Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Marinasi Daging agar Empuk dan Bumbunya Meresap

ilustrasi marinasi daging
ilustrasi marinasi daging (pexels.com/George Piskov)
Intinya sih...
  • Gunakan bahan asam secara seimbang untuk memecah protein pada daging agar seratnya menjadi lebih lunak.
  • Tambahkan enzim alami seperti nanas, pepaya, atau jahe untuk melunakkan daging tanpa merusak teksturnya.
  • Perhatikan waktu dan suhu marinasi agar bumbu meresap sempurna ke dalam serat-serat daging.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Marinasi merupakan salah satu teknik penting untuk proses pengolahan daging agar teksturnya terasa empuk dan cita rasanya pun semakin kaya. Proses ini bukan hanya sekadar merendam daging di dalam bumbu, namun juga memastikan bahan-bahan yang digunakan dapat memecah serat agar daging lebih mudah pada saat dikunyah.

Banyak orang mungkin merasa bahwa proses marinasi daging sudah dilakukan dengan benar, namun hasil akhirnya masih terasa keras, alot, dan bumbunya tidak meresap hingga ke bagian dalam. Padahal ada beberapa tips penting berikut ini ketika melakukan marinasi daging agar hasilnya tetap empuk dan bumbunya meresap sempurna.

1. Gunakan bahan asam secara seimbang

ilustrasi jeruk nipis (pexels.com/Lisa Fotios)
ilustrasi jeruk nipis (pexels.com/Lisa Fotios)

Bahan asam seperti air jeruk nipis, cuka, atau bahkan yogurt memiliki fungsi penting untuk memecah protein pada daging agar seratnya menjadi lebih lunak. Sayangnya penggunaan yang berlebihan hanya akan membuat tekstur daging menjadi terlalu lembek di bagian luar, namun justru keras di bagian dalam.

Takaran bahan asam harus disesuaikan dengan jenis dan juga ketebalan daging agar proses pelunakannya berlangsung dengan lebih merata. Kombinasikan bahan asam dengan minyak dan bumbu lain agar cita rasanya tetap seimbang dan tidak sampai meninggalkan sensasi asam yang terasa terlalu dominan.

2. Tambahkan enzim alami untuk melunakkan daging

ilustrasi nanas (unsplash.com/Phoenix Han)
ilustrasi nanas (unsplash.com/Phoenix Han)

Beberapa bahan alami seperti nanas, pepaya, atau bahkan jahe ternyata mengandung adanya enzim yang mampu melunakkan serat daging secara lebih efektif. Enzim tersebut bekerja dengan memecah struktur protein agar tekstur daging menjadi lebih empuk tanpa harus dimasak terlalu lama.

Nyatanya penggunaan bahan berenzim harus dilakukan secara hati-hati karena waktu perendaman yang terlalu lama hanya akan membuat dagingnya hancur. Cukup tambahkan dalam jumlah wajar dan batasi waktu marinasi agar teksturnya tetap terjaga dengan baik sesuai keinginan.

3. Perhatikan waktu dan suhu marinasi

ilustrasi marinasi daging (pexels.com/Avraami Barri)
ilustrasi marinasi daging (pexels.com/Avraami Barri)

Waktu marinasi akan sangat menentukan tingkat penyerapan bumbu ke dalam serat-serat daging, terutama untuk potongan yang memang cukup tebal. Justru semakin tebal potongan daging, maka biasanya akan semakin lama pula waktu yang diperlukan agar bumbunya meresap hingga ke bagian tengah.

Proses marinasi sebaiknya dapat dilakukan di dalam lemari pendingin agar kualitas dagingnya tetap terjaga dan tidak mudah terkontaminasi oleh bakteri. Suhu dingin bisa membantu memastikan kesegaran, sekaligus memberikan waktu lebih bagi bumbu untuk bekerja secara optimal tanpa berpotensi merusak teksturnya.

4. Iris dan tusuk daging sebelum dimarinasi

ilustrasi memotong daging
ilustrasi memotong daging (unsplash.com/Usman Yousaf)

Mengiris tipis atau menusuk permukaan daging sebelum dimarinasi ternyata bisa membantu bumbu untuk masuk lebih dalam ke jaringan seratnya. Cara ini sangat efektif untuk potongan besar yang memang sulit menyerap bumbu hanya dari permukaan luarnya saja.

Setidaknya dengan memberikan celah kecil pada daging, maka proses peresapan pun menjadi lebih cepat dan merata tanpa memerlukan penambahan terlalu banyak bumbu. Teknik sederhana ini juga bisa menghasilkan cita rasa yang konsisten setiap bagian ketika daging akan dimasak.

5. Gunakan wadah dan teknik perendaman yang tepat

ilustrasi daging marinasi (pexels.com/Avraami Barri)
ilustrasi daging marinasi (pexels.com/Avraami Barri)

Pemilihan wadah marinasi ternyata memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kualitas daging karena bahan tertentu seperti logam reaktif bisa mempengaruhi rasa dan keamanannya. Gunakan wadah yang berbahan kaca, keramik, atau bahkan plastik khusus makanan agar bumbunya tetap stabil dan tidak bereaksi secara kimia.

Pastikan seluruh permukaan daging terendam atau terlapisi bumbu secara merata dengan cara membaliknya secara berkala selama proses marinasi berlangsung. Teknik ini akan membantu distribusi rasa menjadi lebih seimbang agar setiap bagian daging memiliki tingkat keempukan dan cita rasa yang sama.

Marinasi yang tepat bukan hanya akan membuat daging terasa empuk, namun juga meningkatkan kualitas rasa. Dengan memperhatikan bahan, waktu, dan teknik marinasi yang dilakukan, maka bisa menyajikan hidangan daging yang lezat dan lembut. Ternyata proses marinasi tidak boleh dilakukan sembarangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More

[QUIZ] Makanan Ekstrem yang Melambangkan Karakter Aslimu

16 Feb 2026, 20:30 WIBFood