Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sedang Mahal, Ini 8 Cara Kurangi Ketergantungan pada Plastik

Sedang Mahal, Ini 8 Cara Kurangi Ketergantungan pada Plastik
ilustrasi sampah plastik (pexels.com/Julia M Cameron)
Intinya Sih
  • Kenaikan harga plastik menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada produk berbahan plastik dan mendorong gaya hidup ramah lingkungan.
  • Artikel menyoroti delapan langkah praktis seperti membawa wadah sendiri, memakai ulang kresek, hingga memilih kemasan non-plastik sebagai solusi berkelanjutan.
  • Praktisi zero waste Anggia Vicky menekankan pentingnya penggunaan ulang plastik dan kebiasaan kecil konsisten demi mengurangi sampah sekali pakai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Harga yang melonjak drastis, seolah menjadi alarm sekaligus pengingat untuk perlahan melepaskan ketergantungan terhadap produk-produk yang mengandung plastik. Bukan cuma soal harga saja, dampak buruk plastik sudah menjadi isu lingkungan yang harus diperhatikan secara serius. Dengan naiknya harga plastik, ini bisa menjadi titik balik untuk mulai menerapkan gaya hidup baru.

Kenaikan harga plastik justru bisa menjadi pemicu untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, lho! Namun, banyak sekali alternatif yang bisa kita lakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik. Ini dia cara-cara yang bisa kamu aplikasikan.

1. Rajin membawa wadah makan dan minuman sendiri

ilustrasi bekal makan siang (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi bekal makan siang (pexels.com/cottonbro studio)

Mulailah mengurangi ketergantungan terhadap plastik melalui cara-cara yang simpel dan mudah dilakukan. Misalnya, membawa tempat makan atau botol minum pribadi ketika ingin membeli makanan/minuman di luar.

"Kalau belanja, itu aku pasti bawa tas sendiri. Bawa wadah sendiri, jadi dari rumah udah mikir nanti akan belanja apa. Sejumlah wadah itulah yang aku bawa, jadi beneran di-planning," kata Anggia Vicky, konten kreator sekaligus praktisi zero waste living kepada IDN Times pada Rabu (26/5/2025).

Selain itu, kamu bisa mulai rutin membawa tas belanja ke mana pun. Apa yang dilakukannya ini, bisa juga jadi inspirasimu untuk menerapkan hal serupa.

2. Mengganti bubble wrap dengan kertas

ilustrasi mengemas barang dengan bubble wrap (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi mengemas barang dengan bubble wrap (pexels.com/cottonbro studio)

Sering membungkus paket? Kalau selama ini terbiasa menggunakan bubble wrap, mungkin sudah saatnya kamu mempertimbangkan penggunaan honeycomb paper. Honeycomb paper bisa dijadikan pengganti plasik untuk membungkus barang.

Selain ramah lingkungan, honeycomb paper sangat ringan sehingga tidak memperberat biaya ongkos kirim. Meski begitu, honeycomb paper punya desain yang unik sehingga daya tahannya gak kalah dari bubble wrap untuk melindungi barang dari benturan.

3. Plastik kresek bukan sekali pakai, bisa dicuci kalau kotor dan dipakai kembali

ilustrasi kresek hitam (freepik.com/pvproductions)
ilustrasi kresek hitam (freepik.com/pvproductions)

Ada konsepsi yang salah tentang plastik kresek. Sering kali kresek digunakan sebagai plastik sekali pakai. Padahal, kresek bisa digunakan berkali-kali asalkan bersih.

Sebagai praktisi hidup berkelanjutan, Anggia Vicky kepada IDN Times menjelaskan prinsipnya bahwa ia tidak anti pada plastik, melainkan anti pada penggunaan plastik sekali pakai.

"Kresek yang bersih, aku pakai lagi karena sebenarnya plastik diciptakan itu untuk dipakai berkali-kali. Jadi, aku bukan gak pakai plastik sama sekali," katanya.

Dilansir Conservation International, praktik ini termasuk upaya mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Ketika kita terlalu banyak menggunakan produk sekali pakai, sampahnya akan menumpuk di daratan, bahkan bisa menyebabkan pencemaran di darat maupun laut.

4. Thinwall bekas makanan bisa digunakan lagi untuk keperluan lainnya

ilustrasi kotak makanan (freepik.com/freepik)
ilustrasi kotak makanan (freepik.com/freepik)

Kamu punya banyak kompartemen plastik untuk makanan? Biasanya disebut thin wall yang merupakan kemasan multifungsi berbahan plastik untuk makanan maupun tempat penyimpanan lainnya. Jangan membuang thin wall karena bisa digunakan berulang kali.

Kamu bisa menggunakan thin wall untuk menyimpan hal-hal lainnya. Misalnya, menyimpan aksesori rambut, perhiasan, atau barang-barang yang ukurannya kecil. Bahkan, kamu bisa menggunakannya untuk mengirimkan paket.

5. Buang sampah pakai sisa plastik/kresek yang ada

ilustrasi sampah plastik (pexels.com/mikhail-nilov)
ilustrasi sampah plastik (pexels.com/mikhail-nilov)

Kalau punya kresek bekas yang cukup banyak, manfaatkan untuk membuang sampah. Alih-alih membeli kantong plastik baru yang khusus untuk membuang sampah, coba manfaatkan sisa plastik yang ada.

Cara sederhana ini termasuk upayamu untuk hidup lebih ramah lingkungan. Setidaknya, langkah kecil ini bisa memberikan dampak yang luar biasa kalau dilakukan secara konsisten.

6. Utamakan membuang sampah kering dengan kardus

Ilustrasi Sampah Botol Plastik (Pexels.com/ Phong Võ)
Ilustrasi Sampah Botol Plastik (Pexels.com/ Phong Võ)

Dilansir Conversation Internasional, penggunaan kantong sampah plastik itu perlu waktu sampai 100 tahun untuk mengurainya. Maka dari itu, mulailah mengurangi penggunaan plastik dalam hal apa pun, termasuk saat membuang sampah. Caranya, pilah sampah terlebih dahulu.

Untuk sampah-sampah basah, jika bisa, kamu bisa mengolahnya menjadi kompos. Sementara itu, sampah-sampah yang tidak basah bisa dimasukkan ke dalam kardus. Begitu pun ketika memindahkan barang-barang, gunakan tempat penyimpanan selain plastik. Kalau barangnya kecil, kamu bisa membungkusnya dengan honeycomb paper.

7. Kurangi pembelian piring dan gelas sekali pakai

ilustrasi piring plastik (pexels.com/fotios-photos)
ilustrasi piring plastik (pexels.com/fotios-photos)

Usahakan tidak membeli alat makan sekali pakai. Baik itu piring, gelas, maupun sendok dan garpu. Ketika membeli makanan online, kamu bisa meminta kepada pihak restoran agar tidak menambahkan alat makan sekali pakai.

Cara praktisnya supaya lebih aman dan konsisten, kamu bisa membawa sendok, garpu, atau sumpit ke mana-mana. Tanamkan kebiasaan juga untuk membawa botol minum pribadi ke mana-mana. Selain hemat, kamu juga belajar mengurangi penggunaan plastik.

8. Pakai atau beli produk yang kemasannya tidak menggunakan plastik

ilustrasi skincare eco-friendly (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
ilustrasi skincare eco-friendly (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Kesadaran tinggi untuk hidup lebih ramah lingkungan tercermin dari pilihanmu untuk membeli produk yang tidak menggunakan kemasan plastik. Kamu bisa belajar untuk membeli produk-produk dengan kemasan kaca atau material lainnya yang mudah terurai.

Langkah ini juga akan mengajarkanmu untuk mencari produk yang bisa diisi ulang. Meski terkadang membutuhkan usaha lebih, pilihan ini menunjukkan komitmenmu untuk mengurangi sampah plastik, lho!

Itulah beberapa tips praktis untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik. Apakah kamu udah melakukannya?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us