Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Contoh Ceramah Tarawih 2026 Malam Keenam tentang Istikamah
ilustrasi ceramah Tentang Istiqomah (pexels.com/Muhammad Adil)

  • Ceramah tarawih malam keenam Ramadan 2026 menyoroti pentingnya menjaga semangat ibadah agar tetap konsisten, tidak hanya di awal bulan suci.
  • Tema istikamah ditekankan sebagai kunci dalam mempertahankan kualitas ibadah, karena amalan kecil yang berkelanjutan lebih dicintai Allah daripada yang besar namun terputus.
  • Umat diajak memperbarui niat dan memohon kekuatan kepada Allah agar tetap teguh beribadah hingga akhir Ramadan dengan penuh keikhlasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ceramah tarawih 2026 malam keenam merupakan waktu yang tepat untuk setiap umat Islam dalam merefleksikan niat dan kualitas ibadah. Memasuki malam keenam Ramadan, biasanya semangat dalam beribadah masih tinggi. Namun, tantangan dalam menjaga konsistensi ibadah mulai terasa karena padatnya aktivitas yang dijalani sehari-hari.

Untuk itu, ceramah tarawih malam keenam bisa menjadi pengingat umat Muslim untuk tidak hanya bersemangat ibadah pada awal Ramadan saja, melainkan mampu menjaga ritme hingga akhir bulan suci. Tema tentang istikamah merupakan pilihan yang cocok dan relevan untuk disampaikan di fase ini. Berikut ini merupakan contoh ceramah tarawih 2026 malam keenam tentang istikamah.

1. Bagian pembuka

Ilustrasi ustaz menyampaikan ceramah tarawih (pexels.com/Alena Darmel)

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Segala puja dan puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat dan iman, sehingga kita dapat berkumpul untuk menjalankan salat tarawih pada malam ini. Tak lupa, mari kita haturkan selawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan hingga ke zaman yang terang benderang seperti saat ini.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang menghidupkan malam Ramadan dengan penuh keimanan dan pengharapan akan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jamaah salat tarawih yang dirahmati Allah, pada malam keenam ini, marilah kita bersama-sama merenungkan satu kata penting dalam kehidupan seorang Muslim, khususnya di bulan Ramadan, yaitu istikamah. Setelah lima hari menjalankan ibadah puasa, mungkin rasanya masih begitu menggebu-gebu. Namun, memasuki malam keenam, mulai terasa ujian konsistensi seperti rasa lelah, kesibukan pekerjaan, dan berbagai hal lainnya yang mengganggu sikap istikamah beribadah.

2. Bagian isi

ilustrasi mendengar ceramah tarawih (pexels.com/Masjid Pogung Rayal)

Jamaah yang dimuliakan Allah, istikamah berarti teguh dan konsisten dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Istikamah bukan hanya tentang semangat sesaat, tetapi tentang kemampuan menjaga komitmen dalam jangka waktu yang panjang. Begitu juga dengan bulan suci ini, Ramadan bukan perlombaan cepat selesai dalam beberapa hari, tetapi perjalanan selama sebulan penuh yang membutuhkan ketahanan iman.

Sering kali kita begitu bersemangat di awal Ramadan dalam membuat target tinggi, seperti khatam Al-Qur’an, selalu tepat waktu dalam mengerjakan salat, atau rutin menjalankan salat-salat sunah lainnya. Apa yang ditargetkan tersebut baik. Namun tanpa istikamah, semangat tersebut bisa menurun sebelum Ramadan berakhir. Padahal, amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus menerus walaupun sedikit, seperti hadis berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Dari Aisyah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: ‘amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang berterusan walaupun jumlahnya sedikit.” (HR. Bukhari no. 6455).

Maka dari itu, pada malam ini, mari kita mengevaluasi diri untuk terus beristikamah dalam menjalankan ibadah Ramadan. Ramadan masih panjang dan janganlah kita kehabisan tenaga di awal dan pertengahan bulan suci ini. Jadikan malam keenam ini sebagai pengingat bahwa kemenangan Ramadan bukan hanya milik mereka yang semangat di awal saja, tetapi milik mereka yang mampu bertahan hingga akhir.

3. Bagian penutup

ilustrasi penceramah tarawih (pexels.com/Alena Darmel)

Jamaah yang dimuliakan Allah, pada tarawih 2026 malam keenam ini, marilah kita memperbarui niat. Kita mohon kepada Allah agar diberi kekuatan untuk tetap menjaga istikamah dalam menjalankan ibadah di bulan suci. Jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa perubahan yang berarti dalam diri kita.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita sebagai hamba yang tetap istikamah hingga akhir hayat. Aamiin ya rabbal alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah contoh ceramah tarawih 2026 malam keenam tentang istikamah. Semangat di awal bulan harus diiringi dengan konsistensi hingga akhir agar tujuan meraih takwa benar-benar tercapai. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa perubahan nyata dalam sikap, perilaku, dan perbuatan sehari-hari kita.

Melalui ceramah ini, mari jadikan malam keenam sebagai momentum untuk memperbarui niat dan memperkuat komitmen dalam beribadah. Istikamah bukan tentang melakukan yang paling banyak, tetapi tentang menjaga yang sudah kita mulai agar tetap berjalan dengan penuh keikhlasan. Semoga Allah meridhoi kita semua untuk terus berada dalam ketaatan hingga bulan suci berakhir.

Editorial Team