Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Homeless Media yang Makin Populer di Kalangan Anak Muda?
ilustrasi media sosial (pexels.com/Los Muertos Crew)
  • Homeless media adalah media digital tanpa situs resmi yang menyebarkan konten lewat akun media sosial, tidak terikat institusi, dan beroperasi sepenuhnya di ranah online.
  • Fenomena ini banyak digerakkan generasi muda karena cepat, murah, dan mudah diakses, meski rentan terhadap hoaks serta kurang menerapkan etika dan akurasi jurnalistik.
  • Peningkatan pengguna media sosial di Indonesia hingga 62,9 persen populasi mendorong pertumbuhan homeless media sebagai sumber informasi populer bagi masyarakat digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Internet menjadi makan sehari-hari bagi generasi muda sekarang. Gen Z dan milenial pun cenderung lebih tertarik dengan berbagai informasi yang ada di media sosial. Jika dulu masyarakat banyak mendapatkan informasi melalui majalah dan koran, perkembangan teknologi membuat masyarakat bisa mengakses banyak hal secara digital.

Media massa berkembang dari konvensional menjadi serba digital atau online. Fenomena inilah yang memperkenalkan "homeless media". Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan homeless media?

1. Arti homeless media

ilustrasi media sosial (pexels.com/Bastian Riccardi)

Secara harafiah, homeless media merupakan media yang tidak memiliki rumah. Dalam jurnal berjudul "Homeless Media and the Transformation of the Local Information Ecosystem in the Digital Era (2024)", homeless media dijelaskan sebagai karakteristik media yang tidak memiliki "rumah" secara fisik. Artinya, media-media ini berkembang dalam bentuk akun sosial media yang aktif.

Dengan kata lain, homeless media merupakan media digital yang menggunakan media sosial sebagai sarana utama penyebaran konten. Dilansir Paramadina x Mizan, riset yang dilakukan Remotivi-Internews menyebut homeless media merupakan ekosistem distribusi informasi yang tidak terikat pada institusi media, tidak memiliki situs resmi.

2. Mengapa homeless media makin berkembang?

ilustrasi media sosial (unsplash.com/jakob owens)

Profesor Rhenald Kasali, seorang pakar dan peneliti sosial dari Universitas Indonesia dalam laman resmi Dewan Pers, mengatakan bahwa homeless media banyak diinisiasi oleh generasi muda. Homeless media akan mengambil berita dan bisa menyajikan emosi, tetapi rentan menyampaikan hoaks.

Homeless media lekat dengan kecepatan dalam menyampaikan informasi yang mudah dicerna masyarakat. Bergera memanfaatkan media sosial sehingga bisa menekan biaya. Makin lama, homeless media makin berkembang karena dinilai cepat menyebarkan isu-isu publik.

Sayangnya, homeless media lemah terhadap etika dan akurasi. Salah satu tantangannya adalah informasi yang mungkin kurang akurat dan bisa menyebabkan hoaks, tidak menerapkan kaidah jurnalistik, serta tidak ada perlindungan hukum yang jelas.

3. Munculnya homeless media berkaitan dengan banyaknya orang yang menggunakan media sosial

ilustrasi media sosial (unsplash.com/Sweet Life)

Meledaknya homeless media bukan tanpa sebab. Hal ini berhubungan dengan banyaknya orang yang menggunakan media sosial. Data riset dari We Are Social yang dirilis pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan penggunaan media sosial di Indonesia.

Data terbaru menunjukkan pengguna media sosial di Indonesia mencapai 62,9 persen dari total populasi. Masyarakat Indonesia menghabiskan 21 jam 50 menit per minggu untuk 'menyelami' media sosial. WhatsApp merupakan aplikasi yang paling sering digunakan, disusul Instagram yang menduduki peringkat kedua.

Media sosial bukan sekadar pemberi hiburan melainkan memunculkan koneksi hingga membantu seseorang dalam mengambil keputusan. Sebagai generasi muda, kamu juga termasuk orang yang memantau informasi dari homeless media atau gak, nih?

Editorial Team