Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Halal Bihalal: Sejarah dan Maknanya dalam Budaya Lebaran

Halal Bihalal: Sejarah dan Maknanya dalam Budaya Lebaran
Ilustrasi berkumpul (pexels.com/ds rexy)
Intinya Sih
  • Halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia saat Lebaran untuk saling memaafkan, menjaga silaturahmi, dan mempererat hubungan dalam suasana hangat tanpa aturan baku.
  • Tradisi ini mulai populer sejak awal abad ke-20 dan pernah digunakan KH Wahab Chasbullah pada masa Presiden Sukarno untuk merajut kembali hubungan para tokoh bangsa.
  • Hingga kini, halal bihalal tetap hidup di keluarga, kantor, dan komunitas sebagai simbol keikhlasan serta cara sederhana memperkuat persaudaraan sosial setelah Idul Fitri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setiap Lebaran, halal bihalal selalu jadi momen yang ditunggu. Entah di rumah, lingkungan sekitar, atau kantor, acara ini jadi ajang bertemu dan saling memaafkan dalam suasana santai dan penuh kehangatan.

Meski sudah akrab di telinga, halal bihalal sebenarnya adalah tradisi khas Indonesia. Istilahnya memang tidak tertulis langsung dalam ajaran agama, tapi nilai di baliknya sangat sejalan dengan Islam dengan menjaga silaturahmi dan membersihkan hati. Yuk, simak bagaimana halal bihalal tumbuh jadi bagian penting dari budaya Lebaran kita!

1. Apa itu halal bihalal?

Ilustrasi berkumpul
Ilustrasi berkumpul (pexels.com/ Wahyu Prabowo)

Secara sederhana, halal bihalal adalah momen saling bermaafan setelah Idul Fitri. Biasanya dilakukan dengan bersalaman, berkunjung ke rumah keluarga atau teman, dan menghadiri acara silaturahmi bersama. Tidak ada aturan baku, yang penting niatnya tulus untuk memperbaiki hubungan.

Istilah halal bihalal berasal dari serapan bahasa Arab yang dimaknai sebagai saling mengikhlaskan kesalahan. Tujuannya sederhana, yaitu membersihkan hati dan menjaga hubungan tetap harmonis. Para ulama dan cendekiawan Muslim menilai tradisi ini sejalan dengan ajaran Islam karena memperkuat ukhuwah dan nilai hablum minannas, meski tidak termasuk ibadah ritual.

2. Sejarah dan makna halal bihalal

Ilustrasi berkumpul
Ilustrasi berkumpul (pexels.com/Thirdman)

Halal bihalal dikenal sebagai tradisi yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Sejumlah catatan sejarah menyebut istilah ini mulai populer pada awal abad ke-20, seiring berkembangnya budaya silaturahmi Lebaran di masyarakat Muslim Nusantara.

Salah satu cerita yang sering dikaitkan dengan halal bihalal datang dari masa Presiden Sukarno. Pada tahun 1948, KH Wahab Chasbullah disebut mengusulkan konsep halal bihalal untuk mempertemukan para tokoh bangsa yang sedang berselisih. Dari sinilah, halal bihalal kemudian dikenal luas sebagai sarana merajut kembali hubungan yang renggang.

Makna halal bihalal pun berkembang, tidak hanya sebatas maaf secara pribadi, tetapi juga sebagai jalan untuk menciptakan keharmonisan sosial. Tradisi ini mengajarkan bahwa meminta dan memberi maaf adalah langkah penting untuk menjaga persatuan.

3. Tradisi halal bihalal di tengah masyarakat

Ilustrasi berkumpul
Ilustrasi berkumpul (pexels.com/ds rexy)

Tradisi halal bihalal paling terasa di lingkungan keluarga. Biasanya dimulai dengan sungkeman dan saling memaafkan, sederhana tapi menyentuh. Dari momen ini, ada niat tulus untuk merapikan kembali hubungan dan memulai hari-hari setelah Lebaran dengan hati yang lebih lapang.

Di luar keluarga, halal bihalal juga hidup di kantor, sekolah, dan berbagai komunitas. Suasananya santai, ada makan bersama, obrolan ringan, dan doa penutup. Tanpa terasa, pertemuan seperti ini membuat hubungan yang sempat renggang jadi lebih dekat dan hangat.

Para cendekiawan menilai kekuatan halal bihalal justru terletak pada kesederhanaannya. Quraish Shihab pernah menyampaikan bahwa memaafkan bukan hanya tentang orang lain, tetapi juga tentang membebaskan diri dari beban emosi. Sementara itu, Hasyim Muzadi melihat halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang efektif menjaga persaudaraan sosial. Itulah sebabnya tradisi ini tetap hidup dan terasa relevan setiap Lebaran.

Halal bihalal adalah cara sederhana untuk saling memaafkan dan menjaga kebersamaan di momen Lebaran. Tradisi ini tetap relevan karena lahir dari nilai keikhlasan dan silaturahmi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us