TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Cara Bersahabat dengan Rasa Ikhlas, Membuat Perasaanmu Tentram

Belajarlah untuk lebih menerima kenyataan 

ilustrasi memeluk diri sendiri (pexels.com/Rafael Barros)

Perasaan ikhlas sangat mudah disebutkan, tapi susah untuk diterapkan. Rasa ikhlas ibarat tuas yang sangat berat untuk digerakkan. Jika kamu berhasil menggerakkannya, kamu akan merasakan kenyamanan yang berbeda.

Ada beberapa cara untuk bersahabat dengan rasa ikhlas yang akan membuat perasaanmu damai dan tentram. Berikut ini adalah lima cara bersabat dengan rasa ikhlas, atau pun cara untuk menggerakkan tuasnya.

1. Ubah pola pikir ketika dunia terasa tidak adil

ilustrasi orang teriak (pexels.com/Monstera)

Hal pertama yang harus kamu ingatkan ke dalam pola pikirmu adalah dunia ini memang kadang tidak adil. Ada kalanya kamu sudah berjuang keras, tapi hasilnya tidak demikian. Di saat demikian, yang perlu kamu terapkan adalah ini bagian dari hidup yang memang harus dijalani.

Pemikiran ini bisa membuatmu belajar menjadi orang yang ikhlas. Kamu juga bisa memilih untuk tidak terlalu berekspektasi, namun tetap fokus pada apa yang dijalani. Mereka tidak pernah berekspektasi terlalu tinggi, biasanya akan minim sakit hati. 

2. Berhenti merasa menjadi korban

ilustrasi wanita menyesal (pexels.com/Alex Green)

Hal yang paling sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak pernah ikhlas adalah selalu merasa menjadi korban. Seolah-olah hanya dia orang yang tersakiti, seolah-olah hanya dia orang yang paling menderita. 

Menghentikan kebiasaan tersebut mampu membuat matamu melihat jauh lebih luas terhadap apa yang terjadi sebenarnya. Bahkan, kamu bisa melihat dari berbagai macam sudut pandang yang akan membuatmu ikhlas untuk menerima apapun.

Baca Juga: 5 Fase yang Akan Dilewati saat Mencoba Ikhlas, Terasa Berat di Awal

3. Berhenti menyangkal realita

ilustrasi orang meremas rambutnya (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Hal yang membuat orang bahagia untuk sementara adalah penyangkalan terhadap realita. Orang-orang yang terus-menerus menyangkal adalah mereka yang tidak bisa menerima kenyataan. Kenyataan memang menyakitkan, tetapi penyangkalan bukanlah solusinya. 

Ketika kamu belajar untuk menjadi orang yang ikhlas, berhentilah untuk melakukan penyangkalan terhadap apa yang terjadi sebenarnya. Penyangkalan mungkin akan membuatmu senang untuk sementara. Tetapi ketahuilah, itulah yang menghambatmu untuk menarik tuas keikhlasan.

4. Membiarkan waktu menentukan takdir

ilustrasi menatap langit (pexels.com/nappy)

Tidak ada yang orang yang bisa mengubah waktu di dunia ini. Waktu ibarat air yang terus mengalir hingga menemukan takdirnya. Kamu hanya bisa menikmati waktu tersebut, seperti menikmati air yang mengalir.

Waktu akan membawamu untuk menemukan takdirmu. Lalu, kamu harus menerima segala apapun yang diberi waktu kepadamu. Kamu tidak bisa menuntut kepadanya untuk mengalir kembali.

Verified Writer

Muhammad alvian

Hanya manusia yang juga mencintai manusia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya