TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Alasan Orang Suka Memamerkan Buku yang Dibacanya Lewat Media Sosial

Kamu juga sering begini, gak?

ilustrasi buku bacaan (pexels.com/Vlada Karpovich)

Orang yang suka membaca kerap dianggap sebagai tipe yang culun dan gak pandai membuka diri. Nyatanya, hal tersebut sama sekali tidak benar, lho. Sebab, ada pula sosok kutu buku yang justru aktif bersosialisasi dan begitu ekspresif di media sosial.

Biasanya, tipe kutu buku seperti ini gak hanya menyenangi kegiatan membaca saja. Akan tetapi, mereka juga gemar membagikan unggahan berupa daftar buku yang sudah ia baca di media sosial.

Mungkin kamu juga punya sosok teman seperti ini? Kamu tahu gak, alasan kenapa mereka suka memamerkan buku yang dibacanya di media sosial? Kira-kira berikut lima alasannya!

1. Ajang untuk mengekspresikan diri

ilustrasi kutu buku (pexels.com/George Milton)

Bagi beberapa orang, belum lengkap rasanya ketika sudah selesai membaca buku, namun tidak action atau tindakan yang dilakukan setelahnya. Inilah alasan mengapa beberapa orang akhirnya memutuskan untuk memamerkan buku yang dibacanya lewat media sosial.

Gak tahu kenapa, ada kebanggaan tersendiri setelah memamerkan buku yang dibaca. Selain itu, cara ini juga umum dilakukan seseorang untuk mengekspresikan rasa bahagianya karena sudah menamatkan satu hingga beberapa buku tebal.

Baca Juga: 5 Alasan HRD Kerap Memata-Matai Media Sosial Pelamar, Penting!

2. Untuk berbagi semangat membaca ke orang lain 

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/P T)

Meski kata "pamer" kerap diasosiasikan ke arah perilaku negatif. Nyatanya, pamer dalam tujuan yang benar juga bisa mendatangkan manfaat positif.

Salah satu alasan mengapa seseorang senang memamerkan buku yang dibacanya di media sosial adalah karena ia ingin berbagi semangat membaca dengan para followers atau orang yang mengikuti akunnya. Siapa tahu, dengan ia membagikan unggahan status berupa buku yang sudah dibacanya, orang lain jadi tergerak untuk menumbuhkan minat yang sama.

3. Menjangkau orang yang punya minat sama

ilustrasi membaca bersama (pexels.com/Yan Krukau)

Media sosial adalah tempat terbuka di mana semua orang bisa bertemu dengan individu lain yang punya hobi atau ketertarikan yang sama. Dengan membagikan current reading atau status berisi buku yang tengah dibaca, harapannya para penggiat buku seperti ini juga bisa menjangkau orang-orang yang punya minat sama dengannya.

Setelah berhasil melakukannya, tentu mereka jadi bisa punya teman diskusi untuk saling berbagi informasi bacaan atau rekomendasi buku menarik.

Memamerkan buku yang sedang atau sudah dibaca juga bisa jadi salah satu cara untuk mengapresiasi penulisnya. Dengan membagikan bukti berupa buku yang sudah dibeli lewat akun medsos pribadi. Meski gak di-notice oleh penulis aslinya, setidaknya tindakan ini menjadi tanda bahwa kita sudah berhasil menghargai kerja keras penulisnya.

Bahkan, tindakan memotret buku lewat media sosial ini juga bisa jadi ajang untuk mempromosikan para penulis buku. Barangkali, ternyata ada orang lain yang juga penasaran hingga akhirnya tertarik membeli buku yang serupa denganmu.

4. Mengapresiasi penulis

ilustrasi memotret buku (pexels.com/cottonbro studio)

Baca Juga: 5 Alasan Seseorang Enggan Memamerkan Keunggulan Dirinya, Insecure?

Verified Writer

Hay Lee

Nulis karena bingung mau ngapain lagi

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya