Puasa sering bikin tubuh kamu terasa seperti ponsel dengan baterai tinggal sepuluh persen. Baru siang sedikit, energi sudah kedip-kedip minta dihemat. Kepala berat, fokus kabur, dan mood ikut turun tanpa aba-aba. Banyak anak muda menyebut kondisi ini sebagai low battery syndrome, fase ketika semangat lebih cepat habis dibanding hari biasa. Padahal aktivitas tetap menunggu untuk diselesaikan.
Kondisi ini sebenarnya wajar karena ritme tubuh berubah total selama Ramadan. Jam makan bergeser, waktu tidur terpotong, dan kebiasaan harian ikut menyesuaikan. Masalahnya, kamu tetap dituntut produktif seolah gak ada yang berbeda. Kalau gak punya strategi, hari-hari puasa bisa terasa seperti maraton tanpa garis finish. Untungnya, ada beberapa cara sederhana untuk mengakali energi yang menipis.
