Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Cara Menjaga Persahabatan Tetap Dekat di Usia 30-an, Gak Harus Sering Ketemu!
ilustrasi bercengkrama dengan teman (pexels.com/yaroslav-shuraev)

Memasuki usia 30-an, banyak hal dalam hidup mulai berubah, termasuk soal pertemanan. Jadwal yang makin padat, tanggung jawab yang bertambah, hingga jarak yang memisahkan bikin intensitas bertemu jadi jauh berkurang. Gak heran kalau kamu mulai bertanya-tanya, kenapa rasanya makin sulit menjaga kedekatan dengan teman lama?

Meski begitu, persahabatan gak harus berakhir hanya karena situasi berubah. Justru di fase ini, kamu ditantang untuk menemukan cara baru agar hubungan tetap hangat dan bermakna. Tenang, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan supaya tetap dekat dengan sahabatmu! Yuk, cek!

1. Sesuaikan ekspektasi, jangan samakan dengan masa lalu

ilustrasi menyapa teman (pexels.com/amina-filkins)

Di usia 30-an, kamu perlu mulai menerima bahwa pertemanan gak akan sama seperti dulu. Kalau dulu bisa ketemu tiap minggu, sekarang mungkin harus puas dengan pertemuan beberapa bulan sekali. Ini bukan tanda hubungan merenggang, tapi memang fase hidup yang berubah.

Daripada kecewa karena jarang bertemu, lebih baik ubah cara pandangmu. Lauren Phillips, PsyD, psikolog klinis di Williamsburg Therapy Group, dikutip dari SELF, menyarankan agar fokuslah pada kualitas waktu yang ada dibadingkan kuantitas. Dengan begitu, hubungan tetap terasa dekat tanpa harus memaksakan keadaan.

2. Terima bahwa temanmu juga berubah

ilustrasi hangout bareng teman (unsplash.com/priscilladupreez)

Seiring waktu, setiap orang pasti berkembang dan berubah. Teman yang dulu suka nongkrong bisa jadi sekarang lebih memilih di rumah bersama keluarga. Kalau kamu terus membandingkan dengan versi lamanya, kamu justru akan merasa kehilangan.

“Tidak perlu merasa kesal atau kecewa. Perubahan ini adalah hal yang wajar dalam proses hidup manusia, dan kita bisa memilih untuk tetap bersyukur atas persahabatan yang pernah kita miliki,” kata Kelley Kitley, pekerja sosial klinis berlisensi, dikutip dari Verywell Mind.

Cobalah mengenal kembali siapa temanmu saat ini. Tertariklah pada cerita, kesibukan, dan fase hidup yang sedang mereka jalani. Dari situ, kamu bisa membangun koneksi baru yang lebih relevan dengan kondisi sekarang.

3. Sesekali nostalgia biar hubungan tetap hangat

ilustrasi bercengkrama dengan teman (pexels.com/yaroslav-shuraev)

Kesibukan sering bikin kita lupa menikmati waktu santai bareng teman. Padahal, mengulang momen lama bisa jadi cara ampuh untuk menghidupkan kembali kedekatan. Kamu bisa mengunjungi tempat favorit dulu atau melakukan aktivitas yang pernah sering dilakukan bersama.

Nostalgia seperti ini bukan cuma seru, tapi juga bikin hubungan terasa lebih dekat. Tawa dan cerita lama bisa muncul lagi tanpa terasa dipaksakan. Dari situ, kamu bisa mengingat kembali kenapa persahabatan itu begitu berharga.

4. Cari cara komunikasi yang realistis dan konsisten

ilustrasi memeriksa handphone (pexels.com/olly)

Gak semua orang punya waktu untuk sering bertemu, dan itu gak masalah. Daripada membuat rencana besar yang sulit direalisasikan, lebih baik pilih cara komunikasi yang sederhana tapi konsisten. Misalnya, menjadwalkan video call singkat setiap bulan.

Meski terlihat sepele, komunikasi rutin seperti ini bisa menjaga koneksi tetap hidup. Kamu tetap tahu kabar satu sama lain tanpa merasa terbebani. Yang penting bukan durasinya, tapi keberlanjutannya.

“Saat kamu melakukan video call berdua, kamu memberikan waktumu untuk mereka dan mereka juga melakukan hal yang sama,” ujar Rachel Goldberg, LMFT, seorang terapis, dikutip dari SELF.

5. Tunjukkan perhatian lewat hal-hal kecil

ilustrasi bermain handphone (pexels.com/karolinagrabowska)

Menjaga persahabatan gak selalu butuh usaha besar. Hal sederhana seperti mengirim pesan, kartu, atau bahkan foto kenangan bisa membuat temanmu merasa diingat. Gestur kecil ini sering kali justru paling berkesan.

Ketika kamu menunjukkan perhatian, hubungan jadi terasa lebih hangat. Temanmu pun tahu bahwa mereka masih punya tempat penting dalam hidupmu. Dari hal kecil seperti ini, kedekatan bisa tetap terjaga.

“Menulis sesuatu sesederhana, “Hai, lagi kepikiran kamu. Semoga harimu menyenangkan” sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kamu ingin tetap terhubung,” jelas Kelley Kitley.

 

6. Manfaatkan voice note biar terasa lebih personal

ilustrasi wanita memegang tablet dan handphone (pexels.com/olly)

Kalau chat terasa terlalu kaku, coba kirim voice note. Lewat suara, kamu bisa menyampaikan emosi, candaan, dan kehangatan yang gak bisa ditangkap lewat teks. Ini bikin komunikasi terasa lebih hidup.

Gak perlu panjang, cukup cerita singkat atau sekadar menyapa. Meski sederhana, cara ini bisa bikin hubungan terasa lebih dekat. Apalagi di tengah kesibukan, voice note jadi solusi praktis yang tetap personal.

Menjaga persahabatan di usia 30-an memang gak selalu mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil. Hubungan mungkin berubah, tapi bukan berarti harus hilang. Selama kamu mau berusaha, kedekatan itu akan selalu punya cara untuk bertahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team