Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
padusan
ilustrasi padusan (pexels.com/Yohanes Deobi)

Intinya sih...

  • Pastikan kamu dalam kondisi sangat fit

  • Jika sudah mendung apalagi hujan jangan berangkat

  • Cari lokasi padusan terdekat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padusan adalah tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia setiap menjelang Ramadan. Orang-orang mandi bersama di sumber air alami, misalnya sungai. Biasanya padusan dilakukan H-1 sebelum puasa dimulai. Pesertanya tidak kenal usia. Dari tua sampai anak-anak dapat mengikutinya. Bahkan ada orang yang berangkat bersama rombongan. Seperti rombongan satu RT biar seru.

Meski begitu, tahun ini Ramadan jatuh di bulan Februari. Curah hujan di banyak daerah kemungkinan masih cukup tinggi. Lantas, apakah aman untukmu tetap ikut padusan jelang Ramadan di musim hujan? Ada lima hal yang wajib diperhatikan jika dirimu hendak mengikuti padusan sebelum mulai berpuasa nanti. Keselamatan dan kesehatanmu bersama keluarga tetap yang utama, ya.

1. Pastikan kamu dalam kondisi sangat fit

ilustrasi padusan (pexels.com/Gabriel Frank)

Meski padusan menyenangkan, melakukannya saat musim hujan cukup berisiko terhadap kesehatan. Hari-hari sebelumnya saja dirimu sudah dihajar panas dan hujan berganti-ganti. Kadang seharian terasa gerah.

Lalu hujan badai. Hari berikutnya bisa mendung seharian sehingga dingin atau panas sekali seperti kemarau. Semua itu dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Meski gejalanya masih ringan, jangan diabaikan.

Apalagi kamu nekat ikut padusan. Ingat, keesokannya dirimu telah harus berpuasa setiap hari. Jangan sampai ikut padusan hingga hujan-hujanan justru membuatmu jatuh sakit. Bisa-bisa kamu gak kuat berpuasa di hari-hari awal Ramadan. Daripada ikut padusan mending istirahat di rumah agar besok dirimu dapat berpuasa dengan lancar.

2. Jika sudah mendung apalagi hujan jangan berangkat

ilustrasi celup-celup kaki (pexels.com/Kai-Chieh Chan)

Hal kedua yang wajib amat diperhatikan ialah cuaca mendekati waktu padusan. Bila langit telah mendung, jangan pergi untuk ikut padusan. Padusan umumnya dilakukan di sumber-sumber air alami.

Tempat yang lebih tinggi sering kali sudah hujan duluan. Bahkan boleh jadi aliran sungai dari sumber yang lebih tinggi telah bercampur dengan lumpur alias sungai mulai meluap. Berbahaya sekali apabila kamu nekat mandi di bawahnya.

Air bisa sewaktu-waktu membanjiri lokasi padusan dan kamu tak sempat menyelamatkan diri. Langit di lokasi cerah saja tak menutup kemungkinan datang banjir kiriman dari titik yang lebih tinggi. Apalagi jika di situ sudah mendung atau hujan.

3. Cari lokasi padusan terdekat

ilustrasi padusan (pexels.com/Mellia Phan)

Di mana biasanya kamu mengikuti padusan jelang Ramadan? Saat musim kemarau, pergi jauh-jauh hanya untuk mengikuti padusan tentu aman. Barangkali lokasi terbaik buat padusan lumayan jauh dari rumahmu.

Namun, mengingat sekarang masih musim hujan pilihlah lokasi padusan terdekat. Jika lokasinya gak jauh, dirimu dapat lebih tepat memperkirakan cuaca sampai beberapa jam mendatang. Kamu bisa mengira-ngira bakal turun hujan atau tidak.

Sementara apabila lokasi padusan jauh, dirimu sama sekali tidak tahu di sana mendung atau gak. Barangkali kamu punya teman atau saudara di sana yang bisa kasih informasi terkait cuaca. Akan tetapi, cuaca yang tadinya cerah dapat tiba-tiba berubah hujan deras. Padahal, kamu sudah telanjur berangkat.

4. Waspadai penularan penyakit di tengah banyak orang

ilustrasi sakit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Masih banyak masyarakat yang mengikuti padusan. Bagi sebagian orang, rasanya tidak afdal kalau memasuki Ramadan tak didahului menyucikan diri bersama-sama dengan padusan. Bahkan kondisi di lokasi pemandian bisa penuh sesak.

Ibaratnya, orang hendak berenang atau bergerak saja sulit saking ramainya pengunjung. Tidak ada jaminan orang sebanyak itu dalam kondisi sehat semua. Apalagi di musim hujan banyak orang terkena flu. Penyakit ini gampang sekali menular di keramaian.

Baik kamu maupun orang lain tak mungkin memakai masker sembari mandi. Kamu masih sehat ketika berangkat, pulang-pulang dapat tidak enak badan. Meski dirimu cuma ketularan flu, berpuasa dalam keadaan begini tetap amat tak nyaman.

5. Padusan hanya tradisi, sama sekali tak memengaruhi puasamu

ilustrasi Ramadan (pexels.com/Thirdman)

Meski padusan sangat lekat dengan masyarakat Indonesia, jangan lupa bahwa ini hanya tradisi. Baik kamu melakukannya atau tidak tak memengaruhi kewajibanmu menunaikan puasa sebulan penuh. Dirimu dapat mandi sendiri di rumah seperti biasa.

Hindari perasaan dan pemikiran puasamu nanti tak sah karena kamu gak mengikuti padusan beramai-ramai. Itu adalah dua hal yang berbeda. Apalagi mengutamakan padusan ketimbang puasa Ramadan.

Contohnya, dengan dirimu nekat tetap ikut padusan meski hujan-hujan karena seru. Akibatnya, kamu sakit dan tidak bisa berpuasa. Memang orang sakit gak wajib berpuasa dan utang puasa dapat diganti di lain waktu. Namun, menghindari hal-hal yang dapat mengganggu puasamu di bulan Ramadan tentu lebih baik.

Dalam tradisi padusan menjelang Ramadan setidaknya terdapat tiga makna penting. Yaitu, penyucian diri, kebersamaan, serta kerukunan. Meski demikian, jangan lupa tentang kewajiban berpuasa di bulan Ramadan. Hindari memaksakan diri ikut padusan jelang Ramadan di musim hujan yang bisa bikin sakit bahkan membahayakan keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team