Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mengatasi Ruminasi agar Pikiran Lebih Tenang, Stop Overthinking

ilustrasi perempuan meditasi
ilustrasi perempuan meditasi (freepik.com/lifeforstock)
Intinya sih...
  • Sadari pola pikiran yang berulang tanpa menghakimi
  • Batasi waktu khusus untuk memikirkan masalah
  • Alihkan perhatian ke aktivitas fisik ringan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pikiran yang terus berputar tanpa henti sering kali membuat kita kelelahan secara emosional. Ruminasi muncul saat otak sibuk mengulang kejadian, kesalahan, atau kemungkinan buruk yang bahkan belum tentu terjadi. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat pikiran sulit tenang dan emosi terasa makin berat. Jika dibiarkan, ruminasi bisa mengganggu kesehatan mental dan kualitas hidup sehari-hari.

Banyak orang mengira overthinking adalah tanda kepedulian, padahal sering kali itu hanya jebakan pikiran negatif yang berulang. Pikiran terasa aktif, tapi sebenarnya tidak menghasilkan solusi apa pun. Dengan langkah yang tepat, kamu bisa memutus siklus ini secara perlahan dan lebih sehat. Yuk simak lima cara praktis untuk mengatasi ruminasi agar pikiran lebih tenang dan gak terus terjebak overthinking.

1. Sadari pola pikiran yang berulang tanpa menghakimi

ilustrasi perempuan merenung
ilustrasi perempuan merenung (pexels.com/Liza Summer)

Langkah awal untuk keluar dari ruminasi adalah menyadari bahwa pikiranmu sedang terjebak dalam pola yang sama. Banyak orang justru makin stres karena menyalahkan diri sendiri saat overthinking. Padahal, menyadari tanpa menghakimi adalah kunci penting dalam menjaga kesehatan mental. Saat kamu sadar, kamu punya kendali untuk berhenti sejenak.

Cobalah berkata pada diri sendiri bahwa kamu sedang berpikir berlebihan, bukan sedang menghadapi ancaman nyata. Dengan memberi jarak emosional, pikiran jadi lebih netral dan gak terlalu menekan. Cara ini membantu otak keluar dari mode alarm yang berlebihan. Perlahan, kamu akan lebih mudah menenangkan pikiran.

2. Batasi waktu khusus untuk memikirkan masalah

ilustrasi perempuan merenung
ilustrasi perempuan merenung (freepik.com/freepik)

Terus memikirkan satu hal sepanjang hari hanya akan menguras energi mental. Salah satu tips berhenti overthinking yang efektif adalah menetapkan waktu khusus untuk berpikir. Misalnya, beri diri sendiri 15 menit untuk memikirkan masalah tertentu secara sadar. Di luar waktu itu, arahkan perhatian ke aktivitas lain.

Teknik ini melatih otak agar gak sembarangan masuk ke siklus ruminasi. Pikiran tetap punya ruang, tapi tidak mendominasi sepanjang hari. Dengan batas waktu yang jelas, kamu belajar mengendalikan pikiran, bukan dikendalikan olehnya. Cara ini juga membantu menjaga fokus dan emosi lebih stabil.

3. Alihkan perhatian ke aktivitas fisik ringan

ilustrasi perempuan stretching
ilustrasi perempuan stretching (freepik.com/freepik)

Ruminasi sering muncul saat tubuh terlalu pasif dan pikiran dibiarkan mengembara. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, stretching, atau beres-beres bisa membantu menghentikan siklus pikiran negatif. Gerakan tubuh memberi sinyal pada otak bahwa kamu sedang aman dan hadir di saat ini. Ini adalah cara sederhana untuk menenangkan pikiran secara alami.

Kamu gak perlu olahraga berat untuk merasakan efeknya. Aktivitas sederhana yang konsisten sudah cukup membantu mengalihkan fokus. Saat tubuh bergerak, pikiran punya kesempatan untuk beristirahat. Overthinking pun perlahan mereda tanpa perlu dipaksa.

4. Ubah ruminasi menjadi refleksi yang lebih sehat

ilustrasi perempuan journaling
ilustrasi perempuan journaling (freepik.com/freepik)

Berpikir tentang masalah sebenarnya gak selalu buruk, selama arahnya jelas dan konstruktif. Perbedaan ruminasi dan refleksi terletak pada tujuannya. Ruminasi berputar tanpa solusi, sementara refleksi membantu kamu belajar dan melangkah. Ini salah satu cara mengatasi ruminasi yang lebih aplikatif.

Coba tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa dipelajari dari situasi ini. Jika tidak ada hal baru yang bisa diambil, berarti saatnya berhenti memikirkannya. Dengan mengubah sudut pandang, pikiran jadi lebih produktif dan gak melelahkan. Kamu pun belajar berdamai dengan proses.

5. Latih kehadiran penuh di momen saat ini

ilustrasi perempuan duduk menikmati suasana
ilustrasi perempuan duduk menikmati suasana (freepik.com/pvproductions)

Overthinking sering menarik pikiran ke masa lalu atau masa depan. Melatih mindfulness membantu kamu kembali ke momen sekarang tanpa terbebani pikiran berulang. Fokus pada napas, suara sekitar, atau sensasi tubuh bisa jadi jangkar sederhana. Cara ini efektif untuk menjaga pikiran tetap tenang.

Latihan kehadiran penuh gak harus rumit atau lama. Cukup luangkan beberapa menit setiap hari untuk benar-benar hadir. Semakin sering dilatih, semakin mudah kamu keluar dari ruminasi. Pikiran pun terasa lebih ringan dan terkendali.

Mengatasi ruminasi bukan berarti menghilangkan pikiran negatif sepenuhnya, tapi belajar mengelolanya dengan lebih sehat. Dengan langkah-langkah sederhana dan konsisten, kamu bisa keluar dari siklus overthinking yang melelahkan. Ketenangan pikiran adalah proses, bukan hasil instan yang harus sempurna. Yuk, mulai rawat kesehatan mentalmu dari sekarang agar pikiran lebih damai dan hidup terasa lebih seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

Kenapa Korban Child Grooming Sering Tak Sadar Dirinya Dimanipulasi?

13 Jan 2026, 17:36 WIBLife