Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tips Puasa untuk Lansia Agar Tetap Kuat dan Nyaman Selama Ramadan

Tips Puasa untuk Lansia Agar Tetap Kuat dan Nyaman Selama Ramadan
ilustrasi lansia sedang minum air putih (pexels.com/vlada-karpovich)
Intinya Sih
  • Lansia tetap bisa berpuasa dengan nyaman asalkan memahami kondisi tubuh, menjaga pola makan, dan menyesuaikan aktivitas agar tidak kelelahan selama Ramadan.
  • Pemeriksaan kesehatan sebelum puasa penting dilakukan, terutama bagi lansia dengan penyakit tertentu, untuk memastikan keamanan serta pengaturan obat yang tepat.
  • Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka, cukup minum air, serta istirahat yang cukup menjadi kunci menjaga energi dan kebugaran lansia selama berpuasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Puasa di usia lanjut tetap bisa menjadi momen yang membahagiakan sekaligus menenangkan. Meski kondisi tubuh sudah berbeda dibandingkan saat muda, banyak lansia tetap ingin menjalani Ramadan dengan penuh semangat. Kuncinya adalah memahami kebutuhan tubuh dan menyesuaikan aktivitas agar tetap sehat selama puasa.

Dengan kebiasaan yang tepat, puasa bisa dijalani tanpa harus merasa terlalu lelah atau terbebani. Dukungan keluarga dan perhatian pada kondisi kesehatan juga punya peran penting. Nah, berikut beberapa tips yang bisa membantu lansia menjalani puasa dengan lebih nyaman.

1. Periksa kondisi kesehatan sebelum mulai puasa

ilustrasi cek kesehatan
ilustrasi cek kesehatan (pexels.com/cottonbro)

Sebelum mulai berpuasa, ada baiknya lansia memeriksa kondisi kesehatan terlebih dahulu. Langkah ini membantu memastikan tubuh memang siap menjalani puasa seharian penuh. Dengan begitu, puasa bisa dijalani dengan lebih aman dan tanpa rasa khawatir berlebihan.

Terutama bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit tertentu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan. Dokter bisa memberikan saran yang sesuai, termasuk mengatur jadwal minum obat. Persiapan ini membuat lansia dan keluarga merasa lebih tenang selama Ramadan.

2. Pilih makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka

ilustrasi berdoa sebelum makan
ilustrasi berdoa sebelum makan (pexels.com/onbab)

Apa yang dikonsumsi saat sahur sangat memengaruhi kondisi tubuh sepanjang hari. Lansia sebaiknya memilih makanan bergizi seperti sayur, buah, protein, dan karbohidrat kompleks. Jenis makanan ini membantu menjaga energi tetap stabil lebih lama.

Saat berbuka, mulailah dengan makanan ringan terlebih dahulu. Beri waktu tubuh untuk beradaptasi sebelum makan besar. Cara ini membantu tubuh tetap nyaman dan mencegah masalah pencernaan.

3. Jangan sampai kekurangan cairan

Ilustrasi minum air 2 liter usai makan daging berlemak
Ilustrasi minum air 2 liter usai makan daging berlemak (pexel.com/Kaboompics.com)

Rasa haus bisa terasa lebih berat bagi lansia jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi. Karena itu, penting untuk minum air putih secara cukup antara berbuka dan sahur. Minum secara bertahap bisa membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Selain air putih, lansia juga bisa mengonsumsi buah yang mengandung banyak air. Hindari terlalu banyak minum kopi atau teh karena bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Tubuh yang cukup cairan akan terasa lebih segar dan tidak mudah lemas.

4. Tetap aktif, tapi jangan terlalu memaksakan diri

sepasang lansia memangku bayi
sepasang lansia memangku bayi (pexels.com/pixabay)

Meski sedang puasa, lansia tetap boleh melakukan aktivitas ringan. Aktivitas seperti berjalan santai bisa membantu tubuh tetap bugar. Namun, penting untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang terlalu berat.

Istirahat juga tidak kalah penting untuk menjaga stamina. Tidur yang cukup membantu tubuh tetap kuat selama puasa. Kalau merasa lelah, tidak ada salahnya mengambil waktu istirahat sejenak.

5. Dengarkan kondisi tubuh

ilustrasi ibu dan anak
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/olly)

Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, termasuk lansia. Jika tubuh mulai terasa sangat lemas, pusing, atau tidak nyaman, sebaiknya segera beristirahat. Jangan abaikan sinyal tubuh yang menunjukkan bahwa tubuh butuh jeda.

Menjalani puasa seharusnya tetap membuat tubuh merasa aman dan nyaman. Tidak perlu memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan. Dengan memahami batas kemampuan tubuh, lansia tetap bisa menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan bermakna.

Puasa di usia lanjut bukan tentang memaksakan diri, tapi tentang menjalaninya dengan bijak. Dengan menjaga pola makan, istirahat, dan kesehatan, lansia tetap bisa menjalani Ramadan dengan nyaman. Yang terpenting, puasa tetap menjadi momen yang membawa ketenangan dan kebahagiaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More