Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berawal dari Patah Hati, Ini Alasan Guff Perdana Bikin Konten Zodiak

WhatsApp Image 2025-08-28 at 15.23.48.jpeg
Pembuat konten Guff Perdana. (IDN Times/Misrohatun)
Intinya sih...
  • Guff Perdana membuat konten zodiak setelah patah hati
  • Obrolan zodiak menjadi hal umum dalam kehidupan sehari-hari
  • Guff berpesan kepada masyarakat untuk tidak takut membuat konten karena setiap cerita memiliki audiensnya sendiri
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Content creator Guff Perdana mengatakan bahwa sakit hati menjadi awal dirinya membuat konten. Setelah merasa sudah move-on, dia pun beralih dengan topik zodiak di mana sekarang, hal tersebut sudah sangat melekat dengan dirinya.

"Di era kedua ini, nyoba kali ya ngomongin zodiak karena dari dulu tuh gue juga lumayan sering baca-baca. Tapi POV atau si sudut pandang ini diganti. Yang tadinya mungkin orang mau diramal, karena saya tidak ada keturunan paranormal, jadi kenapa enggak kita roasting aja si zodiaknya," ujarnya.

Guff sendiri menjadi pembicara Indonesia Summit 2025 dalam sesi "Viral or Valuable? Balancing Trends with Meaningful Content", bersama Keanu, di Jakarta pada Kamis (28/08/2025).

Obrolan soal zodiak jadi hal yang umum

Lebih lanjut, pria kelahiran Purwakarta itu mengatakan bahwa di dalam kehidupan sehari-hari, obrolan terkait zodiak ini sudah menjadi hal yang umum.

"Aku juga baru sadar kalau misalkan ada dua tipe content creator, ada yang nyaman buat nge-share kehidupan sehari-harinya, ada juga yang lebih pengen cerita apa gitu dengan format dan lain-lain. Tapi hidup gue tuh gak seru," Guff mengatakan.

Sehingga, dia tidak masalah dengan konten apapun yang dibuat oleh pembuat konten asalkan mereka bisa bertanggungjawab dengan kontennya dan berpikir panjang sebelum mengunggahnya di media sosial.

Tak perlu takut dengan pendapat orang

IMG-20250828-WA0063.jpg
Pembuat konten Guff Perdana. (IDN Times/Misrohatun)

Guff berpesan kepada masyarakat yang ingin membuat konten untuk tidak takut dianggap bahwa konten mereka tidak menarik karena setiap orang punya ceritanya masing-masing.

"Aku rasa semua orang punya story yang menarik. Jadi jangan sampai kamu takut ceritanya menarik atau enggak karena pada akhirnya setiap cerita itu punya jodohnya masing-masing, kamu akan punya audience-nya masing-masing," katanya.

Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us