ilustrasi kuburan (pixabay.com/Carol Colman)
Untuk memahami instrumental grief secara utuh, penting juga melihat bahwa setiap orang memiliki cara berduka yang unik. Ada yang lebih ekspresif secara emosional, ada pula yang lebih praktis dan berorientasi pada tindakan. Namun, kebanyakan orang sebenarnya berada di antara keduanya.
Banyak individu mengalami kombinasi gaya berduka, atau disebut sebagai blended grief. Misalnya, seseorang bisa terlihat sibuk mengurus berbagai hal di awal, tetapi kemudian merasakan emosi yang muncul di waktu tertentu. Perpaduan ini merupakan hal yang wajar dan justru menunjukkan kemampuan adaptasi dalam menghadapi kehilangan.
Faktor budaya, lingkungan, dan pola asuh juga dapat memengaruhi cara seseorang berduka. Karena itu, tidak ada cara yang paling benar atau salah. Setiap proses berduka adalah valid dan perlu dihargai. Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa lebih bijak dalam mendukung diri sendiri maupun orang lain yang sedang menghadapi kehilangan.
Setiap orang memiliki cara berduka yang berbeda, termasuk melalui instrumental grief yang lebih berfokus pada tindakan. Memahami hal ini membantu kita lebih menerima diri sendiri dan tidak mudah menghakimi proses orang lain. Pada akhirnya, yang terpenting adalah memberi ruang bagi diri untuk pulih dengan cara yang paling nyaman.