Ilustrasi Bulan Puasa (pexels.com/Gül Işık)
Dari sisi kesehatan, sahur memberikan manfaat yang besar bagi tubuh, terutama dalam menjaga stamina selama berpuasa. Menurut penelitian, makan sahur membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah tubuh menjadi lemas. Jika seseorang melewatkan sahur, ada risiko mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi di mana kadar gula dalam darah turun di bawah normal.
Gejala hipoglikemia bisa berupa pusing, lemas, sulit berkonsentrasi, hingga keringat dingin. Selain itu, tidak sahur juga dapat membuat tubuh lebih cepat merasa lapar dan kurang bertenaga saat beraktivitas. Oleh karena itu, meskipun puasa tetap sah tanpa sahur, sangat dianjurkan untuk tetap melakukannya agar tubuh tetap kuat sepanjang hari.
Meskipun puasa tetap sah tanpa sahur, mengusahakan sahur tetap dianjurkan karena memberi keberkahan dan manfaat kesehatan. Dengan sahur yang baik, tubuh lebih bertenaga dan ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih optimal.