ilustrasi Ka'bah (pexels.com/mutahirjamil)
Dikutip dari buku "Fikih Sunnah - Jilid 3" oleh Sayyid Sabiq, berikut adalah beberapa keutamaan dari membaca kalimat talbiyah, di antaranya:
1. Dihapuskan dosa-dosanya
Membaca kalimat talbiyah akan menghapuskan dosa-dosa seperti anak yang baru dilahirkan. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Jabir RA, bahwa Rasulullah pernah bersabda:
“Tidak ada (balasan) bagi orang yang berihram yang senantiasa membaca talbiyah sampai matahari terbenam, kecuali dosa-dosanya terhapus, dan dia pulang (dari haji tanpa membawa dosa) laksana anak yang baru lahir.”
2. Mendapat jaminan masuk surga
Sekali orang membaca kalimat talbiyah, maka akan dijanjikan masuk surga oleh Allah SWT. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang mengucapkan talbiyah atau mengucapkan takbir melainkan akan dijanjikan dengan kebaikan. Rasulullah SAW ditanya: Wahai Rasulullah, apakah dijanjikan dengan surga? Beliau menjawab: Iya.”
3. Akan mendapat kabar baik
Bagi yang membaca kalimat talbiyah akan diberikan kabar baik oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang membaca talbiyah, kecuali diberi kabar gembira dan tidaklah seseorang membaca takbir, kecuali diberi kabar gembira.” (HR. Abu Hurairah)
Dalam setiap lafaz sholawat talbiyah haji, tersemat harapan akan rahmat, keberkahan, dan keampunan-Nya, sehingga menjadikan setiap langkah dalam perjalanan haji sebagai pengalaman spiritual yang mendalam dan penuh makna. Semoga ulasan di atas bermanfaat untukmu, ya!
Bagaimana lafal teks Talbiyah yang benar dalam Arab, latin, serta apa arti filosofis di baliknya? | Lafal kalimat Talbiyah yang disunnahkan adalah: "Labaikallahumma labaik, labaika la syarika laka labaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak", yang artinya "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu", sebuah kalimat yang mencerminkan ikrar tauhid murni dan kepasrahan total seorang hamba yang bersimpuh mengharap rida pencipta-Nya. |
Kapan waktu utama dimulai dan berakhirnya kumandang Talbiyah bagi jemaah haji dan umrah? | Bagi jemaah umrah, kumandang kalimat Talbiyah mulai disunnahkan sejak niat ihram di miqat dan berakhir sesaat sebelum memulai putaran pertama Tawaf di Ka'bah. Sedangkan bagi jemaah haji, kalimat agung ini terus dikumandangkan sejak mengenakan pakaian ihram, melintasi fase Arafah, Muzdalifah, hingga puncaknya berakhir tepat saat jemaah hendak melontarkan batu pertama pada ritual Jumrah Aqabah di hari Nahar (tanggal 10 Zulhijah). |
Bagaimana aturan pengerasan suara saat membaca Talbiyah bagi jemaah laki-laki dan perempuan? | Berdasarkan tuntunan sunnah Rasulullah SAW, jemaah laki-laki sangat dianjurkan untuk mengeraskan atau melantangkan suara (jahr) saat membaca kalimat Talbiyah sebagai bentuk syiar Islam dan penyemangat batin di sepanjang perjalanan, sementara bagi jemaah perempuan, mereka disyariatkan untuk melafalkannya dengan suara lirih atau pelan sekadar didengar oleh dirinya sendiri guna menjaga adab dan kekhusyukan di tengah keramaian massa. |
Apakah ada bacaan selawat khusus yang dianjurkan untuk dibaca sebagai penyambung kalimat Talbiyah? | Ya, setelah selesai mengulang kalimat Talbiyah beberapa kali, jemaah dianjurkan untuk menyambungnya dengan membaca selawat atas Nabi Muhammad SAW, seperti "Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala ali sayyidina Muhammad", kemudian dilanjutkan dengan memohon doa keridaan Allah, ampunan dosa, serta permohonan agar dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari dahsyatnya siksa api neraka. |