ilustrasi ustaz memberikan ceramah tarawih (unsplash.com/imam hassan)
Jemaah yang dimuliakan Allah, bersedekah tidak lepas dari landasan Al-Qur’an dan hadis. Allah SWT menjanjikan balasan berlipat ganda bagi orang-orang yang gemar berbagi. Janji ini menjadi motivasi agar umat Islam tidak ragu dalam membagikan sebagian hartanya.
Allah SWT berfirman:
matsalulladzîna yunfiqûna amwâlahum fî sabîlillâhi kamatsali ḫabbatin ambatat sab‘a sanâbila fî kulli sumbulatim mi'atu ḫabbah, wallâhu yudlâ‘ifu limay yasyâ', wallâhu wâsi‘un ‘alîm
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 261)
Pada ayat tersebut, digambarkan betapa besarnya balasan bagi orang-orang yang bersedekah dengan ikhlas. Satu kebaikan yang dilakukan dengan bersedekah dapat diganti berlipat hingga ratusan kali lipat atas izin Allah SWT. Dengan demikian, tak perlu dikhawatirkan bila bersedekah, karena pada dasarnya tidak terdapat kerugian dalam berbagi.
Jemaah yang dimuliakan Allah, sedekah juga memberikan dampak sosial yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Bantuan kepada fakir miskin membantu meringankan beban ekonomi dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketika solidaritas tumbuh, masyarakat menjadi lebih harmonis dan saling peduli.
Dalam konteks kekinian, sedekah dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan transparan. Banyak lembaga sosial menyediakan sarana donasi yang terpercaya dan tepat sasaran. Namun demikian, niat dan keikhlasan tetap menjadi landasan utama dalam beramal.
Jemaah sekalian, di bulan yang penuh keagungan dan penuh keberkahan ini, mari kita menanamkan ketenangan batin melalui sedekah. Saat tangan kanan memberi, hati akan merasakan kebahagiaan yang sulit dijelaskan. Di lain hal, pahala yang diraih pun akan berlipat ganda karena keberkahan bulan Ramadan.