Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Hobi Sederhana yang Menguatkan Fisik serta Daya Ingat Lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/RDNE Stock project)

Memasuki masa senja, bukan berarti lansia harus berdiam diri saja di rumah. Sebaliknya, momen ini merupakan waktu yang tepat untuk tetap aktif demi menjaga kesehatan tubuh.

Ada banyak pilihan hobi seru yang bisa dicoba para lansia, nih. Menariknya, deretan hobi ini gak cuma bikin badan makin bugar namun juga mempertajam daya ingat.

Kamu mungkin penasaran, kegiatan apa saja yang bermanfaat bagi lansia serta cocok dijadikan hobi. Yuk, simak daftar kegiatan yang layak dicoba lansia berikut ini!

1. Jalan kaki

ilustrasi lansia (pexels.com/RDNE Stock project)

Jalan kaki mungkin terlihat sangat biasa. Namun aktivitas ini punya banyak manfaat, apalagi bagi lansia. Dilansir Martha Stewart, penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki bukan hanya meningkatkan kesehatan fisik, namun juga pikiran.

Jalan kaki memperlancar peredaran darah dan menyehatkan jantung. Di sisi lain, jalan kaki mampu meningkatkan volume otak serta sistem neuroplastisitasnya. Neuroplastisitas sendiri merupakan kemampuan otak untuk beradaptasi dan berubah sesuai keadaan, nih.

Di samping jalan kaki, lansia juga bisa menambahkan menu olah raga yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Olahraga rutin ini juga terbukti bukan hanya menguatkan otot, namun juga daya ingat pada lansia.

"Setiap kali kamu berolahraga, kamu memberikan suntikan penguat pada otak dan berpotensi melindunginya dari penurunan kognitif," ungkap Carrie Ditzel, PhD, psikolog klinis dengan spesialisasi dalam geropsikolog, dikutip Martha Stewart.

2. Menari

ilustrasi lansia (pexels.com/Wellness Gallery Catalyst Foundation)

Menari merupakan aktivitas fisik yang menyenangkan. Dengan menari, kamu melatih otot, kelenturan tubuh, serta memberikan efek bahagia lewat pelepasan hormon endofrin dan dopamin. Namun siapa sangka, menari juga punya fungsi kognitif bagi para lansia, lho.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Nature Communications, diketahui bahwa orang-orang yang melakukan aktivitas seni, seperti menari atau melukis memiliki otak yang relatif berusia lebih muda. Selain itu, aktivitas seni diketahui membuat koneksi otak semakin kuat, sehingga meningkatkan fungsi kognitif.

Agustín Ibáñez, seorang ahli saraf di Universitas Adolfo Ibáñez di Chili mengungapkan dalam Nature bahwa manfaat positif ini diperoleh dari perpaduan rangkaian gerakan kompleks, koordinasi, dan perencanaanyang terjadi ketika seseorang melakukan tarian. Ketiganya menjadi latihan otak yang baik serta mampu meningkatkan fungsinya, sehingga cocok dijadikan hobi bagi lansia.

3. Belajar bahasa baru

ilustrasi lansia (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kamu mungkin pernah mendengar istilah belajar sepanjang hayat. Ternyata, belajar memang bukan hanya jadi kesenangan bagi mereka yang masih muda, namun juga menjanjikan manfaat bagi para lansia.

Belajar berbagai macam hal, termasuk bahasa baru, memberikan efek positif pada kesehatan pikiran. Dilansir Martha Stewart, sebuah studi tahun 2019 terhadap orang berusia 59 hingga 79 tahun menemukan bahwa mereka yang mengikuti program bahasa kedua selama empat bulan mengalami peningkatan kemampuan kognitif.

"Ada semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mempelajari hal-hal baru sepanjang hidup bersifat neuroprotektif," kata Art Kramer, PhD, direktur pendiri Pusat Kesehatan Kognitif dan Otak di Universitas Northeastern, dikutip Martha Stewart.

Bukan hanya bahasa baru, proses belajar secara umum juga bermanfaat bagi kemampuan kognitif lansia. Seiring bertambah usia, tantangan kognitif mulai berkurang. Padahal, tantangan ini sebenarnya punya manfaat tersendiri, lho.

Tantangan mengaktifkan bagian serebelum otak yang mengatur perilaku yang lebih otomatis dan refleksif. Mempelajari hal baru akan menjadi tantangan tersendiri bagi otak, sehingga otak akan lebih aktif. Alhasil, kekuatan memori lansia bisa jadi lebih tajam, nih.

4. Mengajar

ilustrasi lansia (pexels.com/Wellness Gallery Catalyst Foundation)

Belajar akan memberikan tantangan kognitif bagi otak. Sementara itu, mengajar akan memberikan level tantangan yang lebih tinggi bagi lansia.

Saat mengajar di kelas atau kelompok, lansia akan mendapatkan tantangan untuk mendalami materi yang hendak disampaikan. Selain itu, mengajar juga mendorong lansia untuk berpikir kreatif agar bisa menyampaikan materinya dengan lebih menarik. Aktivitas ini akan memberikan sensasi yang lebih menantang bagi otak, sehingga meningkatkan kemampuan kognitifnya.

"Saat mengajar di kelas, kamu benar-benar harus lebih memahami materi daripada saat menjadi murid. Kamu paling banyak belajar saat mengajar. Kamu harus mengantisipasi pertanyaan murid. Kamu harus menggali lebih dalam," kata Kramer.

5. Fotografi

ilustrasi lansia (pexels.com/Jonathan)

Hobi fotografi bukan hanya menyenangkan bagi kaum muda. Lansia juga layak menikmati hobi mengambil foto ini serta mendapatkan manfaat dari sana.

Fotografi merupakan jenis keterampilan yang mengaktifkan memori kerja, memori episodik, dan penalaran. Selain itu, fotografi juga bermanfaat dalam mengurangi stres.

Stres berakibat buruk karena menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Apalagi bagi lansia yang lebih rawan mengalami stres, hobi yang memberikan kebahagiaan dan motivasi akan bermanfaat bagi kerja kognitif mereka.

Pada akhirnya memiliki hobi di usia senja sangat berarti dalam rangka meningkatkan kesehatan fisik dan kognitif. Tentunya menjaga pola makan, cukup olah raga, serta gaya hidup yang baik juga harus diupayakan. Semoga ulasan ini membantu, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team