Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ibu dan anak menikmati kue saat berbuka puasa
ilustrasi ibu dan anak menikmati kue saat berbuka puasa (pexels.com/Werner Pfennig)

Intinya sih...

  • Konsumsi magnesium saat sahur untuk mencegah mood swing

  • Manfaatkan paparan sinar matahari pagi selepas shalat subuh

  • Lakukan aktivitas kecil yang ringan dan disukai saat tubuh mulai lelah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cokelat dan aneka kue kekinian memang akan terasa sangat menggoda saat dijadikan takjil untuk berbuka puasa. Rasanya yang manis kerap kali dianggap bisa langsung memperbaiki mood setelah seharian menahan lapar dan haus. Dengan adanya mindset ini, tidak heran jika banyak orang menjadikan makanan manis sebagai pilihan utama saat berbuka.

Namun, terlalu sering mengonsumsi gula justru bisa membuat energi cepat merosot, sehingga tubuh terasa lebih lelah dan mood menjadi tidak stabil keesokan harinya. Alih-alih membantu, kebiasaan ini berpotensi membuat puasa terasa lebih berat secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibagikan empat cara menjaga mood tetap happy selama berpuasa tanpa harus bergantung pada konsumsi gula. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya!

1. Konsumsi magnesium saat sahur untuk mencegah mood swing

ilustrasi tablet magnesium (pexels.com/Odin Mcraig)

Magnesium adalah salah satu mineral esensial yang sangat penting untuk menjalankan reaksi enzimatik dalam tubuh dan menjaga kestabilan mood. Oleh karena itu, kamu bisa mencoba untuk mengonsumsi jenis mineral ini di waktu sahur.

Saat kadar magnesium dalam tubuh terpenuhi, tubuh akan mampu merespons stress dengan tenang, sehingga risiko terjadinya mood swing, peningkatan emosi, dan rasa gelisah bisa lebih berkurang selama berpuasa. Selain itu, magnesium juga bisa mendukung produksi neurotransmitter seperti serotonin yang berkontribusi untuk meningkatkan rasa tenang dan fokus sepanjang hari.

Untuk memenuhi kebutuhan magnesium secara alami, kamu bisa mengonsumsi pisang, bayam, kacang almond, atau tempe saat sahur. Jika kamu ingin asupan yang magnesium yang lebih, kamu bisa meminum vitamin yang mengandung mineral ini sesuai dengan anjuran dokter.

2. Manfaatkan paparan sinar matahari pagi selepas shalat subuh

ilustrasi wanita sedang berjalan kaki (pexels.com/pic Itsuda)

Setelah sahur dan menunaikan shalat subuh, sebaiknya kamu tidak kembali ke kamar untuk tidur lagi. Cobalah untuk membuka seluruh jendela rumah dan berjalan-jalan di sekitar rumah pada waktu tersebut. Paparan sinar matahari pagi bisa mengontrol energi, fokus, hingga menjaga kestabilan mood sebelum memulai aktivitas.

Selain itu, sinar matahari pagi juga bisa merangsang produksi serotonin yang berperan penting dalam menciptakan perasaan tenang, positif, dan bahagia selama menjalani puasa. Cukup dengan meluangkan waktu sekitar 15 menit di luar rumah, kamu bisa duduk di taman membaca buku atau berjalan ringan di sekitar lingkungan rumah sambil menghirup udara segar.

3. Lakukan aktivitas kecil yang ringan dan disukai saat tubuh mulai lelah

ilustrasi wanita sedang melukis (pexels.com/Hatice Baran)

Saat berpuasa, tubuh akan semakin terasa lemas dan mulai lelah menjelang siang hari. Oleh karena itu, agar mood tetap terjaga dalam kondisi puasa, kamu bisa mencoba melakukan aktivitas kecil yang ringan dan disukai. Ini dikarenakan mood seseorang tidak hanya dipengaruhi dari apa yang dimakan, tetapi juga perasaan senang yang muncul saat melakukan hobi yang disukai.

Hal ini sangat penting karena saat energi fisik menurun, otak tetap bisa mendapatkan dorongan positif dan perasaan bahagia tanpa harus bergantung pada konsumsi gula. Beberapa aktivitas yang bisa dicoba untuk dilakukan seperti melukis, membaca novel favorit, merangkai bunga, atau membuat takjil spesial jika hobi memasak. Dengan cara ini, tubuhmu bisa mendapatkan dopamine boost secara alami yang efektif untuk menjaga mood tetap stabil tanpa perlu mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka nanti.

4. Hindari lonjakan gula saat berbuka agar mood tetap terjaga di hari berikutnya

ilustrasi kurma keju butter (pexels.com/Sami Abdullah)

Ketika waktu berbuka puasa tiba, hindari untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis pada urutan pertama. Ini dikarenakan makanan bercita rasa manis bisa mengakibatkan terjadinya lonjakan gula secara berlebihan karena adanya kenaikan gula darah yang terlalu cepat dapat memicu penurunan gula secara drastis di beberapa jam kemudian. Hal tersebut akan memengaruhi kestabilan energi keesokan harinya.

Untuk menghindari terjadinya mood swing di hari puasa yang berikutnya, kamu bisa mulai membatalkan puasa dengan air putih. Kemudian mengonsumsi 3 buah kurma sebagai sumber energi dan serat yang bisa menggantikan rasa lelah setelah seharian berpuasa. Setelah itu, utamakan untuk memakan sumber protein seperti telur, ayam, tahu atau tempe untuk memperlambat penyerapan gula. Cara ini bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mood lebih terjaga di keesokan harinya.

Dengan mengikuti beberapa cara di atas, kamu bisa menjaga mood tetap stabil dan bahagia saat menjalani ibadah puasa tanpa bergantung pada konsumsi gula secara berlebih. Kebiasaan sederhana seperti memperhatikan asupan nutrisi, paparan sinar matahari, dan melakukan aktivitas ringan dapat memberikan dampak besar pada keseimbangan fisik dan mental sepanjang hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian