Ada orang yang selalu merasa tidak nyaman saat sorotan mengarah padanya. Bukan karena tidak punya kemampuan, tapi karena terlalu terbiasa mengecilkan diri sendiri. Saat dipuji, hatinya justru gelisah, seolah ada yang salah jika ia terlihat. Sikap ini sering disalahpahami sebagai rendah hati, padahal bisa jadi ada sesuatu yang lebih dalam.
Dalam psikologi populer, pola ini dikenal sebagai echoist, kebalikan dari narsistik yang gemar jadi pusat perhatian. Echoist justru tumbuh dengan keyakinan bahwa aman berarti tidak menonjol. Mereka lebih sibuk menjaga kenyamanan orang lain daripada mendengarkan suara sendiri. Yuk simak lima tanda echoist yang sering dianggap normal, padahal pelan-pelan bisa mengikis jati diri kamu!
