Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Intinya sih...

  • Melatih anak untuk mengambil keputusan sejak dini dengan memberikan pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Ajak anak berdiskusi tentang konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil untuk membantu mereka berpikir lebih matang.

  • Berikan contoh pengambilan keputusan yang baik dan hargai keputusan anak serta berikan dukungan agar merasa dipercaya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemampuan dalam mengambil keputusan merupakan keterampilan penting yang harus diajarkan pada anak sepanjang hidupnya. Sejak usia dini, anak harus dibimbing agar mampu dalam mempertimbangkan berbagai pilihan dan juga memahami konsekuensi setiap keputusan yang diambilnya.

Peran orangtua ternyata sangat besar dalam proses pembelajaran karena anak biasanya akan cenderung meniru pola pikir atau pun sikap yang ada di sekitarnya. Oleh sebab itu, simaklah beberapa cara berikut ini untuk melatih anak agar bisa mengambil keputusan yang baik sejak dini, sehingga hal ini akan terus terbawa sampai dewasa.

1. Berikan pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari

ilustrasi anak dan ibu (pexels.com/Antoni Shkraba)

Melatih anak untuk mengambil keputusan sebetulnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan aktivitas hariannya. Memberikan pilihan, seperti memilih pakaian atau makanan bisa membantu anak untuk belajar bagaimana menentukan keinginannya sendiri.

Melalui pilihan sekecil apa pun, maka anak pun akan belajar bagaimana caranya membandingkan pilihan alternatif dan bagaimana membuat keputusan yang tepat. Proses ini akan melatih keberanian anak untuk menentukan sikap tanpa merasa tertekan atau tergesa-gesa.

2. Ajak anak berdiskusi tentang konsekuensi

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Setiap keputusan pasti memiliki dampak yang harus dipahami oleh anak, sehingga mereka tidak akan mudah mengambil keputusan yang keliru. Orangtua bisa mengajak anak untuk berdiskusi terkait berbagai kemungkinan dari setiap pilihan yang diambil.

Proses diskusi akan membantu anak untuk berpikir dengan lebih matang sebelum mengambil keputusan. Dengan cara ini, maka anak pun akan belajar bagaimana caranya bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi yang muncul dari setiap pilihannya.

3. Berikan anak contoh pengambilan keputusan yang baik

ilustrasi anak dan ibu (unsplash.com/Amy Humphries)

Anak akan belajar banyak melalui pengamatan dari orangtua dan juga lingkungan sekitarnya, sehingga harus tetap memberikan contoh yang baik. Pada saat orangtua menunjukkan proses pengambilan keputusan yang tenang dan logis, maka anak pun akan meniru hal tersebut secara alami.

Contoh nyata ini seolah dapat membantu anak untuk memahami bahwa setiap keputusan tidak bisa diambil secara tergesa-gesa. Sikap tersebut juga menunjukkan betapa pentingnya pertimbangan dan kesabaran untuk menentukan pilihan dalam hidup.

4. Hargai keputusan anak dan berikan dukungan

ilustrasi berbicara dengan anak (unsplash.com/Bruno Nascimento)

Menghargai keputusan anak dapat membantunya untuk tetap merasa dipercaya dan dihargai dalam setiap pilihan. Dukungan orangtua dapat memberikan rasa aman, meski setiap keputusan yang anak ambil mungkin belum sepenuhnya sempurna.

Pada saat anak melakukan kesalahan, maka orangtua perlu memberikan arahan tanpa terkesan menyalahkannya. Pendekatan ini juga dapat membantu anak untuk belajar dari pengalaman dan berusaha memperbaiki keputusannya di masa depan.

Melatih anak mengambil keputusan yang baik merupakan proses yang memerlukan kesabaran dan konsistensi. Dengan pendampingan yang tepat, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan penuh tanggung jawab. Anak pun akan lebih bijak dalam mengambil setiap keputusannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian