Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Menghadapi Eco-Anxiety, Kecemasan akan Masa Depan Bumi
ilustrasi orang sedang berkebun (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Eco-anxiety muncul sebagai respons logis terhadap darurat iklim, dan dapat dihadapi dengan langkah kecil seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
  • Berinteraksi langsung dengan alam melalui kegiatan seperti membersihkan sampah atau berkebun membantu menenangkan pikiran sekaligus memberi kontribusi positif bagi kelestarian bumi.
  • Mengatasi kecemasan lingkungan bisa dilakukan dengan mencari informasi akurat, bergabung dalam komunitas pecinta lingkungan, serta rutin berolahraga untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Istilah eco-anxiety terdengar familiar di tengah generasi muda saat ini. Fenomena ini menjadi kekhawatiran nyata yang terjadi di kalangan masyarakat akan masa depan bumi yang kita tinggali. Tentunya, hal ini tak lepas dari maraknya isu global warming serta meningkatnya kesadaran akan lingkungan.

Apakah kamu termasuk salah satu dari mereka yang peduli dan kerap merasa cemas ketika melihat berita mengenai kerusakan alam? Lantas, bagaimana caranya menghadapi eco-anxiety di tengah derasnya arus informasi saat ini?

1. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai

ilustrasi orang sedang minum (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Dikatakan bahwa eco-anxiety itu merupakan suatu hal yang normal. Dilansir laman Kemenkes, kecemasan itu muncul karena sebuah respons logis individu terhadap darurat iklim. Nah, cara untuk menghadapinya ialah dimulai dari langkah kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Bagaimana cara menguranginya? Kamu bisa membawa kantong belanja sendiri atau membawa tumbler sendiri. Gak hanya itu, kamu juga bisa mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless, membawa wadah makan sendiri, dan memilih produk isi ulang dengan menggunakan kemasan lama.

2. Membersihkan sampah dan berkebun

ilustrasi orang sedang berkebun (pexels.com/Gustavo Fring)

Untuk menghindari atau mengatasi stres karena eco-anxiety, kamu bisa membersihkan sampah maupun berkebun. Berkebun bisa jadi healing terbaik, lho, untuk beberapa orang karena interaksi langsung dengan alam. Ketika kamu berinteraksi langsung dengan alam seperti tanah dan tanaman, hal tersebut bisa memberikan efek menenangkan. Aktivitas ini juga bisa bantu kamu fokus pada hal-hal positif, gak hanya memikirkan tentang kerusakan yang terjadi di luar sana.

Jelasnya, berkebun bisa menyegarkan pikiran di samping berkontribusi terhadap area hijau yang diperlukan bumi. Jadi, sudah siapkah benih baru untuk ditanam?

3. Mengedukasi diri dengan informasi yang akurat terkait isu lingkungan

ilustrasi orang menatap gawai (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Meredakan rasa cemas juga bisa dilakukan dengan memahami apa yang sebenarnya terjadi. Alih-alih terlalu fokus pada hal-hal negatif yang muncul, kamu bisa mengedukasi dirimu dengan informasi akurat terkait isu lingkungan. Jangan sampai kamu termakan oleh informasi yang simpang-siur atau berita yang melebih-lebihkan. Informasi semacam itu hanya akan menambah kepanikan tanpa memberikan solusi yang berarti.

Coba saring informasi dari sumber yang kredibel. Selain itu, kamu juga bisa memahami akar masalah dan mengetahui langkah mitigasi yang benar. Dengan cara ini, kamu akan merasa lebih berdaya alih-alih terus merasa cemas dan takut. Pola pikir optimis akan muncul disertai upaya nyata yang berdampak.

4. Bergabung dengan komunitas lingkungan

ilustrasi orang sedang berkebun (pexels.com/cottonbro studio)

Eco-anxiety yang dialami oleh orang-orang bisa dipicu oleh perasaan sendirian. Kamu mungkin merasa berjuang sendiri mengatasi isu lingkungan yang ada. Oleh karena itu, bergabung dengan komunitas sesama pecinta lingkungan bisa jadi cara yang efektif. Teknologi digital saat ini memudahkan kamu menemukan komunitas yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Dengan bergabung dalam sebuah kelompok, kamu akan menyadari ada banyak orang yang punya keresahan dan harapan yang sama. Dalam komunitas itu, kamu bisa saling berbagi tips maupun berdiskusi soal isu terkini. Kamu jadi gak merasa terbebani sendirian oleh masalah dunia yang besar, kamu justru jadi lebih bersemangat karena punya support system yang sehat.

5. Berkegiatan fisik dan olahraga secara teratur

ilustrasi orang berjalan dalam dingin (pexels.com/Dziana Hasanbekava)

Salah satu cara meredakan kecemasan adalah berolahraga. Olahraga gak hanya baik menjaga kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Mengapa demikian? Sebab, ketika berolahraga, tubuh kita akan melepaskan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda stres.

Ada banyak jenis olahraga yang bisa kamu pilih, seperti jogging, bersepeda, jalan santai, atau yoga di area terbuka hijau atau di luar ruangan. Olahraga memungkinkan kamu menghirup udara segar dan merasakan hangatnya sinar matahari. Hal ini bantu pikiranmu lebih rileks dan tenang di samping tubuh lebih bugar.

Eco-anxiety bukan hambatan kamu buat berhenti peduli, ya. Justru perasaan ini bisa jadi bahan bakar kamu untuk bersemangat dan bergerak. Yuk, ubah cemasmu jadi aksi nyata!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team