6 Cara Empati pada Tetangga yang Keluarganya Meninggal saat Mudik

- Artikel menyoroti pentingnya menunjukkan empati kepada tetangga yang kehilangan anggota keluarga akibat kecelakaan saat mudik Idulfitri, tanpa menyalahkan pihak mana pun.
- Ditekankan agar tidak pamer kebahagiaan Lebaran di media sosial atau menceritakan perjalanan mudik lancar di depan keluarga berduka demi menjaga perasaan mereka.
- Dianjurkan untuk membantu dengan kunjungan singkat, memberi bahan makanan, serta mengubah acara halalbihalal menjadi doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan dukungan emosional.
Idulfitri seharusnya menjadi hari yang penuh kebahagiaan bagi umat Islam. Saatnya meraih kemenangan setelah sebulan penuh berusaha beribadah sebaik mungkin. Apalagi dengan adanya tradisi mudik serta berkumpul bersama keluarga besar.
Kebahagiaannya menjadi berlipat. Namun, berita buruk dan duka tidak mengenal hari. Kapan pun serta di mana pun hal-hal buruk yang tak terduga bisa menimpa siapa saja. Seperti sejumlah kecelakaan yang diberitakan di media massa.
Niat hati pulang kampung buat merayakan Lebaran bareng keluarga justru berubah menjadi kabar duka. Tak sedikit kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama libur Idulfitri baik ketika arus mudik maupun arus balik. Kalau kebetulan salah satu tetanggamu berduka karena anggota keluarganya turut menjadi korban meninggal dunia, tunjukkan sikap penuh empati seperti di bawah ini.
1. Jangan menyalahkan siapa-siapa dalam kecelakaan tersebut

Sudah bukan waktunya untuk menyalahkan siapa pun. Kecelakaan tragis telah terjadi. Menyalahkan salah satu pihak gak akan mengubah takdir korban yang meninggal dunia. Bahkan sekalipun niatmu membela keluarga tetangga yang sedang berduka.
Cara tersebut justru bisa membuat mereka tambah sulit berdamai dengan kenyataan. Mereka sedang dalam proses menerima kepergian orang terkasih. Bila ucapanmu bikin mereka makin merasa sakit serta membenci pengendara lain dalam kecelakaan tersebut, proses berdamai dengan kenyataan akan terhambat.
Demikian pula jika korban sendiri yang salah. Seperti ia tetap memaksakan diri buat berkendara dalam keadaan mengantuk. Cukuplah dia sudah menerima akibat dari kelalaiannya. Kamu tidak usah memperberat beban psikis keluarga yang ditinggalkan.
2. Juga gak sibuk menceritakan perjalanan mudikmu yang lancar

Kamu tentu sangat boleh mensyukuri perjalanan mudikmu yang lancar tanpa hambatan apa pun. Akan tetapi, tidak tepat apabila cara bersyukurmu dengan sibuk menceritakan perjalanan mudikmu tempo hari. Misalnya, tercetus kalimat untung kemarin dirimu memutuskan tidur di rest area daripada memaksakan terus melanjutkan perjalanan.
Keputusanmu sudah tepat dan berperan besar dalam menghindarkanmu dari kecelakaan lalu lintas. Namun, kalau tetangga yang berduka mendengarnya pasti tambah nelangsa. Memang mereka saat itu ingin cepat sampai di kampung halaman.
Pikir mereka, nanti istirahatnya sekalian di rumah biar puas. Toh, jarak yang tersisa tak terlalu jauh lagi. Akan tetapi, gak ada seorang pun yang bercita-cita berkendara untuk menjemput celaka.
3. Gak usah upload segala tentang Lebaran-mu di medsos yang diikutinya

Dalam suasana duka yang kental menyelimuti rumah tetangga, kamu mesti bersikap penuh empati. Ini memang akan mengurangi kebebasanmu dalam mengekspresikan kebahagiaan merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, kebaikannya sangat besar.
Walaupun galeri smartphone penuh dengan foto serta video perayaan Idulfitri dengan keluarga, lihat-lihat dulu media sosial yang tepat untukmu mengunggahnya. Jangan sampai tetangga yang lagi sedih sekali seperti dicekoki unggahan penuh kebahagiaan dalam keluargamu.
Bila ia mengikuti akun Instagram-mu, tahan diri dari keinginan mendokumentasikan hari raya di situ. Sementara jika kalian cuma terhubung via WA, cukup kamu tidak membuatnya jadi status WA. Di medsos lainnya dirimu masih bebas mengunggah kenangan tersebut.
4. Sesekali mengunjungi, tapi tetap kasih waktu untuk berduka

Dalam kehidupan bersama di satu lingkungan, para tetangga mesti menunjukkan kepedulian yang sehat. Apalagi saat ada warga yang kesusahan. Kamu dianjurkan untuk mengunjunginya secara berkala sekalipun rumahnya terlihat sepi dari luar.
Sedang tidak ada acara doa bersama untuk almarhum atau almarhumah. Tujuan pertama, memastikan keadaan keluarga yang ditinggalkan relatif aman. Jangan sampai ada yang depresi dan melakukan hal-hal berbahaya.
Kedua, sebagai bentuk dukungan agar tetangga lebih siap melanjutkan hidup. Ketiga, supaya mereka tahu bahwa dukanya juga menjadi kesedihan mendalam bagi semua warga. Namun, tetap kasih ruang yang cukup buat mereka berduka. Orang yang sedang sedih mendalam juga perlu ketenangan untuk merenung, beristirahat, serta pelan-pelan mengikhlaskan.
5. Membawakan bahan makanan secukupnya

Tetangga yang tengah diuji dengan kepergian orang terdekatnya barangkali tidak termasuk warga tak mampu. Bahkan boleh jadi ia kaya dan sering menjadi donatur dalam berbagai kegiatan warga. Akan tetapi, pemberian bahan makanan secukupnya memang bukan soal seberapa sulit perekonomiannya.
Ini semata-mata bentuk solidaritas warga. Dalam keadaan duka yang hebat, mustahil keluarga tersebut berbelanja ke pasar. Pikiran seperti kosong dan mereka tak tahu apa yang harus dilakukan.
Keinginan makan juga gak ada. Dengan warga memberikan bahan makanan yang mudah diolah, setidaknya menjadi stimulus untuk mereka tetap menjaga kesehatan dengan makan. Makanan siap santap juga boleh diberikan terutama di hari-hari pertama selepas kabar duka. Selanjutnya baru bahan makanan mentah.
6. Mengubah rencana halalbihalal meriah menjadi doa bersama

Kabar duka itu mengejutkan semua orang di kompleksmu. Tidak seorang pun menduga ini akan terjadi. Oleh sebab itu, rencana awal halalbihalal warga mungkin sangat bertolak belakang dengan situasi terkini.
Misal, jauh-jauh hari semua warga tak terkecuali tetangga yang sekarang tertimpa musibah setuju halalbihalal diselenggarakan dengan meriah. Acaranya tidak hanya bersalam-salaman. Namun, ada pula hidangan yang enak-enak bahkan hiburan.
Akan tetapi, mengingat kondisi berubah dari baik-baik saja menjadi salah satu warga tengah berduka, konsep acara wajib diubah. Kegiatan halalbihalal pasca Lebaran mesti sesederhana mungkin. Ini dapat sekalian dimanfaatkan untuk warga bersama-sama mendoakan almarhum/almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan.
Sikap penuh empati darimu dan warga lainnya adalah separuh obat bagi tetangga yang kehilangan anggota keluarganya. Seandainya hubunganmu dengan mereka kurang baik, mungkin ini saat paling tepat buat kembali berangkulan melalui masa duka. Jangan bersikap cuek apalagi kamu seperti senang kemalangan menimpa mereka.