5 Arti Persahabatan di Na Willa, Bisa Dicontoh Juga sama Orang Dewasa!

Na Willa meramaikan deretan film Indonesia yang dirilis spesial untuk menemani libur Lebaran 2026. Tayang pada 18 Maret 2026, film keluarga yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy ini diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo dengan judul yang sama.
Film dan buku Na Willa mengisahkan tentang imajinasi seorang gadis kecil berusia enam tahun bernama Na Willa di Surabaya tahun 1960-an. Kisah persahabatan Na Willa yang alami dan hangat menjadi inspirasi banyak orang yang sudah membaca buku dan menonton filmnya. Inilah arti persahabatan yang dihadirkan oleh Na Willa!
1. Saling mendukung dalam kondisi apa pun

Dikisahkan Na Willa memiliki banyak sahabat, beberapa di antaranya adalah Bud, Dul, dan Farida (Ida). Layaknya anak kecil seusianya, Na Willa menghabiskan waktunya untuk bermain bersama teman-teman setiap hari.
Namun, kisah Na Willa punya konflik, di mana sahabatnya, Dul, mengalami kecelakaan dan harus diopname. Meski demikian, Na Willa bersama para sahabatnya selalu mendukung Dul, walaupun kaki Dul harus diamputasi. Saling mendukung saat susah maupun senang menjadi arti persahabatan di Na Willa yang inspiratif.
2. Menghargai perbedaan

Na Willa sendiri adalah tokoh anak kecil berusia 6 tahun keturunan Tionghoa dan Indonesia Timur. Seperti anak Indonesia lainnya yang berteman dengan anak-anak dari berbagai suku, budaya, dan agama, Na Willa pun juga memiliki sahabat seperti itu.
Selain suku, sahabat Na Willa sendiri punya karakter berbeda seperti Ida yang cadel, Dul si pemberani dan suka menerobos apa saja dan paling jago main, serta Bud, yang ingusnya ga pernah berhenti!
Sementara itu, kecelakaan yang menyebabkan disabilitas juga membuat Dul menjadi berbeda secara fisik. Dari kisah ini, arti persahabatan di Na Willa mengajarkan tentang perbedaan akan selalu ada tapi bukan dijadikan alasan untuk perpecahan.
3. Kesetiaan dalam hubungan persahabatan

Persahabatan Na Willa, Dul, Bud, dan Ida menggambarkan dinamika anak-anak yang natural di sebuah lingkungan gang di Surabaya, dan penuh rasa ingin tahu. Lingkungan yang tadinya ramai, mendadak terasa lebih sunyi karena insiden kecelakaan Dul dan teman-teman bermainnya mulai masuk sekolah.
Perubahan itu membuat Willa ingin mengikuti teman-temannya masuk taman kanak-kanak agar semuanya bisa kembali meriah seperti dulu. Ungkapan Na Willa "Aku mau besok, besok, besoknya lagi, begini terus!", jadi wujud kesetiaan persahabatan anak-anak yang ingin mengikuti teman-temannya dan ingin selalu bersama dalam kondisi apa pun.
4. Mengungkap kejujuran perasaan tanpa penghakiman dari orang sekitar

Arti persahabatan di Na Willa mencerminkan kejujuran dan kepolosan anak-anak, dimana tidak ada kebohongan di antara ucapan maupun sikapnya. Dul si paling berani menunjukkan perasaaannya yang tidak takut, sedih, atau murung saat mengalami musibah kecelakaan sehingga kakinya harus diamputasi. Dul justru dengan bangganya menunjukkan kaki palsu barunya sambil mengatakan "sikilku iso muni" (kakiku bisa berbunyi).
Begitu juga dengan Bud, Na Willa, dan Ida yang bebas mengekspresikan dirinya yang sedang menangis, sedih, kesal, maupun bahagia. Inilah arti sahabat di mana tidak ada penghakiman atas perasaan masing-masing, justru dukunganlah yang didapat dari orang-orang terdekat.
5. Sahabat jadi keluarga yang dipilih untuk tumbuh bersama

Na Willa tumbuh bersama ketiga sahabatnya dengan permainan masa kecil, mulai dari main layangan bersama, kelereng, petak umpet, kasti, dan egrang. Mereka juga sering berbagi cerita di kamar Na Willa yang penuh warna.
Kisah persahabatan Na Willa ini membuktikan bahwa sahabat adalah orang-orang yang dipilih untuk menjadi keluarga dengan banyaknya perhatian dan kasih sayang. Ini merupakan bentuk persahabatan sejati yang dimulai dari masa kanak-kanak, hingga tumbuh dewasa nantinya.
Dengan dukungan yang menyertai Na Willa dan sahabat layaknya sebuah keluarga, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang bahagia, imajinatif, dan bisa menjadi diri sendiri.
Banyak sekali nilai persahabatan dari Na Willa yang bisa dijadikan panutan, dari mulai saling mendukung, menghargai perbedaan, setia, jujur, hingga menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. Kalau menurutmu, apa arti persahabatan itu?