TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Tanda Sikap Open Minded Berubah Jadi Keras Kepala, Gak Terima Kritik

Merasa paling benar

ilustrasi keras kepala (pexels.com/Mikhail Nilov)

Open minded merupakan pola pikir yang baik, asalkan masih dalam batas wajar. Dengan pola pikir open minded kamu bisa lebih fleksibel menghadapi perbedaan. Selain itu, kamu juga tidak gampang tertekan.

Tapi, tidak jarang sikap open minded justru berubah jadi keras kepala. Kamu mengagungkan kebenaran sendiri dan menyalahkan orang lain. Ketika tanda ini muncul, waspada! Pola pikir open minded-mu sudah berubah jadi keras kepala.

1. Ketika ada orang tidak sependapat, kamu menganggap dia kolot 

ilustrasi keras kepala (pexels.com/Liza Summer)

Perbedaan pendapat tidak dapat dihindarkan. Setiap manusia memiliki sudut pandang masing-masing yang tidak bisa dipaksakan sama. Adakalanya sejalan dan tidak jarang bertentangan.

Kadang pola pikir open mindedmu sudah terkontaminasi sifat keras kepala. Ketika ada orang tidak sependapat, kamu menganggap dia kolot. Seringkali pendapatnya kamu potong di tengah jalan.

Baca Juga: 5 Alasan Rasa Percaya Diri Bisa Jadi Motivasi Terbesar dalam Hidup

2. Mengagungkan pendapat sendiri dengan alasan open minded 

ilustrasi keras kepala (pexels.com/Karolina Grabowska)

Sejatinya perspektif kita terbatas. Kamu tidak bisa mengagungkan pendapat dan pemikiran  sendiri untuk merendahkan yang lain. Apalagi dengan alasan menerapkan pola pikir open minded.

Fenomena ini jadi tanda kalau pola pikir open minded dalam dirimu sudah bercampur sifat keras kepala. Kamu mengagungkan kehendak sendiri tanpa mempertimbangkan yang lain. Padahal pemikiranmu belum tentu benar dan sesuai dengan kepentingan banyak orang.

3. Sering menyalahkan orang lain sebagai individu yang tertutup 

ilustrasi keras kepala (pexels.com/Gustavo Fring)

Pendapat antar individu tidak selalu sama. Akan ada saatnya kamu bertemu dengan argumen bertentangan. Dibutuhkan pola pikir yang luas agar kamu tidak terkungkung kebenaran sendiri.

Tapi lain ceritanya jika sifat open minded sudah bercampur keras kepala. Kamu sering menyalahkan orang lain sebagai individu yang tertutup. Bahkan sebelum ia selesai menjelaskan kamu sudah menyela dengan pembicaraan.

4. Ketika berdiskusi, kamu memaksakan kehendak sendiri 

ilustrasi keras kepala (pexels.com/Moe Magners)

Tujuan dari diskusi untuk mencari kesepakatan bersama. Bukan memenangkan argumen sendiri. Tapi dengan alasan open minded, banyak orang akhirnya enggan berdiskusi.

Inilah tanda kalau kamu memiliki pola pikir open minded yang terkontaminasi sifat keras kepala. Bahkan dalam berdiskusi pun kamu memaksakan kehendak. Meskipun pendapatmu tidak sesuai dengan kepentingan bersama.

Baca Juga: 5 Tips Menulis Kata Motivasi yang Menarik dan Inspiratif, Penuh Makna!

Verified Writer

Mutia Zahra

Let's share positive energy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya