6 Cara Mengatasi Perilaku Boros karena Trauma Masa Lalu

- Sadari traumamu dan jangan banyak alasan buat membenarkan pemborosan
- Pisahkan pengalaman masa lalu dengan kondisi keuangan sekarang
- Pahami bahwa hidup bukan untuk membalas dendam masa lalu
Perilaku borosmu saat ini tidak semata-mata pengaruh pergaulan dan kondisi finansial yang memungkinkan untuk itu. Trauma masa lalu juga dapat berpengaruh besar pada setiap keputusan keuanganmu hari ini. Trauma itu berkaitan dengan hal-hal tak menyenangkan seputar uang.
Seperti keluargamu dulu hidup di bawah garis kemiskinan. Sampai-sampai dirimu mengambil tahu atau tempe goreng lebih dari sepotong saja berbuah hukuman. Orangtua tidak mampu kasih jatah satu orang satu potong lauk.
Kamu mengambil melebihi jatahmu berarti mengambil jatah orang lain. Begitu juga trauma dirimu diejek teman karena baju sudah compang-camping dan sebagainya. Kamu perlu memutus rantai trauma ini agar keuangan lebih sehat. Berikut enam cara mengatasi perilaku boros karena trauma masa lalu.
1. Sadari traumamu dan jangan banyak alasan buat membenarkan pemborosan

Misal, kamu selalu berdalih menaikkan gaya hidup ada tujuannya. Itu bukan pemborosan, melainkan untuk mendongkrak citra diri. Kalau citra dirimu naik, kelasmu juga akan naik.
Kamu bisa masuk ke lingkungan pergaulan yang lebih tinggi. Itu bakal membantu hidupmu lebih berkembang. Kenyataannya, ini cuma alasan yang dicari-cari olehmu buat membenarkan perilaku konsumtif.
Dalih tersebut juga untuk mengurangi rasa bersalah yang diam-diam muncul tiap kamu melakukan pembelanjaan yang berlebihan. Dirimu perlu mengakui rasa trauma di masa lalu yang mendorongmu terus mengeluarkan uang saat ini. Kalau dibutuhkan, tuliskan daftar pengalaman tidak menyenangkan seputar uang yang terjadi ketika kamu anak-anak, remaja, bahkan beranjak dewasa.
2. Pisahkan pengalaman masa lalu dengan kondisi keuangan sekarang

Pengalaman masa lalu apa pun kalau dicampuradukkan dengan kehidupan sekarang bisa merepotkan. Orang yang di masa lalu sangat berjaya, tapi sekarang bangkrut dapat sulit bangkit dari keterpurukan. Pikirannya masih terjebak dalam kejayaan masa lampau.
Tingkahnya saja masih seperti seorang bos besar. Dia menjadi enggan segera merintis kembali usahanya dari nol. Ada perasaan itu tidak pantas buatnya.
Begitu pula kamu mesti memberikan garis batas antara pengalaman masa lalu dengan kondisi keuanganmu sekarang. Agar jika pun saat ini kehidupanmu secara ekonomi baik sekali, uang gak dipakai buat membalas dendam terhadap masa lalu. Jangan taruh keduanya di satu kotak.
3. Pahami bahwa hidup bukan untuk membalas dendam masa lalu

Mau sampai kapan kamu memusatkan perhatianmu pada masa lalu yang tidak menyenangkan? Apalagi membiarkannya menentukan perilakumu terkait uang hari ini. Dirimu perlu lebih memperhatikan masa depan.
Hidup bergerak maju dan bukan mundur. Walau tampaknya kini hidupmu juga bergerak maju, itu semu belaka jika orientasimu masih membalas dendam pada masa lalu. Sejauh-jauhnya langkahmu hari ini, titik fokusmu masih ke kehidupan bertahun-tahun lampau.
Kehidupanmu sekarang menjadi tetap gak seoptimal seandainya masa lalu dikesampingkan. Ambil saja sisi-sisi positif dari masa lalu yang penuh trauma seputar uang. Seperti itu telah memotivasimu untuk bekerja keras dan mengubah nasib. Namun, tak usah dirimu menjadi boros cuma buat pembuktian kemampuan finansial.
4. Waspadai sikap boros sekarang bikin pengalaman traumatis terulang

Kamu hebat karena sudah mampu mengubah nasib dengan kerja keras. Dahulu dirimu mau makan mi instan satu bungkus saja susah. Mi itu mesti dibagi dua dan diberi lebih banyak kuah sehingga agak hambar.
Satu keluarga terdiri dari empat orang, tapi mi instan yang dimasak cuma dua bungkus. Maka sekarang dirimu gak perhitungan sama sekali soal makan dan belanja lainnya. Keluar uang sebanyak apa pun bukan masalah.
Terpenting kamu merasa puas. Akan tetapi, dirimu barangkali lupa bahwa setiap tindakanmu hari ini akan membentuk masa depanmu. Jangan sampai pemborosan sebagai bentuk balas dendam terhadap masa lalu justru bikin masa depanmu suram. Uang habis dan kamu kembali merasakan beli mi instan satu saja susah.
5. Apa pun yang dibeli kini tidak mengubah masa lalu

Sudah berapa lama kamu berusaha membalas dendam kepahitan ekonomi di masa lalu dengan jorjoran dalam mengeluarkan uang? Itu dilakukan bertahun-tahun pun tak mengubah satu fakta. Yaitu, masa lalumu tetap sama.
Apa yang terekam dalam memorimu tidak berubah sedikit pun. Contoh, kamu membeli mobil mewah lebih dari 1 miliar rupiah. Dirimu tetap ingat rasanya kaki seperti hampir putus karena berjalan terlalu jauh dari rumah ke sekolah.
Begitu pula pengalaman makan mi instan satu dibagi dua. Dirimu sekarang bisa makan pagi, siang, dan malam di restoran mahal yang berbeda-beda juga tidak menghapus kenangan di masa lalu. Untuk apa kamu membuang lebih banyak uang lagi?
6. Cuma sedikit orang yang peduli

Mungkin ada pemikiran dalam benakmu bahwa semua orang memperhatikan perubahan hidupmu sekarang. Tujuanmu memboroskan uang untuk membalas dendam. Dirimu mau melakukan apa saja demi membuat orang yang pernah mengejek kehidupanmu malu dan menyesal.
Pertanyaannya, dari semua orang yang dikenal dan mengenalmu, berapa banyak orang yang jahat padamu? Barangkali kalau ditotal tidak sampai 50 orang. Ratusan bahkan ribuan orang yang pernah ditemui olehmu tak ambil pusing dengan kemiskinanmu di masa lalu.
Pun dari 50 orang yang pernah jahat padamu, berapa orang yang mengikuti perkembangan hidupmu? Dirimu hendak pamer gaya hidup setiap hari di media sosial juga belum tentu ada 10 orang yang rutin memperhatikan. Kamu seperti sedang berbicara di ruang kosong dan hanya memuaskan ego pribadi.
Hanya karena kamu punya trauma seputar keuangan, jangan lantas lari ke pemborosan. Apalagi itu terus terjadi. Jika beberapa tahun terakhir dirimu melakukannya, segeralah berhenti dan terapkan cara mengatasi perilaku boros karena trauma masa lalu. Jangan menunggu masalah keuangan membelitmu dan masa lalu menjadi masa depan.














![[QUIZ] Pilih Permainan Favorit Upin dan Ipin, Apakah Bakat Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20250528/cover-quiz-10-497ec7ed7fc94e6ef9b9654a1b85ba9a.png)



![[QUIZ] Pilih Tokoh Upin dan Ipin untuk Melihat Tingkat Kedewasaanmu](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-205757-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-bbcab86100b55cd45d995c1c12e6c570.jpg)