Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Buku Favorit Andrew Garfield yang Inspiratif, Wajib Baca

Andrew Garfield dalam Church and State
Andrew Garfield dalam Church and State (dok. FX Networks/Church and State)
Intinya sih...
  • The Jesuit Guide to (Almost) Everything – James Martin
  • Trickster Makes This World – Lewis Hyde
  • Thoughts Without a Thinker – Mark Epstein

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Andrew Garfield dikenal bukan hanya sebagai aktor berbakat, tetapi juga sosok yang gemar membaca buku-buku filosofis. Dalam berbagai wawancara dan momen tertangkap kamera paparazi, pilihan bacaannya sering kali mengungkap sisi terdalam dari cara ia memandang hidup. Buku-buku yang ia baca bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk memahami diri sendiri.

Menariknya, daftar bacaan Andrew Garfield cukup beragam, mulai dari panduan spiritual hingga puisi alam yang kontemplatif. Semua buku ini punya benang merah yang sama yakni tentang keberanian untuk menjadi diri sendiri. Berikut lima buku favorit Andrew Garfield yang inspiratif dan layak masuk daftar bacaanmu.

1. The Jesuit Guide to (Almost) Everything – James Martin

The Jesuit Guide to (Almost) Everything.
The Jesuit Guide to (Almost) Everything (goodreads.com)

Buku karya Pastor James Martin ini menjadi panduan spiritual yang penuh humor. The Jesuit Guide to (Almost) Everything membahas bagaimana seseorang bisa menjalani hidup sehari-hari dengan kesadaran dan nilai spiritual ala tradisi Jesuit. Gaya penulisannya ringan, tidak menggurui, dan terasa sangat relevan dengan kehidupan modern.

Andrew Garfield pernah tertangkap kamera membawa buku ini saat nongkrong di kafe favoritnya di New York. Pilihan ini mencerminkan ketertarikannya pada spiritualitas yang praktis dan manusiawi, bukan yang kaku. Buku ini cocok bagi pembaca yang ingin lebih mindful tanpa harus merasa sedang belajar agama secara formal.

2. Trickster Makes This World – Lewis Hyde

Trickster Makes This World.
Trickster Makes This World (publishersweekly.com)

Lewis Hyde mengajak pembaca menyelami sosok trickster yakni figur licik, kreatif, penuh tipu daya, tapi justru penting bagi kemajuan budaya. Dalam buku ini, trickster digambarkan sebagai simbol imajinasi liar manusia yang menantang aturan dan memaksa perubahan. Mereka merepotkan, sering melanggar norma, tetapi justru membuka jalan bagi ide-ide baru.

Andrew Garfield tertarik pada sisi ini, yang sangat relevan dengan dunia seni dan akting. Ia bahkan pernah difoto meminjam buku ini dari perpustakaan, menunjukkan kecintaannya pada bacaan yang menggugah pemikiran. Buku ini terasa pas untuk siapa pun yang tertarik pada kreativitas, seni, dan sisi nakal dari imajinasi manusia.

3. Thoughts Without a Thinker – Mark Epstein

Thoughts Without a Thinker.
Thoughts Without a Thinker (markepsteinmd.com)

Buku ini menjembatani psikologi Barat dengan spiritualitas Timur, khususnya Buddhisme. Mark Epstein menjelaskan bagaimana pikiran, emosi, dan penderitaan manusia bisa dipahami tanpa harus selalu melekat pada ego atau identitas diri. Pendekatannya sangat empatik dan cocok untuk pembaca yang tertarik pada kesehatan mental tanpa stigma.

Bagi Andrew Garfield, buku ini seolah mencerminkan proses refleksi batinnya sebagai aktor yang sering menyelami karakter kompleks dan penuh luka. Thoughts Without a Thinker membantu pembaca memahami bahwa penyembuhan tidak selalu tentang memperbaiki diri, tetapi tentang menerima dan menyadari apa yang sedang terjadi di dalam pikiran.

4. New and Selected Poems – Mary Oliver

New and Selected Poems.
New and Selected Poems (maryoliver.com)

Mary Oliver dikenal lewat puisi-puisinya yang jujur dan dekat dengan alam. Dalam New and Selected Poems, ia menulis tentang kehidupan, kematian, kesunyian, dan keajaiban-keajaiban kecil yang sering luput dari perhatian manusia. Puisinya sederhana, tetapi punya kedalaman emosional yang kuat.

Andrew Garfield sendiri pernah menyebut Mary Oliver sebagai penyair Amerika yang luar biasa. Pilihan ini menunjukkan sisi sensitif dirinya. Buku ini cocok untuk dibaca perlahan, mungkin di pagi hari atau saat sedang butuh jeda dari hiruk-pikuk dunia, karena setiap puisinya terasa seperti ajakan untuk bernapas dan hadir sepenuhnya.

5. Fate and Destiny – Michael Meade

Fate and Destiny.
Fate and Destiny (goodreads.com)

Buku karya Michael Meade ini berbicara tentang takdir dan perjalanan hidup manusia. Fate and Destiny banyak ditujukan bagi mereka yang sedang mencari arah hidup, terutama di usia muda. Meade menggunakan mitos dan cerita kuno untuk membantu pembaca memahami luka, potensi, dan panggilan hidupnya.

Andrew Garfield pernah menyebut Michael Meade sebagai sosok yang sangat bijak dan berpengaruh baginya. Buku ini terasa seperti percakapan dengan seorang mentor yang hangat dan jujur. Pesan utamanya sederhana namun dalam yakni pada akhirnya, pertanyaan terbesar dalam hidup adalah apakah kita benar-benar menjadi diri kita sendiri.

Daftar buku favorit Andrew Garfield di atas bukan hanya mencerminkan siapa dirinya sebagai aktor, tetapi juga sebagai manusia yang terus belajar dan bertumbuh. Dari kelima buku ini, mana yang paling membuatmu penasaran untuk mulai membaca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

Khotbah Jumat 30 Januari 2026, Menyambut Malam Nisfu Syakban!

29 Jan 2026, 23:30 WIBLife