Fenomena eksploitasi keterbatasan fisik di media sosial marak terjadi saat ini. Tujuan dari dipublikasikannya konten-konten semacam itu tentu bukan untuk pemberdayaan, tetapi demi algoritma semata. Ironis, bukan? Hal ini lantas menjadi masalah baru bagi disabilitas. Alih-alih memperoleh ruang yang inklusif di dunia digital, kelompok ini justru dijadikan sebagai komoditas.
Dampak dari fenomena tersebut adalah terjadinya inspiration porn, melanggengnya stigma terkait disabilitas sebagai objek belas kasihan, hingga terkikisnya ruang bagi mereka untuk menyuarakan hak secara mandiri. Berikut sejumlah bentuk eksploitasi keterbatasan fisik dan permasalahan kaum disabilitas yang kerap ditemukan di media.
