ilustrasi lansia (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Kamu mungkin pernah mendengar istilah belajar sepanjang hayat. Ternyata, belajar memang bukan hanya jadi kesenangan bagi mereka yang masih muda, namun juga menjanjikan manfaat bagi para lansia.
Belajar berbagai macam hal, termasuk bahasa baru, memberikan efek positif pada kesehatan pikiran. Dilansir Martha Stewart, sebuah studi tahun 2019 terhadap orang berusia 59 hingga 79 tahun menemukan bahwa mereka yang mengikuti program bahasa kedua selama empat bulan mengalami peningkatan kemampuan kognitif.
"Ada semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mempelajari hal-hal baru sepanjang hidup bersifat neuroprotektif," kata Art Kramer, PhD, direktur pendiri Pusat Kesehatan Kognitif dan Otak di Universitas Northeastern, dikutip Martha Stewart.
Bukan hanya bahasa baru, proses belajar secara umum juga bermanfaat bagi kemampuan kognitif lansia. Seiring bertambah usia, tantangan kognitif mulai berkurang. Padahal, tantangan ini sebenarnya punya manfaat tersendiri, lho.
Tantangan mengaktifkan bagian serebelum otak yang mengatur perilaku yang lebih otomatis dan refleksif. Mempelajari hal baru akan menjadi tantangan tersendiri bagi otak, sehingga otak akan lebih aktif. Alhasil, kekuatan memori lansia bisa jadi lebih tajam, nih.