Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kamu Pernah Burnout Gara-gara Hobi? Ini Penyebabnya
ilustrasi bosan main gitar (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Burnout bisa muncul bukan cuma dari pekerjaan, tapi juga dari hobi yang dijalani tanpa kesadaran diri atau tekanan untuk terlihat keren di mata orang lain.
  • Hobi dapat berubah jadi sumber stres ketika biayanya melebihi kemampuan finansial atau dipaksakan menjadi ladang penghasilan utama tanpa menikmati prosesnya.
  • Menjalani hobi dengan jadwal dan target ketat justru menghilangkan rasa santai; penting untuk rehat sejenak dan evaluasi agar hobi kembali terasa menyenangkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Burnout karena pekerjaan sudah umum terjadi. Beban kerja sangat tinggi sampai tidak menyediakan waktu rehat yang cukup. Hidup seseorang sampai seakan-akan hanya untuk urusan pekerjaannya.

Namun, burnout ternyata juga bisa melanda ketika kamu menggeluti hobi. Hobi atau kegiatan yang digemari seharusnya menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Saat dirimu stres oleh berbagai hal, melakukan hobi semestinya dapat membuatmu merasa lebih baik.

Namun, ternyata hobi pun bisa menimbulkan kelelahan mental yang cukup berat kalau dilakukan tanpa kehati-hatian. Parahnya, apabila hobi saja bikin burnout, dirimu menjadi tak tahu lagi kudu melakukan apa. Semua hal di dunia ini menjadi terasa membosankan. Di bulan kesadaran kesehatan mental atau mental health awareness month ini, pahami sebab-sebabnya dan lakukan perbaikan agar hobi kembali terasa menyenangkan.

1. Hobi berubah jadi beban karena gak dipilih sesuai kata hati

ilustrasi hobi main basket (pexels.com/RDNE Stock project)

Hobi seharusnya bersifat sangat pribadi. Bukan kamu sekadar ikut-ikutan teman-teman, misalnya. Hobi yang tidak lahir dari hati bakal mudah membuatmu mengalami kejenuhan. Contoh, di sekolah murid yang dianggap keren ialah yang hobi basket.

Dirimu ingin terlihat keren juga. Lalu kamu menceburkan diri ke kegiatan ekstrakurikuler basket. Untuk beberapa waktu mungkin dirimu dapat merasakan kegembiraan. Bahkan semangat latihan basket menggebu-gebu.

Supaya kamu cepat jago menguasai bola dan menjadi bintang lapangan. Akan tetapi, sebenarnya hobimu lebih ke hal-hal yang berkaitan dengan komputer. Tak heran apabila kesukaanmu akan basket tidak bertahan lama. Betapa pun dirimu mencoba buat konsisten tetap kesulitan bertahan di ekskul itu tanpa rasa tertekan.

2. Biaya hobi yang melebihi kemampuan juga bikin pusing

ilustrasi FOMO motret (pexels.com/Nam Phong Bùi)

Kalau kamu tertarik dengan hobi yang secara umum berbiaya tinggi, jangan langsung menurutinya. Penting buatmu berani melihat dan mengakui kemampuan finansialmu yang sesungguhnya. Sebab sekalipun aktivitasnya menyenangkan, beban biaya yang gak sesuai kantong akan menjadi sumber stres.

Rasa gembira yang diperoleh justru bakal menurun drastis. Tidak sebanding lagi antara rasa senang dari hobi tersebut dengan stres akibat kamu kepikiran soal uang. Bagaimanapun juga, kebutuhanmu banyak.

Jika dana yang tersedia terlalu tersedot untuk membiayai hobi niscaya muncul rasa ketar-ketir. Bagaimana seandainya berbagai kebutuhan lain menjadi gak terpenuhi dengan baik? Sebisa mungkin geluti hobi yang sesuai kocek saja. Atau, hobinya tetap sama tetapi cari alternatif cara yang lebih ramah kantong.

3. Atau, usaha terlalu keras mengubah hobi menjadi sumber cuan

ilustrasi menghias gerabah (pexels.com/Nurul Sakinah Ridwan)

Memang akan sangat menyenangkan apabila hobi dapat mendatangkan uang. Kamu bukannya tekor harus membiayai hobi, justru mendapatkan tambahan penghasilan. Perasaanmu ketika menjalaninya tentu makin positif.

Akan tetapi, kamu bakal pusing kalau mewajibkan bisa dapat uang dari hobi. Apalagi berharap sekali dirimu bisa sepenuhnya hidup hanya dari hobi. Tentu itu tidak mustahil. Namun, gak banyak orang yang dapat melakukannya.

Dirimu tak perlu berputus asa untuk mencobanya. Akan tetapi, jalani secara santai saja. Jangan mengharuskan begini begitu seolah-olah seandainya hobi itu gak menghasilkan uang, kamu tak bisa hidup layak. Tetap utamakan rasa enjoy baru uang jika dirimu beruntung.

4. Hobi dijalankan dengan jadwal dan target ketat

ilustrasi bosan membaca (pexels.com/www.kaboompics.com)

Disiplin ketat bukan cara yang pas untuk menjalani hobi. Disiplin begini lebih cocok diterapkan ketika kamu bekerja, bersekolah, atau berkuliah agar semua tugas selesai dengan baik. Begitu juga dengan target-target untuk memastikan ada kemajuan dalam pekerjaan atau proses belajarmu.

Sementara ketika kamu menjalani hobi perlu suasana yang lebih santai. Bahkan ketika hobimu masih berkaitan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Contohnya, hobi membaca.

Jika kamu mewajibkan diri membaca di jam-jam tertentu setiap hari, belum tentu pasti bisa. Kadang di waktu tersebut dirimu masih ada kegiatan penting. Juga target sekian puluh halaman sekali baca. Padahal, sering kali dirimu sudah mengantuk berat dan capek selepas bekerja. Longgarkan kedisiplinan serta target supaya hobi terasa menyenangkan lagi.

5. Rehat sejenak dari hobi yang bikin jenuh untuk evaluasi

ilustrasi bosan bercocok tanam (pexels.com/Mikhail Nilov)

Burnout saat menjalani hobi juga perlu diatasi seperti kejenuhan dalam bekerja. Kalau tidak, bukan hanya hobi itu menjadi sama sekali tak menarik lagi. Efek bad mood yang kuat dapat menjadi kendala serius dalam keseharianmu.

Ketika rasa bosan melakukan hobi mulai terasa, sebaiknya dirimu mengambil waktu buat rehat. Berhenti dulu melakukan hobi itu kemudian lakukan evaluasi. Temukan apa yang kira-kira bikin aktivitas tersebut tidak lagi terasa menyenangkan dan malah membebanimu.

Jika kamu terus memaksakan diri untuk menjalani suatu hobi, ketiadaan rasa senang bikin segalanya seolah-olah sia-sia. Sekadar gak ngapa-ngapain malah kadang lebih baik. Ketimbang kamu seperti diwajibkan melakukan hobi padahal sudah burnout.

Orang dewasa disarankan untuk tetap memiliki dan menjalani hobi guna menyeimbangkan hidup. Dengan punya kegiatan yang digemari, kamu diharapkan bisa refreshing dari rutinitas yang melelahkan. Bila dirimu justru burnout karena hobi berarti ada yang kurang tepat baik dari pemilihan kegiatan maupun cara menjalaninya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team