5 Cara Belajar Mengkritik dengan Bijak supaya Pesan Tak Hilang

- Fokus pada perilaku, bukan kepribadian
- Kritik harus fokus pada perilaku, bukan kepribadian
- Kritik yang menyasar pada sifat pribadi dapat membahayakan kesejahteraan
- Pakai sandwich method
- Gunakan teknik komunikasi dengan beberapa lapisan
- Mulai dengan sikap positif, kemudian sampaikan permasalahan, dan tutup dengan pernyataan positif
- Tunjukkan empati dengan memosisikan dirimu di 'sepatu' orang lain
- Kritik bisa disampaikan dengan empati dan menggunakan humor
Niat baik bisa disampaikan seseorang melalui kritik. Sayangnya, terkadang kritik bukan dipahami sebagai saran, tetapi serangan yang membuat pesan utamanya hilang. Maka dari itu, dalam mengkritik, kita perlu menyampaikannya secara bijak supaya inti dari pesannya bisa dipahami dan diterapkan.
Menariknya, belajar mengkritik bisa kita pelajari lewat banyak fenomena. Kritik gak selalu disampaikan dengan amarah untuk bisa sampai di hati pendengarnya. Nah, gimana sih supaya kita bisa mengkritik dengan bijak?
1. Fokus pada perilaku, bukan kepribadian

Psikolog Jeffrey Bernstein Ph.D dalam Psychology Today menerangkan pentingnya menetapkan fokus sebelum mengkritik. Menurutnya, kritik harus fokus pada perilaku atau apa yang seseorang kerjakan, bukan menyasar pada kepribadian.
Jeffrey memberi contoh ketika memberikan kritik kepada pasangan. Alih-alih mengatakan "Kamu gak asyik banget", lebih baik gunakan kalimat "Aku lihat kamu gak nyaman dengan acara ini. Boleh aku tahu kenapa?".
Ada perbedaan dari kedua kalimat tersebut. Maka dari itu, belajar mengkritik seharusnya bisa fokus pada apa yang orang lain kerjakan. Menurut riset dalam jurnal Current Opinion in Psychology (2022), kritik yang ditujukan pada sifat pribadi dapat membahayakan kesejahteraan dan menimbulkan perasaan malu serta sikap defensif.
2. Pakai sandwich method

Ketika sulit menyampaikan kritik, kamu bisa mencoba sandwich method. Ini teknik komunikasi yang menggunakan beberapa lapisan dengan menggabungkan penguatan positif dan saran yang konstruktif. Dengan menggunakan sandwich method, kritik cenderung lebih mudah dicerna dan diterima.
Psikolog asal Amerika, Mark Travers Ph.D dalam Psychology Today, mengatakan bahwa kritik bisa dimulai dengan sikap positif. Coba tonjolkan niat baik terlebih dulu dengan mengapresiasi atau memberikan validasi.
Setelah itu utarakan permasalahan yang mengganggumu disertai dengan dampaknya. Setelah itu, tutup dengan pernyataan positif dan berorientasi ke masa depan.
3. Tunjukkan empati dengan memosisikan dirimu di 'sepatu' orang lain

Psikolog Jeffrey Bernstein mengatakan, kritik bisa disampaikan dengan empati. Kamu bisa menempatkan diri terlebih dulu di posisi orang lain. Kritik akan lebih mudah diterima ketika ada pengalaman atau cerita tentang hal tersebut.
Kamu juga bisa mengkritik menggunakan humor. Kritik yang dikemas dalam bentuk humor, akan membuatnya terasa lebih ringan tanpa menghilangkan esensi dari pesan tersebut.
Demikian beberapa cara belajar mengkritik dengan bijak supaya pesannya masih bisa diterima. Semoga kamu bisa menyampaikan kritik tanpa menjatuhkan atau melukai orang lain, ya!


















