TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Apa Arti Merry Christmas? Ucapan Populer saat Natal!

Mengapa “merry” bukan “happy”?

Ilustrasi Merry Christmas (pexels.com/Brett Sayles)

Setiap kali Natal tiba, pasti kamu akan memberikan ucapan selamat Natal atau Merry Christmas. Ya, ini merupakan ucapan populer sejak dulu. Sampai sekarang banyak dari kita yang masih memilih menggunakan frasa bahasa Inggris ini.

Tapi pernahkan kamu bertanya apa arti Merry Christmas? Mengapa menggunakan kata “merry” bukan “happy” seperti kita mengucapkan “happy birthday” dan lainnya? Yuk, simak penjelasannya.

1. Apa arti Merry Christmas?

ilustrasi natal (pexels.com/Gary Spears)

Seperti yang kita tahu bersama, arti Merry Christmas adalah selamat Natal. Itu merupakan ucapan versi bahasa Inggris yang sampai sekarang masih populer dan digunakan banyak orang. Tapi apa sih makna dari ucapan itu?

Mengutip laman Merriam Webster, Merry Christmas digunakan untuk mengucapkan selamat menikmati liburan Natal kepada seseorang. Jadi, ucapan ini seperti sebuah doa agar kamu memiliki momen Natal yang membahagiakan.

Baca Juga: 7 Ide Dekorasi Natal Mewah Dengan Sentuhan Modern, Lebih Berkesan!

2. Asal usul ucapan Merry Christmas

Ilustrasi Merry Christmas (Pexels/Roman Koval)

Pernahkah kamu bertanya mengapa menggunakan Merry Christmas saat memberikan ucapan? Kenapa tidak Happy Christmas seperti ucapan “happy birthday” atau selamat ulang tahun? Tentu kamu juga tidak pernah mendengar ucapan “merry birthday”, bukan? Ternyata semua ini ada penjelasannya.

Melansir situs edukasi untuk pelajar dan keluarga, Wonderopolis, sejarawan dan ahli bahasa tidak dapat menentukan dengan pasti mengapa kita cenderung menggunakan Merry Christmas. Ucapan ini berasal dari tahun 1534 di London, ketika ditulis dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada menteri utama Henry VIII, Thomas Cromwell, dari uskup bernama John Fisher.

Para ahli juga mencatat bahwa frasa ini digunakan dalam lagu Natal Inggris abad ke-16 berjudul "We Wish You a Merry Christmas." Ucapan Merry Christmas mulai populer pada tahun 1843 dengan diterbitkannya buku A Christmas Carol karya Charles Dickens. Pada tahun yang sama, frasa ini juga muncul pada kartu Natal pertama yang dijual secara komersial. Ucapan Merry Christmas juga sangat populer digunakan di Amerika Serikat.

Tapi, ucapan Merry Christmas sebenarnya tidak pernah mendapatkan dukungan secara universal. Sebagai contoh, The Night Before Christmas karya Clement C. Moore diakhiri dengan kalimat, “A Happy Christmas to all and to all a good night” (selamat Natal untuk semua dan selamat malam). Dulu setiap tahun, Ratu Elizabeth juga mengucapkan Happy Christmas kepada warga Inggris dalam siaran tahunannya.

Faktanya, ucapan Happy Christmas cenderung menjadi frasa yang lebih disukai oleh sebagian kecil masyarakat Inggris. Mengapa demikian? Bisa jadi hal ini karena pengaruh Sang Ratu. Sebuah rumor beredar bahwa Ratu Elizabeth lebih memilih “happy” (bahagia) daripada “merry” (bergembira), karena kata “merry” baginya mengandung kesan yang lebih negatif seperti urakan atau mabuk-mabukan.

Para pemimpin gereja di Britania Raya awalnya mendorong para pengikut Kristen untuk berbahagia daripada bergembira (merrymaking). Dalam hal ini, Happy Christmas dianggap memiliki kesan lebih positif daripada Merry Christmas. Namun, ucapan Merry Christmas sangat populer di Amerika yang ternyata juga memberi pengaruh ke negara lain.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya