Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/fauxels)

Intinya sih...

  • Lolos BI Checking atau SLIK menunjukkan kedewasaan finansial seseorang, dengan kemampuan membayar cicilan tepat waktu dan tanggung jawab sebagai peminjam.

  • Kedewasaan finansial juga ditandai dengan kemampuan berbicara realistis tentang keuangan, tidak hanya memikirkan tujuan jangka pendek tetapi juga jangka panjang.

  • Dewasa secara finansial juga ditunjukkan dengan sikap tidak perlu flexing atau pamer harta, serta tidak menjadi beban keuangan bagi orang lain.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kedewasaan manusia banyak sekali ukurannya. Ada setidaknya tiga kedewasaan yang bisa tak sejalan. Yaitu, dewasa secara umur atau biologis, dewasa secara psikologis, termasuk emosinya, dan dewasa dalam hal finansial.

Contoh kedewasaan yang gak sinkron ialah orang sudah berumur matang, tetapi masih gampang mengambek. Ada pula orang yang telah berusia 30 tahun lebih dan punya pekerjaan, tapi justru secara finansial belum dewasa. Perhatikan, seseorang sudah menghasilkan uang sendiri saja belum tentu dewasa dari segi keuangan.

Oleh sebab itu, kamu jangan terlalu percaya diri dulu. Boleh jadi dari ukuran finansial dirimu masih harus banyak belajar. Jika kamu memenuhi lima kriteria berikut ini, dapat dikatakan kamu telah memiliki ciri-ciri dewasa secara finansial.

1. Lolos BI Checking

ilustrasi mengurus dokumen (pexels.com/Ivan S)

BI Checking atau yang saat ini beralih menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK sering bikin orang dewasa ketar-ketir. Gak lolos BI Checking berarti seseorang mempunyai riwayat kredit yang buruk. Misalnya, gagal bayar.

Ini menjadi tanda kurangnya kedewasaan secara finansial. Kamu tidak mampu mempertanggungjawabkan konsekuensi sebagai peminjam. Dirimu tak memperhitungkan dengan baik beban cicilan vs kemampuanmu dalam membayar.

Pribadi yang dewasa secara finansial seharusnya bisa membayar cicilannya tepat waktu. Kalaupun terjadi keterlambatan, hanya ketika ada kondisi darurat. Misal, dirimu menjadi korban bencana sehingga tak dapat bekerja dengan normal. Di luar masalah seperti di atas, pembayaran pinjaman harus lancar.

2. Berani membicarakan keuangan secara realistis

ilustrasi mengobrol (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak orang mungkin tidak keberatan membahas masalah keuangan. Namun, dewasa secara finansial bukan semata-mata kamu yang mau mengobrol soal duit. Kalau isi ucapanmu cuma keluhan kurang uang, ini bukan tanda kematangan secara finansial.

Demikian pula jika pekerjaanmu hanya berandai-andai. Misalnya, bila dirimu punya uang sekian, akan digunakan untuk ini itu. Juga alangkah enaknya punya banyak duit. Hidupmu seperti di awang-awang.

Dewasa secara finansial gak begitu. Setiap ucapanmu tentang uang mesti berlandaskan kenyataan. Punya impian boleh, tetapi tetap sadar dengan kondisi saat ini. Berikutny,a tinggal berusaha menghubungkan keadaan sekarang dengan mimpi tersebut dengan kerja keras. Bukan sekadar angan-angan kosong.

3. Gak hanya memikirkan tujuan jangka pendek, tapi juga jangka panjang

ilustrasi seorang pria (pexels.com/Vanessa Garcia)

Kedewasaan finansial juga ditandai dengan seseorang yang tak hanya hidup untuk hari ini. Tentu ada kebutuhan-kebutuhan jangka pendek dan beberapa keinginan yang perlu dicukupi. Namun, kamu tidak menghabiskan uangmu untuk hari ini atau besok saja.

Dirimu bahkan rela menunda kesenangan demi tujuan keuangan yang lebih penting di masa depan. Contoh, jika kamu cuma fokus ke liburan tiap bulan yang penting senang, berarti masih kurang matang dalam hal keuangan.

Apabila dirimu bersedia gak sering-sering liburan supaya uangnya bisa buat mempersiapkan dana pensiun atau investas,i artinya lebih dewasa. Kamu tak seperti anak-anak yang bisa dibikin senang hanya dengan permen yang sebentar, kemudian rasa manisnya habis. Dirimu ingin sesuatu yang lebih awet dan menjamin hidupmu.

4. Tidak flexing meski punya ini itu

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Nadin Sh)

Punya segalanya bukan maknanya perlu dipamerkan. Dirimu sudah di fase memiliki dan menikmati tanpa berisik di sana-sini. Kamu tenang meski tanpa usaha keras buat menutupi kekayaanmu. Dirimu hanya tidak berkoar-koar.

Seakan-akan seluruh dunia harus tahu bahwa kamu punya ini itu. Tidak pamer adalah pilihan sadarmu. Sama sekali bukan karena gak ada yang bisa dipamerkan. Kamu cuma merasa flexing tak berguna sehingga lebih baik ditinggalkan.

Kamu adalah orang berada yang santai. Tidak masalah seandainya pun keengganan flexing membuatmu dikira miskin oleh sebagian orang. Bahkan kamu ditolak menjadi bagian dari sekelompok orang yang mementingkan tampilan mewah.

5. Gak jadi beban keuangan bagi orang lain

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/William Fortunato)

Ini sangat mendasar, tetapi ternyata persoalannya bukan sekadar kamu sudah bekerja atau belum. Jika dirimu masih menganggur, sudah pasti menjadi beban keuangan bagi orang lain. Biaya hidupmu ditanggung orangtua atau saudara, misalnya.

Akan tetapi, kamu telah bekerja serta punya pendapatan sendiri, yang juga bisa tetap menjadi beban finansial untuk mereka. Misal, karena ketidakmampuanmu mengelola keuangan dengan baik. Uang habis terus tanpa kejelasan penggunaan.

Akhirnya utangmu ke sana-kemari dan tak kunjung dilunasi. Malah pinjamanmu terus bertambah. Kamu baru pantas disebut dewasa secara finansial apabila berapa pun pendapatanmu dapat dicukupkan. Dirimu barangkali tidak kaya, tetapi tak pula merepotkan orang soal duit.

Dewasa secara finansial kadang gak bisa dilihat dari penampilan luar saja. Tampilan luar masih bisa menipu. Kondisi asli keuangannya boleh jadi berantakan. Meski begitu, kalau kamu memenuhi lima ciri-ciri dewasa secara finansial, maka pertahankan dengan baik agar hidupmu lebih aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team