TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Alasan untuk Bangkit setelah Melewatkan Kesempatan, Masih Ada Asa!

Menyesal secukupnya saja ya

ilustrasi merasa menyesal (pixabay.com/sreza420)

Ada beberapa alasan mengapa dalam hidup kita terpaksa harus melepas kesempatan yang datang. Entah karena tidak ada kesiapan, ketidakcukupan mental, hingga kegagalan setelah mencobanya. Apapun alasan itu, move on dari pengalaman pahit ini memang menjadi hal yang tak mudah dilakukan.

Namun bukan berarti matahari tak terbit lagi esok. Jangan pernah putus asa karena kamu masih memiliki banyak hal yang belum dicoba. Berikut ini ada lima alasan mengapa harus bangkit dari patah hati setelah melewatkan kesempatan emas di depan mata. Simak yuk!

1. Tanamkan dalam diri bahwa akan datang kesempatan yang lebih baik

ilustrasi merasa sedih (pixabay.com/Anradu)

Kesempatan yang kamu lewatkan mungkin tidak akan datang dua kali dalam bentuk yang serupa. Namun kamu masih harus tetap melanjutkan hidup demi bertemu dengan kesempatan-kesempatan lain dalam bentuk yang berbeda pula. Sampai saat itu tiba, yang harus kamu lakukan adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Hal ini karena tidak ada jaminan pasti kapan waktu kesempatan tersebut akan tiba.

Saat dirimu merasa menyesal telah membuang kesempatan, percayalah masih ada hal lain yang menanti untukmu kedepannya. Harapan tidak akan hilang hanya karena kamu melepas satu peluang yang datang. Peluang akan kembali datang dari mana saja, bahkan dari arah yang tak kamu duga selama tidak menutup diri.

Baca Juga: 9 Kalimat Motivasi untuk Memulai Harimu, Bikin Semangat!

2. Bisa jadi kesempatan memang tidak diperuntukkan untukmu

ilustrasi merasa kesal (pixabay.com/magnetme)

Kecewa menjadi hal yang wajar saat membuang-buang kesempatan. Terkadang rasa kecewa membuat seseorang tak bisa berpikir jernih dan cenderung menyalahkan diri sendiri. Padahal kalau mau positif thinking, bisa jadi kesempatan yang kamu lewatkan itu memang kurang cocok untukmu.

Untuk menenangkan pikiran, tanamkanlah bahwa akan datang masanya kamu mendapat peluang dengan kadar dan kapasitas sesuai dengan apa yang kamu miliki yang tentunya lebih cocok denganmu.

Jika diteruskan mungkin saja kamu justru akan menemui banyak kendala yang tak pernah terpikirkan sebelumnya atau diharuskan menghadapi masalah yang tak ada habisnya.

3. Kamu memiliki lebih banyak waktu untuk menjadi lebih berkualitas

ilustrasi berdiam diri (pixabay.com/JESHOOTS-com)

Sisi positif lainnya yaitu kamu jadi memiliki waktu ekstra untuk meningkatkan value dalam diri. Kamu menyadari bahwa dirimu juga memiliki kelemahan dan kekurangan yang membuatmu berpikir bagaimana untuk mengatasi tersebut. Bisa dengan mengasah kembali kelebihan yang kamu miliki agar bisa sedikit menutupi kekurangan tersebut.

Jangan merasa rendah diri jika kekurangan tersebut tak bisa diubah atau dihilangkan. Pada akhirnya, kamu harus bisa menerima diri sendiri beserta dengan kelebihan dan kekuranganmu. Sebelum membuat lingkungan sekitar menerimamu, tentu kamu harus terlebih dahulu belajar menerima diri sendiri, bukan?

4. Menyesal berlebih akan membuang-buang waktu dan lagi-lagi kamu akan menyesalinya

ilustrasi merasa putus asa (pixabay.com/StockSnap)

Menyesal bukanlah hal yang dilarang, karena itu adalah bentuk luapan emosi yang tak bisa dibendung. Yang tak boleh adalah memberi excuse untuk rasa penyesalan berkepanjangan. Kamu tentu belajar arti pentingnya waktu saat kamu melewatkan kesempatan karena waktu tak bisa kembali.

Saat kamu menyesal berlebih, sesungguhnya sama halnya dengan kamu sedang membuang-buang waktu. Dan saat kamu menyadari hal itu, lagi-lagi kamu akan menyesal untuk kedua kalinya. Saat diri merasa dirugikan, jangan membuat atau memilih situasi yang justru semakin membuatmu kembali merugi untuk yang kedua kalinya.

Baca Juga: 5 Alasan untuk Tidak Menyerah pada Keadaan yang Sulit, Ayo Bangkit!

Verified Writer

Widi April

just do what i want

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya