TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

3 Tips Memulihkan Diri dari Kesedihan Setelah Mengakhiri Pertemanan

Terkadang perlu proses berat sebelum menyambut kebahagiaan

ilustrasi seorang pria yang sedang menangis (pexels.com/Alena Darmel)

Teman sering menjadi sosok yang paling banyak dijadikan sebagai pelindung setelah keluarga. Bersama kawan-kawan yang tepat, seseorang dapat merasa aman, nyaman, dan selalu mampu untuk meraih kekuatan saat mengalami hari yang buruk. Namun demikian, ternyata tidak semua teman memiliki sifat yang baik. Beberapa dari mereka justru melakukan hal-hal negatif yang membawa banyak kerugian.

Oleh sebab itu, kamu selalu punya pilihan untuk mengakhiri jalinan pertemanan dengan sosok-sosok yang tidak menghargaimu tersebut. Sayangnya, meski lega karena akhirnya tidak perlu lagi berinteraksi dengan teman yang buruk, tetapi ada kesedihan yang tersisa di hati. Nah, bila kamu sedang berada di kondisi yang demikian, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memulihkan diri.

Baca Juga: 4 Ciri Pertemanan yang Terlihat Asyik di Luar tapi Dalamnya Toksik

1. Ambil waktu untuk menuntaskan kesedihan

ilustrasi menenangkan seseorang yang sedang bersedih (pexels.com/SHVETS Production)

Pernahkah kamu merasakan kesedihan meski telah berhasil melepaskan diri dari pertemanan yang tidak sehat? Mungkin teman lamamu itu dulu adalah orang yang baik, tetapi karena sebab tertentu berubah menjadi sosok yang sama sekali tidak kamu kenali. Kalian sudah sempat membuat banyak kenangan bersama meski akhirnya harus mengakhiri hubungan tersebut karena kamu terlalu banyak dirugikan.

Jika hal ini kamu rasakan, tidak perlu menutupinya. Ambil waktu yang kamu perlukan untuk menuntaskan kesedihan tersebut. Jangan merasa bersalah untuk menangis atas apa yang telah terjadi karena hanya kamu yang mengetahui sesulit apa rasanya melalui semua itu. Percayalah, setelah segalanya berlalu, kamu akan menyambut hari yang cerah dan penuh dengan harapan baru.

2. Belajarlah untuk memaafkan

ilustrasi seseorang yang sedang merenung (pexels.com/Liza Summer)

Sebagian orang mampu mengakhiri pertemanan dengan sosok toksik yang telah membuat banyak kekacauan dalam hidupnya. Namun, tanpa sadar dia juga menciptakan sesuatu yang justru membuat proses adaptasi menjadi terhambat, yaitu ketika masih membawa dendam terhadap teman lamanya. Alih-alih menjalani hidup yang bebas dan bahagia, dia malah akan tersiksa karena hatinya tidak bersih.

Ketika kamu juga merasakan situasi semacam ini, maka ingatlah bahwa menyimpan dendam itu sejatinya hanya akan merugikan diri sendiri. Sudah jelas bahwa kamu merasakan sakit, tetapi orang yang kamu benci belum tentu peduli akan keadaan tersebut. Oleh sebab itu, belajarlah untuk memberi maaf pada dirimu dan teman yang pernah melukaimu. Dengan begini, hatimu jadi lapang dan bisa memulai lembaran baru yang lebih baik.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Berada di Circle Pertemanan yang Tepat, Gak Cuma Enjoy

Verified Writer

Ratna Kurnia Ramadhani

Sometimes a Vet, sometimes a writer

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya