Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Buku dengan Vibes Mirip Studio Ghibli, Cocok buat Healing Tipis-tipis
Cover buku “The Teller of Small Fortunes” & "The Dallergut Dream Department Store" (kolase foto via Goodreads)

Buat kamu yang suka cerita hangat, penuh imajinasi, dan sedikit nuansa magis seperti film-film Studio Ghibli, ada banyak buku yang bisa membawa perasaan serupa. Kisah-kisah ini biasanya sederhana, tapi punya makna dalam, baik tentang persahabatan, keluarga, dan perjalanan menemukan diri sendiri.

Membacanya terasa seperti diajak masuk ke dunia yang tenang, indah, dan kadang bikin hati ikut tersentuh. Berikut rekomendasi buku dengan vibes mirip Studio Ghibli.

1. "Water Moon" by Samantha Sotto Yambao

Cover buku “Water Moon” (foto via Goodreads)

Buku ini mengangkat kisah yang penuh nuansa magis dan emosional tentang perjalanan hidup, kehilangan, dan kesempatan kedua. Ceritanya mengikuti tokoh yang terhubung dengan sebuah tempat misterius bernama “Water Moon,” sebuah ruang di antara kenyataan dan kenangan.

Di sana, waktu terasa berbeda dan setiap orang yang datang membawa beban masa lalu yang belum selesai. Dalam perjalanan cerita, kamu akan diajak memahami bagaimana manusia menghadapi penyesalan dan harapan.

Gaya penulisannya lembut dan puitis, membuat setiap adegan terasa seperti mimpi yang hangat sekaligus sedikit sendu. Buku ini cocok buat kamu yang suka cerita reflektif dengan sentuhan fantasi yang halus.

2. "Wolf Children" by Mamoru Hosoda

Buku (goodreads.com)

Cerita ini berfokus pada seorang ibu muda yang harus membesarkan dua anak setengah manusia, setengah serigala. Kehidupan mereka tidak mudah, karena sang ibu harus menyembunyikan identitas anak-anaknya dari dunia luar sambil tetap memberikan kehidupan yang normal.

Seiring waktu, kedua anak itu mulai menentukan jalan hidup mereka sendiri—apakah ingin hidup sebagai manusia atau mengikuti naluri liar mereka. Cerita ini sangat menyentuh, menggambarkan kasih sayang orangtua, pengorbanan, dan proses tumbuh dewasa dengan cara yang sederhana tapi dalam.

3. "The Teller of Small Fortunes" by Julie Leong

Cover buku “The Teller of Small Fortunes” (foto via Goodreads)

Buku ini bercerita tentang seorang peramal keliling yang hanya memberikan ramalan kecil—hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele. Namun, justru dari hal-hal kecil itulah kehidupan orang-orang perlahan berubah. Ia bertemu berbagai karakter dengan cerita hidup yang unik dan penuh emosi.

Dalam perjalanan itu, si tokoh utama juga menghadapi masa lalunya sendiri yang belum selesai. Ceritanya terasa hangat dan penuh makna, mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar, tapi bisa muncul dari momen-momen sederhana yang sering kita lewatkan.

4. "A Psalm for the Wild-Built" by Becky Chambers

Cover buku “A Psalm for the Wild-Built” (foto via Goodreads)

Buku ini mengambil latar dunia yang damai setelah manusia dan robot berpisah dan hidup dengan cara masing-masing. Tokohnya adalah seorang biksu teh yang merasa hidupnya kurang arah, meskipun dunia di sekitarnya tampak tenang dan seimbang.

Perjalanan berubah ketika ia bertemu robot yang ingin memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia. Dari pertemuan itu, muncul percakapan mendalam tentang tujuan hidup, kebahagiaan, dan arti keberadaan. Ceritanya sederhana, tapi penuh filosofi yang menenangkan.

5. "Stories from Kalinga: A Memoir of a Village Girl" by Joan Saga-oc

Cover buku “Stories from Kalinga: A Memoir of a Village Girl” (foto via Amazon)

Buku ini adalah kisah nyata tentang kehidupan seorang gadis yang tumbuh di desa Kalinga, Filipina. Ceritanya penuh dengan pengalaman masa kecil yang sederhana, dekat dengan alam, dan sangat kental dengan budaya lokal.

Lewat cerita-cerita kecil yang jujur dan hangat, kamu bisa merasakan bagaimana kehidupan di desa membentuk karakter dan cara pandang seseorang. Buku ini terasa seperti kumpulan kenangan yang hidup, penuh rasa syukur, dan mengingatkan kita pada keindahan hidup yang sederhana.

6. "The Dallergut Dream Department Store" by Miye Lee

Cover buku “The Dallergut Dream Department Store” (foto via Goodreads)

Buku ini membawa kamu ke dunia unik di mana mimpi dijual seperti barang di sebuah toko besar. Toko tersebut hanya bisa dikunjungi saat manusia tertidur, dan setiap mimpi memiliki harga serta makna tersendiri.

Tokoh utama bekerja di toko itu dan bertemu berbagai pelanggan dengan latar belakang berbeda. Dari situ, cerita berkembang menjadi refleksi tentang harapan, ketakutan, dan keinginan manusia. Suasananya ringan, imajinatif, dan penuh kehangatan—seperti mimpi yang terasa nyata.

 

7. "The Night Circus" by Erin Morgenstern

Cover buku "The Night Circus" (foto via Goodreads)

Buku ini bercerita tentang sebuah sirkus misterius bernama Le Cirque des Rêves yang hanya buka pada malam hari. Sirkus ini tidak seperti sirkus biasa, karena penuh dengan keajaiban, ilusi, dan pertunjukan yang tampak mustahil. Di balik kemegahan itu, ternyata ada sebuah kompetisi rahasia antara dua pesulap muda, Celia dan Marco, yang sejak kecil sudah dipersiapkan untuk saling berhadapan tanpa mengetahui aturan akhirnya.

Seiring waktu, pertarungan mereka tidak lagi sekadar soal menang atau kalah. Celia dan Marco justru saling jatuh cinta, meskipun mereka sadar hubungan itu bisa membawa konsekuensi besar. Di tengah konflik tersebut, sirkus menjadi panggung utama dari permainan berbahaya yang melibatkan banyak orang tanpa mereka sadari.

Secara keseluruhan, cerita ini menghadirkan suasana magis yang kuat dengan alur yang perlahan namun penuh emosi. The Night Circus tidak hanya tentang sihir, tapi juga tentang pilihan, pengorbanan, dan bagaimana cinta bisa tumbuh di tengah situasi yang rumit dan tidak pasti.

8. "A Thousand Steps Into Night" by Traci Chee

Cover buku "A Thousand Steps Into Night" (foto via Goodreads)

Buku ini bercerita tentang Miuko, seorang gadis yang hidup di dunia penuh roh dan makhluk gaib. Hidupnya berubah ketika ia terkena kutukan yang perlahan mengubahnya menjadi iblis. Karena itu, ia harus meninggalkan rumah dan memulai perjalanan panjang untuk mencari cara mengembalikan dirinya seperti semula.

Dalam perjalanannya, Miuko bertemu berbagai makhluk aneh, menghadapi bahaya, dan belajar banyak hal tentang dirinya sendiri. Cerita ini tidak hanya menampilkan petualangan yang seru, tapi juga menggambarkan perjuangan menghadapi perubahan, menerima diri, dan menemukan arti kekuatan sejati dari dalam diri sendiri.

Rekomendasi buku dengan nuansa ala Studio Ghibli ini bukan cuma sekadar hiburan, tapi juga bisa jadi pelarian sejenak dari rutinitas yang melelahkan. Ceritanya ringan, tapi tetap punya pesan yang bisa bikin kamu berpikir dan merasakan banyak hal.

 

Editorial Team