Di tengah kehidupan kota yang serba cepat, tekanan finansial menjadi salah satu sumber stres terbesar bagi masyarakat urban. Harga kebutuhan hidup yang terus naik, tuntutan gaya hidup, biaya tempat tinggal, cicilan, hingga rasa takut tertinggal secara sosial membuat banyak orang mengalami financial anxiety atau kecemasan finansial. Kondisi ini bukan sekadar khawatir soal uang, tetapi dapat memengaruhi kesehatan mental secara serius jika berlangsung terus-menerus.
Fenomena ini semakin sering dialami generasi produktif di perkotaan. Di media sosial, banyak orang merasa harus selalu terlihat sukses, produktif, dan mapan secara finansial. Padahal di balik itu, tidak sedikit yang sebenarnya sedang kelelahan secara mental akibat tekanan ekonomi dan ketidakpastian masa depan. Berikut lima dampak financial anxiety terhadap kesehatan mental masyarakat urban.
