Ramadan sering terasa seperti jeda kecil di tengah rutinitas yang padat. Ada momen hening setelah sahur, ada waktu tenang menjelang berbuka. Di sela-sela itu, banyak orang mulai lebih peka terhadap pikiran dan perasaannya sendiri. Di sinilah kebiasaan menulis bisa menjadi ruang yang jujur untuk memahami diri.
Melalui journaling Ramadan, kamu punya tempat untuk menaruh semua hal yang mungkin sulit diucapkan. Bukan hanya tentang ibadah, tapi juga emosi, rasa lelah, atau hal kecil yang kamu syukuri hari itu. Menulis membuat pikiran terasa lebih tertata dan jujur. Yuk, simak lima cara konsisten journaling selama Ramadan agar kebiasaan ini bermanfaat bagimu!
