada 2021 lalu. Sejalan dengan visi Jabar Juara, nih!

Baca Juga: 40 Musisi Muda Jabar Ikut Youth Music Camp 2023

2. Desa Wisata

Curug Cikaso, Kabupaten Sukabumi (disparbud.jabarprov.go.id)

Jawa Barat dikenal sebagai salah satu provinsi di Pulau Jawa dengan keindahan alam yang sangat potensial. Karenanya, tak heran ada cukup banyak warga di luar Jawa Barat yang tak pernah bosan untuk berkunjung ke Jawa Barat, terutama wilayah pedesaan. Ada banyak sekali desa di Jabar yang dikenal memiliki hawa yang sejuk dengan pemandangan hijau sepanjang mata memandang.

Melalui program Desa Wisata, Pemprov Jabar dibantu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat berupaya untuk memberdayakan potensi keindahan alam demi menyejahterakan masyarakat dan mengenalkan eksistensi desa di Jawa Barat. Dengan lingkungan desa yang asri dan terjaga keindahannya, Jabar akan mampu menjadi destinasi wisata alam paling dituju sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi masyarakat desa. Hingga saat ini, ada cukup banyak desa yang berhasil masuk nominasi, bahkan hingga mendapatkan penghargaan di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), seperti di antaranya Desa Bantaragung di Kab. Majalengka, Desa Selamanik di Kab. Ciamis, Desa Cibeusi di Kab. Subang, dan masih banyak lagi.

3. Bus Rapid Transit (BRT)

Gubernur Jabar melangsungkan rapat kerja dengan Gubernur Provinsi Cheongnam, Korea Selatan (jabarprov.go.id)

Menggunakan transportasi umum yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan bukan lagi mimpi belaka. Pada awal kuartal pertama 2023, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkap telah mendapatkan hibah senilai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp150 miliar dari Gubernur Provinsi Cheongnam Korea Selatan yang merupakan sister province Jawa Barat atau provinsi saudara dan setingkat yang berada di luar negeri. Dana hibah tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur pendukung elektrik Bus Rapid Transit (BRT).

Energi yang dibutuhkan BRT diambil dari tenaga surya yang ditampung ke dalam energy storage system (ESS) dan menggunakan baterai daur ulang. Rencananya, BRT Bandung Raya akan siap digunakan pada 2026 atau 2027 mendatang dan menghubungkan lima daerah, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Wah, gak sabar banget untuk mencoba BRT, ya.

Baca Juga: Tingkatkan Moralitas Generasi Muda, Jabar Usung Program Unggulannya

Verified Writer

Jihan Khoerunnisa

Boleh jadi satu langkah yang kamu ambil hari ini, dapat mengubah dunia di hari esok✨

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya