Tidak semua quarter life crisis datang dengan air mata, konflik besar, atau masalah yang tampak jelas. Pada sebagian orang, krisis justru hadir dalam bentuk yang lebih sunyi: hidup terlihat baik-baik saja, pekerjaan ada, rutinitas berjalan, namun di dalam diri muncul rasa kosong yang sulit dijelaskan. Tidak ada yang “salah”, tetapi juga tidak ada yang benar-benar terasa bermakna.
Kondisi ini sering membingungkan karena tidak sesuai dengan gambaran krisis yang selama ini dikenal. Banyak orang akhirnya memilih diam, merasa tidak berhak mengeluh, dan memaksa diri untuk bersyukur. Padahal, perasaan hampa yang berlarut-larut tetap layak dipahami dan dihadapi dengan serius. Yuk, pahami penyebabbya!
