Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rak bumbu (freepik.com/freepik)
ilustrasi rak bumbu (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Gunakan wadah kedap udara yang benar-benar rapat untuk menjaga tekstur dan aroma bumbu.

  • Simpan bumbu di tempat kering dan jauh dari kompor agar tidak cepat menggumpal akibat kelembapan.

  • Jangan masukkan sendok basah ke dalam wadah, gunakan sendok kering untuk mengambil bumbu.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bumbu dapur itu kecil-kecil tapi perannya besar banget buat rasa masakan kamu. Bayangin masak tanpa garam, lada, atau ketumbar, rasanya pasti hambar dan kurang nendang. Tapi pernah gak sih kamu mau pakai bumbu bubuk, eh malah menggumpal dan susah dikeluarkan dari wadah? Atau aromanya sudah gak sekuat dulu karena lembap? Nah, ini tanda kalau cara simpannya perlu diperhatikan lagi.

Bumbu yang lembap bukan cuma bikin ribet saat dipakai, tapi juga bisa menurunkan kualitas rasa. Bahkan dalam kondisi tertentu, kelembapan bisa memicu jamur halus yang gak kelihatan. Sayang banget kan kalau stok bumbu yang kamu beli malah cepat rusak? Supaya tetap kering, awet, dan aromanya terjaga, yuk coba enam cara simpel tapi penting ini.

1. Gunakan wadah kedap udara yang benar-benar rapat

ilustrasi rak dapur mini tempat bumbu (freepik.com/freepik)

Langkah paling dasar tapi sering disepelekan adalah memilih wadah yang tepat. Pastikan kamu menggunakan wadah kedap udara dengan tutup yang menutup rapat. Wadah kaca atau plastik tebal dengan seal karet biasanya lebih aman dibanding plastik tipis biasa. Udara dan uap air dari luar bisa masuk lewat celah kecil, jadi jangan asal pilih tutup.

Kalau tutupnya sudah longgar atau retak, sebaiknya segera ganti. Jangan tunggu sampai bumbu menggumpal baru sadar ada masalah. Wadah yang rapat membantu menjaga tekstur tetap halus dan mudah ditaburkan. Selain itu, aroma bumbu juga tetap kuat saat dipakai. Coba cek sekarang, wadah bumbu kamu sudah benar-benar kedap belum?

2. Simpan di tempat kering dan jauh dari kompor

ilustrasi bumbu dapur (freepik.com/chormail)

Banyak orang menyimpan bumbu persis di samping kompor karena alasan praktis. Memang jadi lebih cepat dijangkau saat memasak. Tapi panas dan uap dari masakan bisa membuat area sekitar kompor jadi lembap. Lama-lama, kelembapan itu masuk ke dalam wadah bumbu setiap kali dibuka. Hasilnya? Bumbu jadi cepat menggumpal.

Sebaiknya simpan bumbu di rak tertutup yang jauh dari sumber panas. Pilih area dapur yang sejuk dan gak terkena uap secara langsung. Kalau perlu, buat satu sudut khusus untuk bumbu supaya lebih terorganisir. Dengan lokasi penyimpanan yang tepat, kualitas bumbu bisa lebih terjaga. Praktis boleh, tapi tetap harus bijak, ya.

3. Jangan masukkan sendok basah ke dalam wadah

ilustrasi bumbu dapur dalam kemasan (pexels.com/Anna Tarazevich)

Kebiasaan kecil ini sering banget dilakukan tanpa sadar. Saat memasak, kamu mungkin langsung ambil bumbu pakai sendok yang sebelumnya terkena air atau kuah. Sisa air itulah yang membawa kelembapan ke dalam wadah. Walaupun cuma sedikit, kalau sering terjadi, bumbu bisa cepat menggumpal. Apalagi untuk bumbu bubuk seperti kaldu atau lada.

Biasakan menggunakan sendok yang benar-benar kering setiap kali mengambil bumbu. Kalau perlu, sediakan sendok kecil khusus di dalam wadah. Pastikan juga tangan kamu gak basah saat membukanya. Kebiasaan sederhana ini bisa bikin bumbu lebih awet. Kecil tapi dampaknya terasa banget.

4. Tambahkan silica gel food grade atau beras

ilustrasi bumbu dapur (freepik.com/flowstudi26)

Untuk menjaga bumbu tetap kering, kamu bisa menambahkan penyerap kelembapan. Silica gel khusus food grade bisa diletakkan di dalam wadah bumbu untuk menyerap uap air. Kalau gak punya, kamu juga bisa pakai sedikit beras yang dibungkus kain tipis. Beras membantu menyerap kelembapan berlebih secara alami.

Pastikan bahan penyerap ini bersih dan gak bercampur langsung dengan bubuk bumbu. Ganti secara berkala supaya tetap efektif. Cara ini sering dipakai untuk menyimpan garam agar gak menggumpal. Simpel dan murah, tapi fungsinya penting banget. Sudah pernah coba trik ini di dapur kamu?

5. Hindari menyimpan bumbu terlalu lama dalam kemasan asli

ilustrasi bumbu dapur tebuka (freepik.com/mkmult)

Kemasan plastik bawaan dari toko biasanya gak cukup kuat untuk penyimpanan jangka panjang. Setelah dibuka, udara mudah masuk dan membuat bumbu cepat lembap. Kalau kamu beli dalam ukuran besar, sebaiknya segera pindahkan ke wadah yang lebih aman. Jangan biarkan terbuka terlalu lama hanya karena merasa 'masih baru'.

Selain lebih awet, bumbu dalam wadah transparan juga lebih mudah dipantau stoknya. Kamu jadi tahu kapan harus beli lagi tanpa harus bongkar semua isi dapur. Penyimpanan yang rapi bikin aktivitas masak jadi lebih nyaman. Sekali pindah wadah, manfaatnya bisa kamu rasakan lebih lama.

6. Bersihkan wadah sebelum isi ulang

ilustrasi bumbu dapur di tempat lembab (pexels.com/Pixabay)

Saat bumbu habis dan kamu ingin mengisi ulang, jangan langsung menuangkan yang baru ke sisa lama. Ada kemungkinan sisa bumbu sebelumnya sudah menyerap sedikit kelembapan. Campuran ini bisa mempercepat penurunan kualitas bumbu baru. Sebaiknya cuci dan keringkan wadah terlebih dahulu sebelum diisi ulang.

Pastikan wadah benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Kamu bisa mengelapnya dengan kain kering dan membiarkannya terbuka beberapa saat. Dengan begitu, gak ada sisa air yang terjebak di dalamnya. Cara ini membantu menjaga bumbu tetap segar dan gak cepat rusak. Sedikit lebih effort, tapi hasilnya sepadan.

Sejatinya, menyimpan bumbu dapur supaya gak lembap itu soal perhatian pada detail kecil. Mulai dari memilih wadah yang tepat sampai menjaga kebiasaan saat mengambilnya. Kalau dibiarkan sembarangan, bumbu cepat rusak dan rasa masakan pun ikut terpengaruh. Padahal kamu pasti ingin hasil masakan tetap maksimal setiap hari. Bumbu yang kering dan harum bikin proses memasak lebih menyenangkan.

Sekarang coba lihat rak bumbu di dapur kamu. Masih ada yang menggumpal atau tutupnya sudah longgar? Jangan tunggu sampai aromanya hilang dan rasanya berubah. Dengan enam cara tadi, kamu bisa mulai menata ulang penyimpanan bumbu supaya lebih awet dan higienis. Yuk, rawat bumbu dapur kamu karena rasanya berawal dari sana!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian