Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bagaimana Cara Bayar Fidyah Orang Meninggal? Simak di Sini!
Ilustrasi tempat pemakaman (pexels.com/Arbiansyah Sulud)
  • Keluarga wajib menunaikan fidyah atau qadha puasa bagi anggota keluarga yang meninggal dan masih memiliki utang puasa Ramadan, sesuai ajaran Islam dan dalil Al-Qur’an.
  • Perhitungan fidyah didasarkan pada jumlah hari puasa yang ditinggalkan, dengan takaran satu mud (sekitar 675 gram beras) atau nilai uang setara per harinya.
  • Pembayaran fidyah bisa dilakukan dengan memberi makanan langsung kepada fakir miskin atau melalui lembaga amil zakat, disertai niat khusus atas nama almarhum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika seseorang meninggal dunia dan masih memiliki utang puasa Ramadan, maka keluarga wajib menunaikan fidyah atas nama almarhum. Tidak sedikit orang yang masih bingung mengenai hukum, perhitungan, hingga cara pembayaran fidyah bagi keluarga yang meninggal.

Oleh karena itu, ketahui bagaimana cara bayar fidyah orang meninggal agar pelaksanaannya sesuai dengan ajaran Islam. Simak uraiannya di sini, ya!

1. Hukum bayar fidyah orang meninggal

Ilustrasi orang meninggal (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Hukum fidyah bagi orang meninggal yang memiliki utang puasa adalah wajib ditunaikan oleh keluarga atau ahli waris. Cara pertama untuk mengganti puasa orang meninggal adalah qadha puasa. Ini didasarkan hadis sahih berikut:

Hadis dari Aisyah ra

“Dari Aisyah ra [diriwayatkan] bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa meninggal dunia padahal ia berhutang puasa, maka walinyalah yang berpuasa untuknya.” [Muttafaq Alaih].

Cara kedua selain qadha puasa adalah membayar fidyah. Jika orang yang meninggal memilliki harta waris, wajib bayar fidyah dengan harta tersebut. Namun, jika tidak meninggalkan harta, keluarga atau ahli warislah yang wajib membayar fidyah tersebut.

Adapun fidyah orang meninggal diberikan kepada fakir miskin yang benar-benar membutuhkan. Kewajiban untuk membayar fidyah orang meninggal didasarkan pada dalil Al-Qur'an berikut ini:

"Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (tidak berpuasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin." (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menjadi dasar bahwa orang yang tidak mampu berpuasa wajib menggantinya dengan fidyah. Jika orang tersebut meninggal sebelum membayarnya, maka keluarganya wajib menunaikannya.

2. Perhitungan bayar fidyah orang meninggal

Ilustrasi menulis (pexels.com/Monstera Production)

Fidyah orang meninggal dihitung berdasarkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Satu hari puasa yang belum ditunaikan, harus diganti dengan memberi makan satu orang miskin. Berikut perhitungan fidyah orang meninggal yang perlu kamu ketahui.

  1. Takaran fidyah dengan makanan

1 hari puasa = 1 mud (sekitar 675 gram) bahan makanan pokok (misalnya beras).

Contohnya, jika orang yang meninggal dunia masih memiliki utang puasa selama 30 hari, maka fidyah yang harus dibayarkan adalah:

  • 30 hari × 1 mud beras (675 gram) = 20,25 kg beras

  • Jika menggunakan takaran lebih besar, sekitar 1,5 kg per hari x 30 hari = 45 kg beras

  1. Takaran fidyah dengan uang

Selain dengan makanan pokok, beberapa ulama juga memperbolehkan membayar dalam bentuk uang yang setara dengan harga makanan tersebut, atau mengikuti standar yang dipatok lembaga zakat resmi.

Misalnya, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) mematok besaran Rp65.000 untuk 1 hari puasa. Maka, jika menggunakan standar ini; Rp65.000 x 30 hari puasa = Rp1.950.000. Ini adalah total fidyah orang meninggal yang harus kamu bayarkan.

3. Cara bayar fidyah orang meninggal

Ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Defrino Maasy)

Bayar fidyah orang meninggal dilakukan oleh keluarga atau ahli waris. Ada beberapa cara untuk membayar fidyah, kamu bisa pilih cara yang sesuai dengan kemampuan.

  • Memberikan makanan langsung kepada fakir miskin

Cara pertama yang dianjurkan dalam Islam adalah memberikan makanan siap saji atau makanan pokok kepada fakir miskin yang membutuhkan.

Cara membayarnya bisa dengan fidyah 1 hari untuk 1 fakir miskin, atau bisa juga berfidyah sekaligus untuk satu orang miskin. Hitungannya seperti yang sudah dicontohkan di atas.

  • Membayar fidyah melalui lembaga amil zakat

Membayar fidyah melalui lembaga zakat adalah cara yang praktis dan efektif. Fidyah bisa dibayarkan langsung di akhir Ramadan dengan total besaran yang sudah dihitung.

Bagi yang tidak mampu membayar sekaligus, ahli waris bisa mencicilnya sesuai dengan kemampuan. Misalnya, jika hutang puasa 10 hari, akan membayar Rp65.000 per hari (atau besaran lain yang dipilih) selama 10 kali selama Ramadan atau setelah Ramadan.

  • Membaca niat fidyah

Saat hendak membayarkan fidyah untuk orang meninggal, bacalah niatnya terlebih dahulu:

"Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyatal ‘anshaumi ramadhani fulaanibni fulaaninfardha lillahi ta’aala."

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadan untuk Fulan bin Fulan (disebutkan nama orang yang hendak difidyahi), fardhu karena Allah”.

Nah, itulah cara bayar fidyah orang meninggal yang wajib kamu ketahui. Ini menjadi bentuk bakti kepada keluarga yang telah tiada dan sebagai tanggung jawab sesuai ajaran Islam. Jadi, jangan lupa bayarkan fidyah, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team