Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dampak AI pada Dunia Kencan Modern, Makin Terhubung atau Terputus?

Ilustrasi aplikasi kencan
Ilustrasi aplikasi kencan (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya sih...
  • Meningkatnya peran AI dalam romansa modern
    • AI memengaruhi siapa yang kita temui dan bagaimana percakapan dimulai
    • Kencan berbasis data menimbulkan pertanyaan tentang kecocokan atau kenyamanan
    • Swipe cepat oleh algoritma mengurangi perhatian dan sulit mempertahankan komitmen emosional
    • Mengapa kita justru merasa semakin terputus?
      • Teknologi mengubah cara berkomunikasi dan mengakhiri komunikasi
      • Interaksi digital kurang isyarat emosional, mendorong pencarian yang "lebih baik"
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di dunia yang semakin mengutamakan digital, menemukan cinta tidak pernah semudah ini, namun juga tidak pernah serumit sekarang. Dengan aplikasi kencan, sistem pencocokan berbasis AI, dan alat komunikasi instan di genggaman tangan, para lajang terasa lebih terhubung dibanding sebelumnya.

Namun secara paradoks, banyak orang justru mengaku merasa lelah secara emosional, terputus, dan frustasi dalam menghadapi dunia kencan modern. Teknologi yang dirancang untuk mempertemukan orang-orang ini juga turut membentuk dan terkadang membebani cara kita membangun koneksi romantis yang bermakna.

1. Meningkatnya peran AI dalam romansa modern

Ilustrasi kencan
Ilustrasi kencan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Kecerdasan buatan kini diam-diam menjadi pemain utama dalam lanskap kencan masa kini. Mulai dari algoritma yang merekomendasikan pasangan berdasarkan perilaku dan preferensi, hingga kalimat pembuka yang ditulis AI serta alat optimasi profil, teknologi kini memengaruhi siapa yang kita temui dan bagaimana percakapan dimulai.

Di permukaan, semua ini menjanjikan efisiensi. AI membantu menyaring pilihan, menghemat waktu, dan mempertemukan orang-orang yang mungkin tidak akan pernah bertemu sebelumnya. Namun seiring kencan menjadi semakin berbasis data, muncul satu pertanyaan penting: apakah kita sedang mengoptimalkan kecocokan atau sekadar kenyamanan?

Banyak lajang kini melakukan swipe dengan cepat, dipandu oleh algoritma alih-alih intuisi. Match melimpah, tetapi perhatian semakin langka. Ketika koneksi terasa tak terbatas dan mudah digantikan, komitmen emosional pun menjadi lebih sulit dipertahankan.

2. Mengapa kita justru merasa semakin terputus?

Ilustrasi kencan
Ilustrasi kencan (pexels.com/cottonbro studio)

Meski selalu terhubung, kencan modern sering ditandai dengan percakapan singkat, balasan yang tertunda, ghosting, dan niat yang tidak jelas. Teknologi tidak hanya mengubah cara kita bertemu, tetapi juga cara kita berkomunikasi dan cara kita mengakhiri komunikasi.

Interaksi digital menghilangkan banyak isyarat emosional yang biasanya hadir dalam pertemuan tatap muka, sehingga kesalahpahaman lebih mudah terjadi dan empati lebih sulit tersampaikan. Di saat yang sama, ilusi akan pilihan yang tak terbatas dapat mendorong pola pikir untuk terus mencari yang “lebih baik”, alih-alih merawat koneksi yang sudah ada.

Bagi sebagian orang, kencan berbasis AI juga terasa transaksional. Ketika kecocokan direduksi menjadi data dan pola perilaku, kedalaman emosi dan kerentanan berisiko tersisihkan.

3. Biaya emosional dari kencan berbasis digital

ilustrasi kencan
ilustrasi kencan (pexels.com/Budgeron Bach)

Seiring teknologi mempercepat ritme kencan, banyak single melaporkan sejumlah perasaan, seperti:

  1. Lelah secara emosional akibat percakapan yang berulang
  2. Kurang percaya diri karena perbandingan yang konstan
  3. Ragu terhadap niat orang lain
  4. Merasa kesepian meski sering mendapatkan match

Pengalaman-pengalaman ini menunjukkan adanya jurang yang semakin lebar antara koneksi digital dan koneksi emosional, sebuah jurang yang tidak dapat dijembatani oleh teknologi semata.

4. Mempelajari dampaknya: Survei dating tahunan asia

Ilustrasi kencan
Ilustrasi kencan (pexels.com/Katerina Holmes)

Untuk memahami perubahan ini dengan lebih mendalam, Survei Dating Tahunan mengeksplorasi bagaimana AI dan teknologi mengubah cara orang berkencan, terhubung, dan membangun hubungan di seluruh Asia. Studi ini mengkaji pertanyaan-pertanyaan penting, seperti:

  1. Apakah AI benar-benar meningkatkan hasil kencan atau justru membuatnya terasa kurang personal?
  2. Bagaimana teknologi mengubah ekspektasi terhadap komunikasi dan komitmen?
  3. Mengapa banyak orang merasa terputus meski selalu online?
  4. Apa yang sebenarnya diinginkan para single di dunia kencan yang semakin otomatis?

Dengan mengumpulkan pengalaman dan sudut pandang nyata dari para single di berbagai negara, survei ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perilaku kencan modern, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan emosional yang muncul.

Budaya kencan terus berkembang seiring kemajuan teknologi, namun koneksi manusia tetap menjadi intinya. Memahami bagaimana perasaan orang-orang terhadap AI, alat digital, dan romansa modern sangat penting untuk membentuk hubungan yang lebih sehat dan bermakna di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Alasan Prinsip Stoikisme Jadi Solusi Burnout di Era Hustle Culture

14 Jan 2026, 16:17 WIBLife