6 Cara Menikmati Imlek Tanpa Drama Keluarga dan Pertanyaan Kapan Nikah

- Ancang-ancang tolak topik sensitif sejak sekarang
- Jaga perasaan orang lain terkait pertanyaan kapan nikah
- Bersama anak-anak untuk hindari drama keluarga
Mirip dengan momen Lebaran, Imlek juga kerap dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung serta merayakannya bersama keluarga besar. Terutama bagimu yang setiap tahun merayakannya. Sejauh apa pun tempatmu merantau bukan halangan buat pulang.
Namun, berada di tengah keluarga juga tak selalu menyenangkan. Terkadang ada hal-hal yang malah membuatmu malas bertemu apalagi sampai berjam-jam atau seharian. Seperti drama dalam keluarga.
Contoh, kumpul keluarga justru selalu diwarnai perdebatan seputar warisan usaha orangtua. Belum lagi pertanyaan kapan nikah yang membuatmu tak nyaman karena masih lajang. Mumpung masih agak lama, yuk cari tahu cara supaya perayaan Imlek bersama keluarga nanti lebih menyenangkan.
1. Langsung bilang di grup keluarga gak mau bahas topik tertentu

Mumpung Imlek masih cukup jauh, kamu bisa ancang-ancang sejak sekarang. Dirimu tahu potensi terjadi drama dalam pertemuan keluarga lumayan besar. Juga pertanyaan kapan nikah pasti terlontar dari sejumlah orang.
Pasalnya, hampir di setiap acara kumpul keluarga selalu terjadi. Satu-satunya cara mencegahnya kembali terulang saat Imlek nanti ialah dengan dirimu langsung kasih tahu. Tinggalkan pesan di grup WA keluarga.
Intinya, dirimu tidak mau ketika Imlek nanti seperti pertemuan yang sudah-sudah. Kamu sangat berharap tak terjadi drama lagi tentang apa pun. Semua orang harus bisa mengendalikan diri. Kamu juga ogah menjawab pertanyaan kapan nikah. Kalau masih ada orang yang menanyakannya, siap-siap dirimu bersikap cuek atau marah.
2. Jika kamu sudah menikah, jangan rese sama jomlo

Orang yang telah menikah terkadang menjadi sumber teror bagi orang yang belum menikah. Pertanyaan kapan nikah dengan entengnya terlontar. Seakan-akan kamu tidak memedulikan perasaan orang lain yang sudah bosan parah dengan pertanyaan itu.
Bahkan bila dirimu dulu juga gak nyaman dengan pertanyaan yang sama, selepas berkeluarga dapat lupa. Kamu bukannya memutus kebiasaan orang-orang menanyakannya justru ikut melestarikan. Imlek nanti, dirimu harus berjanji lebih bisa menjaga perasaan orang.
Semanis apa pun perkataan dan sikap seseorang, bukan lantas kamu boleh sembarangan bertanya. Justru jika ada orang lain yang mengejar-ngejarnya buat menikah sampai ia tak nyaman, dirimu dapat membantunya lepas dari situasi tersebut. Misal, dengan kamu berkata gak apa-apa menikah nanti-nanti saja bila dia sudah ingin dan benar-benar siap.
3. Kumpul sama orang dewasa sebentar, lalu momong anak-anak

Anak-anak memang suka berisik serta jail. Mengasuh mereka bukan hal mudah dan bikin capek. Namun demikian, berada di antara mereka lebih aman untuk menghindarkanmu dari drama keluarga atau pertanyaan kapan nikah.
Anak-anak tidak peduli mengenai kedua hal tersebut. Mereka cuma suka bermain, bercanda, menikmati hiburan, serta sedikit belajar. Bersama mereka menjadi zona aman supaya kumpul keluarga nanti tak membuatmu bad mood.
Pastinya kamu tetap harus menyapa serta bercakap-cakap dengan keluarga yang lebih tua serta sepantar. Akan tetapi, sebentar saja. Ambil peran sebagai pendamping anak-anak supaya mereka bermain dengan aman. Kalaupun tetap terjadi drama di antara beberapa anggota keluarga dewasa, minimal posisimu jauh dari mereka.
4. Alihkan perhatian mereka ke hal-hal yang lebih aman

Memang agak butuh usaha ekstra darimu supaya drama pas kumpul keluarga ketika Imlek tidak terjadi. Misal, datang saudara yang paling suka membicarakan warisan keluarga. Ini sangat rawan bikin pertemuan berubah menegangkan.
Jadilah orang yang mengarahkan pembicaraan. Dirimu dapat membelokkan percakapan ke berbagai topik yang sejauh mungkin dari soal warisan. Seperti kamu menanyakan perkembangan daerah tempatnya tinggal.
Demikian pula pertanyaan kapan nikah diantisipasi dengan kamu yang mengatur topik. Dirimu dapat terus bertanya seputar kesehatan anggota keluarga yang sudah tua. Mereka senang ditanya hal ini karena merasa diperhatikan. Sampai mereka melupakan pertanyaan kapan nikah yang biasanya ditujukan ke kamu.
5. Ingatkan bahwa Imlek cuma setahun sekali, optimalkan untuk kebersamaan

Orang-orang yang kerap bikin drama di pertemuan keluarga biasanya kurang menyadari pentingnya momen tersebut. Apalagi Imlek tak terjadi setiap hari. Cuma setahun sekali. Masa kumpul keluarga lengkap guna merayakan Imlek diisi dengan ribut-ribut?
Belum tentu di luar Imlek kalian dapat berkumpul dalam formasi selengkap ini. Ini yang perlu dipahami oleh seluruh anggota keluargamu. Katakan dengan penekanan bahwa seharusnya Imlek dimanfaatkan buat menambah keharmonisan keluarga.
Hindari ucapan yang dapat merusak suasana serta mengganggu kenyamanan orang. Termasuk perkara pribadi dan sensitif, yaitu kapan nikah. Terpenting kalian masih dapat berkumpul bersama saat perayaan Imlek. Itu lebih dari cukup.
6. Nonton pertunjukan

Pertunjukan liong dan barongsai sangat menarik untuk disaksikan bersama keluarga. Kelihaian para pemain akan menyedot perhatian kalian. Tidak seorang pun bakal sempat bikin drama atau tiba-tiba menanyaimu seputar pernikahan.
Pun sehabis pertunjukan selesai, kesannya masih amat kuat dalam benak tiap orang. Percakapan niscaya gak jauh-jauh dari apa yang barusan disaksikan bersama. Suasana pertunjukan yang ceria, meriah, dan energik juga membuat perasaan semua orang positif.
Topik-topik yang memicu ketegangan otomatis tersingkir. Barangkali masing-masing orang cuma menceritakan pengalamannya melihat pertunjukan dalam rangka perayaan Imlek di berbagai daerah atau negara. Satu sama lain saling penasaran serta menyimak buat menambah wawasan.
Penting untuk merayakan Imlek bersama keluarga dalam suasana yang hangat. Hindari pertengkaran karena apa pun. Setiap orang harus membawa kesan yang menyenangkan dari pertemuan tersebut.



















